TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebagian masyarakat masih menganggap olahraga kardio sebagai satu-satunya latihan terbaik untuk memelihara kesehatan jantung.
Namun, tak sedikit pula yang justru mengabaikan kardio dan hanya berfokus pada latihan beban.
Padahal, mengombinasikan kedua jenis olahraga tersebut merupakan langkah yang jauh lebih ideal.
Dokter Spesialis Jantung Konsultan Kardiologi Intervensi di RS Hermina Depok, dr. Bobby Arfhan Anwar, SpJP(K), menegaskan kardio maupun latihan beban memiliki peran yang sama pentingnya dan saling melengkapi.
Menurutnya, imbauan untuk memadukan kedua bentuk latihan ini juga selaras dengan panduan resmi Persatuan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI).
Baca juga: Baik untuk Jaga Otak dan Jantung, Berikut Porsi Ideal Latihan Kardio dan Beban Menurut Ahli
Masyarakat pun disarankan untuk tidak lagi memperdebatkan mana yang lebih baik, melainkan mulai menyusun jadwal olahraga mingguan yang seimbang.
"Rekomendasinya adalah 150 menit dalam satu minggu atau sekitar 30 menit dalam sehari. Kita bisa mengombinasikan, misalnya hari ini kardio, besok angkat beban, dan seterusnya," kata dr. Bobby, dikutip Selasa (21/7/2026).
Meskipun sama-sama berdampak positif, dr. Bobby menjelaskan mekanisme kerja kardio dan latihan beban pada tubuh sejatinya berbeda.
Latihan kardio bertugas meningkatkan kapasitas serta efisiensi otot jantung dalam memompa darah.
Sementara itu, latihan beban mengoptimalkan fungsi otot rangka yang berperan besar dalam menjaga kesehatan metabolik.
"Kardio melatih otot jantung, sedangkan olahraga beban melatih otot rangka. Dua-duanya sama-sama bermanfaat," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menerangkan tingkat kebugaran jantung dapat diukur dari seberapa rendah denyut nadi seseorang saat sedang beristirahat.
Jantung yang terlatih mampu mengalirkan volume darah lebih banyak hanya dalam satu kali pอมpan, sehingga tidak perlu berdetak terlalu cepat.
"Kalau kita melatih otot jantung lewat kardio, jantung bisa bekerja lebih efektif. Salah satu buktinya adalah denyut nadi istirahat menjadi lebih rendah dibandingkan orang yang tidak terlatih," ungkapnya.
"Dalam satu kali pompa, jantung bisa mengalirkan darah lebih banyak. Semakin rendah denyut nadi istirahat, artinya jantung bekerja lebih santai dan lebih rileks, itu merupakan tanda kebugaran jantung yang baik," lanjutnya.
Di sisi lain, efek positif latihan beban terhadap organ jantung memang bekerja secara tidak langsung.
Kendati demikian, memiliki massa dan kekuatan otot rangka yang baik sangat krusial dalam menekan berbagai faktor risiko penyakit kardiovaskular.
"Kalau resistance training, yang dilatih adalah otot. Otot juga berpengaruh terhadap kesehatan jantung, meskipun secara tidak langsung. Ketika kita memiliki otot rangka yang kuat, otot tersebut membantu regulasi tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol," pungkas dr. Bobby.
(Tribunnews.com/ M Alivio Mubarak Junior)