Data PDPB KPU Pusat 214,3 Juta Pemilih Pemilu 2029 Sulawesi Barat Hanya 1.034.703 Orang
Ilham Mulyawan July 22, 2026 04:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM - Sebanyak 214.354.667 orang ditetapkan sebagai pemilih pada Pemilihan umum (Pemilu) 2029 mendatang.

Penetapan ini berdasarkan rekapitulasi pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

“itu jumlah pemilih nasional kita dalam negeri dan luar negeri,” kata Ketua Divisi Data dan Informasi KPU), Betty Epsilon Idrus, dalam rapat pleno yang berlangsung di KPU RI, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026) dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Terdakwa Pembunuhan Notaris di Wonomulyo Polman Dituntut Penjara Seumur Hidup

Baca juga: Lama Mangkrak Pasca Dibongkar Kawasan Mattoanging Eks Markas PSM Bakal Disulap Mirip GOR Sudiang

Dari jumlah tersebut, Betty merincikan 49,85 persen laki-laki dan 50,15 persen perempuan. 

Jika dibandingkan data pemilih berkelanjutan (DPB) semester II 2025, terjadi peningkatan 1,17 persen. 

Lebih detail, sebanyak 212.406.069 pemilih berada di dalam negeri, yang tersebar di 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, 7.285 kecamatan, dan 83.737 desa/kelurahan. 

Sisanya merupakan warga negara yang berada di luar negeri, dengan status sedang menempuh Pendidikan dan bekerja.

Data pemilih luar negeri diperoleh dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).

Data ini disinkronkan oleh KPU. 

“Kami mendapatkan data 1.948.598 tersebar di 131 PPLN. Tadinya kita punya 129 PPLN plus 2 PPLN, 1 di Sana'a yang kedua di Pyongyang,” ungkap dia. 

Generasi milenial mendominasi jumlah pemilih terbesar dalam pemilu 2029. 

Milenial merupakan penduduk, yang masuk kelompok demografi, lahir antara tahun 1981 hingga 1996. 

“Generasi milenial 32,13 persen,” ucap Betty. 

Kemudian sisanya, kelompok pemilih terbesar kedua adalah generasi X sebesar 27,13 persen, disusul generasi Z sebesar 24,56 persen. 

Sedangkan baby boomer, generasi berusia sekitar 60 hingga 80 tahun, atau lebih tepatnya mereka yang lahir pada rentang tahun 1946 hingga 1964 berada di angka 14,29 persen, sedangkan generasi pre-boomer sebanyak 1,89 persen. 

Kemudian pemilih penyandang disabilitas sebanyak 963.050 orang, atau 0,45 persen dari total pemilih. 

Terbanyak Jawa Barat dan Jawa Timur

Data tersebut dihimpun berdasarkan hasil pencocokan dan penelitian (coklit) terbatas, serta bersumber dari Kementerian Dalam Negeri dan data lain yang berhasil dikumpulkan KPU. 

Betty menuturkan, jumlah pemilih terbesar provinsi ada di Jawa Barat sebesar 37,7 jutaan orang, disusul Jawa Timur sebanyak 32.503.002 pemilih dan Jawa Tengah 29.332.029 pemilih. 

Berikutnya, Sumatera Utara memiliki 11.360.110 pemilih, Banten 9.338.877 pemilih, DKI Jakarta 8.234.735 pemilih, Sulawesi Selatan 7.013.711 pemilih, Lampung 6.781.784 pemilih, Sumatera Selatan 6.668.823 pemilih, dan Riau 5.154.166 pemilih. 

Sebaliknya, 10 provinsi dengan jumlah pemilih paling sedikit adalah Papua Selatan dengan 387.710 pemilih, Papua Barat 394.946 pemilih, Papua Barat Daya 453.204 pemilih, Kalimantan Utara 546.534 pemilih, Papua 797.329 pemilih, Gorontalo 915.402 pemilih, Maluku Utara 1.012.578 pemilih.

Sedangkan Sulawesi Barat 1.034.703 pemilih, Kepulauan Bangka Belitung 1.133.583 pemilih, dan Papua Tengah 1.162.325 pemilih. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.