22 Juli 2026 Memperingati Hari Apa? Ini Daftar 3 Momen yang Diperingati
Vega Dhini July 22, 2026 09:07 AM

TRIBUNBANTEN.COM - Tanggal 22 Juli 2026 diperingati sebagai sejumlah hari penting yang memiliki makna di tingkat nasional maupun internasional.

Ada sebanyak tiga peringatan yang mengangkat tema berbeda, mulai dari pengabdian aparat penegak hukum, pentingnya kesehatan otak, hingga apresiasi terhadap dunia matematika.

Masing-masing hari penting ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan, membangun kepedulian, serta menginspirasi masyarakat agar terus berkontribusi dalam bidang hukum, kesehatan, pendidikan, dan ilmu pengetahuan.

Berikut penjelasan selengkapnya mengenai daftar hari penting yang diperingati pada hari ini Rabu, 22 Juli 2026.

1. Hari Bhakti Adhyaksa di Indonesia

Hari Bhakti Adhyaksa diperingati setiap tanggal 22 Juli di Indonesia. 

Peringatan ini adalah untuk mengenang Kejaksaan yang resmi memisahkan diri dari Departemen Kehakiman menjadi lembaga yang otonom dan mandiri.

Peringatan ini juga menjadi momentum untuk mengapresiasi dedikasi para insan Adhyaksa dalam menegakkan hukum, memberikan kepastian hukum, serta melindungi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.

Tanggal 22 Juli merujuk pada pengukuhan Kejaksaan sebagai lembaga negara yang berdiri sendiri pada tahun 1960, setelah terbitnya Keputusan Presiden Nomor 204 Tahun 1960.

Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa biasanya diisi dengan upacara, kegiatan sosial, bakti kesehatan, penyuluhan hukum, penghargaan kepada insan Adhyaksa berprestasi, hingga berbagai program pengabdian kepada masyarakat.

Momentum ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga profesionalisme, integritas, akuntabilitas, dan pelayanan hukum yang berkeadilan.

2. Hari Otak Sedunia

Hari Otak Sedunia atau World Brain Day diperingati setiap 22 Juli untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan otak dan sistem saraf sepanjang kehidupan.

Peringatan ini diprakarsai oleh World Federation of Neurology (WFN) sejak tahun 2014.

Setiap tahunnya, Hari Otak Sedunia mengangkat tema yang berbeda, dengan fokus pada edukasi mengenai berbagai penyakit neurologis, pencegahan gangguan otak, pentingnya diagnosis dini, pengobatan, rehabilitasi, serta peningkatan kualitas hidup para penyintas gangguan saraf.

Otak merupakan pusat kendali tubuh yang mengatur proses berpikir, belajar, mengingat, bergerak, berbicara, hingga mengendalikan berbagai fungsi organ.

Oleh karena itu, menjaga kesehatan otak melalui pola makan bergizi, olahraga teratur, tidur yang cukup, pengelolaan stres, aktivitas intelektual, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi bagian penting dari upaya menjaga kualitas hidup.

Hari Otak Sedunia juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap berbagai kondisi neurologis, seperti stroke, epilepsi, demensia, penyakit Parkinson, migrain, multiple sclerosis, dan gangguan saraf lainnya.

3. Hari Perkiraan Pi

Hari Perkiraan Pi (Pi Approximation Day) diperingati setiap 22 Juli karena penulisan tanggal 22/7 menyerupai pecahan 22 ÷ 7, yang merupakan salah satu pendekatan atau perkiraan paling terkenal untuk nilai konstanta matematika π (pi).

Meskipun nilai pi sebenarnya merupakan bilangan irasional yang memiliki deretan angka desimal tak berhingga tanpa pola berulang, pecahan 22/7 telah lama digunakan sebagai pendekatan praktis dalam berbagai perhitungan matematika, geometri, teknik, dan pendidikan karena hasilnya sangat mendekati nilai pi.

Hari Perkiraan Pi menjadi kesempatan untuk mengapresiasi keindahan matematika, mendorong minat belajar terhadap sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), serta mengenalkan konsep-konsep matematika kepada masyarakat dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan.

Berbagai sekolah, perguruan tinggi, komunitas matematika, hingga museum sains sering memanfaatkan momentum ini untuk mengadakan lomba berhitung, kuis matematika, permainan edukatif, seminar, maupun kegiatan pembelajaran yang bertujuan meningkatkan literasi numerasi.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.