TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Kalimantan Barat bersiap menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VIII pada Kamis, 30 Juli 2026 mendatang di Pontianak.
Perhelatan lima tahunan ini menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi kepengurusan periode 2021–2026 sekaligus menetapkan nakhoda baru DPD ASITA Kalbar untuk masa bakti berikutnya.
Ketua Steering Committee (SC) Musda VIII ASITA Kalbar, Nur Eris Vlyansar, mengonfirmasi bahwa seluruh tahapan persiapan forum tertinggi organisasi tersebut telah berjalan sesuai agenda yang direncanakan.
“Musda merupakan amanah organisasi yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Selain mengevaluasi kepengurusan sebelumnya, forum ini juga akan menyusun program kerja organisasi dan memilih ketua baru untuk periode mendatang,” ujar Nur Eris, Selasa (21/7/2026).
Ia pun mengimbau agar seluruh anggota ASITA se-Kalimantan Barat dapat hadir dan berpartisipasi aktif dalam menyalurkan hak suaranya.
Mengenai mekanisme penjaringan calon kepemimpinan, Nur Eris menjelaskan bahwa pendaftaran bakal calon ketua telah dibuka sejak 8 hingga 18 Juli 2026.
Dari proses tersebut, terdapat dua figur anggota yang mendaftarkan diri.
Namun, setelah melalui verifikasi berkas dan kriteria yang ketat, panitia menetapkan hanya satu nama yang lolos seluruh persyaratan administrasi.
Baca juga: Transformasi IKIP ke Universitas Berbuah Prestasi, 4 Prodi UPGRI Pontianak Akreditasi Unggul
“Berdasarkan hasil verifikasi, hanya Bapak Ifan Ronaldo Barus yang memenuhi seluruh persyaratan sebagai calon ketua. Sementara satu pendaftar lainnya belum memenuhi ketentuan administrasi yang telah ditetapkan organisasi,” kata Nur Eris.
Nur Eris membeberkan bahwa penetapan kualifikasi bakal calon berpatokan pada seperangkat persyaratan ketat yang ditetapkan organisasi. Persyaratan tersebut meliputi:
Legalitas usaha yang diwakili harus lengkap, termasuk kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Pelunasan seluruh kewajiban iuran anggota organisasi.
Tidak terikat sebagai anggota di organisasi sejenis lainnya.
Memenuhi kewajiban kontribusi finansial maupun non-finansial kepada organisasi sesuai regulasi yang berlaku.
Dengan hasil verifikasi administrasi tersebut, Ifan Ronaldo Barus yang saat ini menjabat sebagai petahana Ketua DPD ASITA Kalbar dipastikan melaju sebagai calon tunggal dalam Musda VIII.
Melalui pelaksanaan Musda VIII ini, panitia pengarah berharap tidak sekadar merampungkan suksesi kepemimpinan, tetapi juga melahirkan blueprint program kerja yang progresif untuk memperkuat industri pariwisata Kalimantan Barat.
Peluang akselerasi sektor pariwisata daerah dinilai masih sangat luas, terutama melalui optimalisasi sinergi antara pelaku usaha jasa perjalanan, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan (stakeholders).
Di samping itu, Musda VIII ASITA Kalbar diproyeksikan menjadi konsolidasi internal untuk mempererat soliditas antaranggota, sekaligus mempertegas peran ASITA dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah lewat sektor perjalanan wisata. (*)