TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aksi anak-anak melawat sidikat penculik hadir dalam film drama anak-anak berjudul 'Pramuka'
Rumah produksi Alamanda Pictures resmi meluncurkan film Pramuka, sebuah film petualangan keluarga yang menggabungkan aksi menegangkan dengan nilai-nilai kepramukaan.
Tak sekadar berkisah soal perkemahan, film ini membawa penonton mengikuti perjuangan sekelompok anak yang harus menghadapi sindikat penculik anak di tengah hutan.
Film Pramuka mengisahkan Panji (12) bersama sahabat-sahabatnya yang mengikuti perkemahan Penggalang.
Baca juga: Film Ayah, Aku Mau Cerita Satukan Vino G. Bastian dan Marsha Timothy dalam Konflik Keluarga
Namun, kegiatan yang semula menjadi ajang belajar dan bersenang-senang berubah menjadi petualangan berbahaya ketika mereka tersesat di dalam hutan.
Di tengah upaya mencari jalan keluar, mereka tanpa sengaja menemukan tempat persembunyian sindikat penculik anak.
Situasi menjadi semakin mencekam karena adik Panji ikut menjadi salah satu korban penculikan.
Berbekal keterampilan kepramukaan, kecerdikan, keberanian, serta kekompakan, Panji dan teman-temannya berusaha menyelamatkan sang adik sekaligus membebaskan anak-anak lain yang ditahan para pelaku.
Melalui cerita yang dipenuhi aksi dan ketegangan, film ini ingin menunjukkan bahwa nilai-nilai yang dipelajari dalam Pramuka bukan hanya berguna saat berkemah, tetapi juga menjadi bekal menghadapi persoalan nyata.
Kepemimpinan, disiplin, tanggung jawab, gotong royong, hingga kepedulian sosial menjadi benang merah dalam perjalanan para tokohnya.
Produser Alamanda Pictures, Amanda Latief, mengatakan Pramuka lahir dari keinginan menghadirkan tontonan keluarga yang bukan hanya menghibur, tetapi juga membawa pesan positif.
"Kami percaya sebuah film dapat menjadi media pembelajaran yang menyenangkan," kata Latief di kawasan Thamrin Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026).
"Melalui kisah petualangan anak-anak Pramuka, kami ingin menunjukkan bahwa nilai-nilai kepramukaan merupakan bekal kehidupan yang relevan untuk menghadapi berbagai tantangan di dunia nyata," ujar Latief.
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Budi Waseso, juga berharap film ini mampu mengubah pandangan masyarakat tentang Pramuka.
Menurutnya, Pramuka bukan sekadar kegiatan berkemah atau mengenakan seragam, melainkan proses pembentukan karakter, kepemimpinan, kecakapan hidup, kepedulian sosial, hingga cinta tanah air.
"Kami berharap film ini tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga menjadi tuntunan yang menginspirasi," ungkapnya.
"Film ini memperkenalkan wajah Gerakan Pramuka yang sesungguhnya," kata Budi Waseso.
Peluncuran Pramuka juga bertepatan dengan peringatan Hari Pramuka ke-65, serta menjelang Jambore Nasional XII Tahun 2026.
Momen tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat menghadirkan karya kreatif yang dekat dengan generasi muda sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter melalui medium film.
Acara pemutaran perdana film Pramuka dihadiri Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Budi Waseso, Sekretaris Jenderal Kwarnas Gerakan Pramuka Bachtiar Nugroho, jajaran pimpinan Kwarnas Gerakan Pramuka, Ketua Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang Jabodetabek, produser Amanda Latief, sutradara Alex Latief, serta para pemain film.
(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)