Mengapa AS Rahasiakan Korban Luka dan Tewas akibat Serangan Iran? Media Amerika Bongkar Alasannya
Nathanael MoerRahardian July 22, 2026 09:42 AM

Juru bicara Pentagon Sean Parnell mengakui hampir 100 tentara Amerika Serikat (AS) terluka akibat serangan Iran sejak 7 Juli 2026.

Ia menulis pengumuman tersebut di X pada Selasa (21/7/2026) untuk membantah laporan New York Times.

Media terkemuka AS tersebut menuduh Pentagon merahasiakan korban akibat serangan pembalasan Iran.

New York Times mengutip pernyataan sejumlah pejabat AS bahwa serangan Iran menimbulkan korban dan kerusakan pangkalan di Timur Tengah.

"Serangan-serangan tersebut melukai puluhan personel militer AS dan merusak beberapa helikopter," sebut NYT dalam laporannya.

Menurut media tersebut, Pentagon tidak mengungkapkan serangan-serangan sebelumnya ataupun korban jiwa serta kerusakan yang ditimbulkan.

Seorang pejabat militer AS mengatakan, Komando Pusat AS atau CENTCOM tidak diwajibkan untuk mempublikasikan informasi mengenai personel militer yang terluka.

Menurutnya, Iran akan lebih mudah menargetkan pasukan AS jika informasi tersebut dipublikasikan.

Sementara itu, media CNN menyebut AS lambat dalam mengumumkan pasukan yang cedera.

Penundaan tersebut diduga bertujuan untuk melindungi anggota militer.

Sejauh ini, AS hanya mengakui empat tentara yang tewas sejak serangan balasan Iran pada Juli 2026.

Terkait tentara yang luka, Pentagon mengklaim 96 persen di antaranya telah pulih dan kembali bertugas.

"Meskipun hampir 100 personel militer tercatat mengalami cedera dengan tingkat keparahan tertentu sejak 7 Juli 2026, 96% di antaranya telah kembali bertugas. Mereka bertekad untuk kembali berjuang," tulis Parnell.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.