Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka Hal 102 Edisi Revisi: Mengamati Kasus 1
Bobby Wiratama July 22, 2026 03:35 AM

TRIBUNNEWS.COM – Buku pelajaran IPAS kelas 6 SD/MI Kurikulum Merdeka (Edisi Revisi) halaman 102 bab 4.

Salah satu materi yang dibahas pada buku pelajaran buku pelajaran IPAS kelas 6 SD/MI Kurikulum Merdeka (Edisi Revisi) halaman 102, karangan Fitri Amalia, dkk. terbitan Kemdikbud Ristek tahun 2025 yakni Kearifan Lokal,Warisan Leluhur.

Kearifan lokal adalah nilai, aturan, atau kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Kearifan lokal mengajarkan cara hidup yang bijaksana, seperti menjaga alam, menghormati sesama, dan hidup rukun.

Warisan leluhur adalah segala peninggalan nenek moyang, baik berupa benda maupun budaya, yang masih dilestarikan hingga sekarang.

Jadi, kearifan lokal merupakan salah satu bentuk warisan leluhur. Semua kearifan lokal adalah warisan leluhur, tetapi tidak semua warisan leluhur merupakan kearifan lokal.

Pada latihan soal kali ini, siswa diminta menjawab pertanyaan terkait aktivitas yang ada dalam halaman tersebut.

Sebagai catatan, sebelum melihat kunci buku pelajaran IPAS Kelas 6 SD/MI Kurikulum Merdeka halaman 102 siswa diminta untuk terlebih dahulu menjawab soal secara mandiri.

Kunci jawaban ini digunakan sebagai panduan dan pembanding oleh orang tua untuk mengoreksi pekerjaan anak.

Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka Hal 102 : Mengamati Kasus 1

Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka Hal 102

Ayo, Mengamati

Amati kasus-kasus berikut!

Kasus 1

Baca juga: Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka Halaman 91 Edisi Revisi: Keragaman Kearifan Lokal

Mia dan keluarganya baru saja pindah ke daerah lain. Di sekolah barunya, Mia merasa sangat bingung dan kikuk karena banyak dari temannya yang berbicara bahasa daerah yang tidak ia pahami. Ia juga merasa, teman-teman barunya selalu berbicara dengan nada yang keras sehingga ia merasa tidak nyaman. Beberapa temannya juga ada yang menertawakan logat Mia yang dinilai aneh. Hal ini membuat Mia menjadi tidak percaya diri dan malu untuk berbicara karena logat daerahnya tersebut. Diskusikan dengan teman sebangkumu:

1. Apa masalah yang Mia hadapi di sekolah barunya?

2. Bagaimana seharusnya sikap Mia menghadapi perbedaan budaya tersebut?

Jawaban :

1. Masalah yang dihadapi Mia adalah ia kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah yang baru. Mia tidak memahami bahasa daerah yang digunakan oleh teman-temannya sehingga ia sering merasa bingung saat mereka berbicara.

Selain itu, Mia mengira teman-temannya sedang marah karena mereka berbicara dengan nada yang lebih keras, padahal itu merupakan kebiasaan di daerah tersebut. Mia juga merasa sedih dan malu karena beberapa temannya menertawakan logat bicaranya yang berbeda. Akibatnya, Mia menjadi tidak percaya diri, takut berbicara, dan sulit bergaul dengan teman-teman barunya.

2. Mia sebaiknya tetap percaya diri dan tidak malu dengan logat daerah yang dimilikinya karena setiap daerah di Indonesia memiliki bahasa dan cara berbicara yang berbeda. Mia dapat berusaha mengenal budaya daerah barunya dengan belajar beberapa kata dalam bahasa daerah, bertanya kepada guru atau teman jika ada yang tidak dipahami, serta mencoba berteman dengan semua orang.

Mia juga perlu menghargai kebiasaan masyarakat di daerah tersebut dan tidak langsung berprasangka buruk. Dengan sikap yang ramah, terbuka, dan saling menghargai, Mia akan lebih mudah beradaptasi, mendapatkan teman baru, dan hidup rukun meskipun berasal dari budaya yang berbeda.

 *) Disclaimer:

  • Artikel ini hanya ditujukan kepada orang tua untuk memandu proses belajar anak.
  • Sebelum melihat kunci jawaban, siswa harus terlebih dahulu menjawabnya sendiri, setelah itu gunakan artikel ini untuk mengoreksi hasil pekerjaan siswa.

(Tribunnews.com/Namira)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.