TRIBUNJAMBI.COM - Penyelidikan terkait misteri kematian Brigadir Polisi Eko Winarto Saputra (EWS), personel Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), resmi diambil alih oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi.
Pengambilalihan ini dilakukan guna mengusut tuntas penyebab pasti kematian korban yang dinilai memicu perhatian khusus dari Kapolda Jambi.
Brigadir Eko ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kos di Kelurahan Talang Babat, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjab Timur pada Sabtu (18/7/2026).
Mengingat maraknya isu di media sosial yang menyebut korban diduga menjadi korban tindak pidana pembunuhan oleh sesama oknum anggota kepolisian, penanganan perkara kini ditarik ke tingkat Polda.
Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, menegaskan kepolisian akan bersikap profesional dan transparan.
Pihaknya tidak akan tebang pilih apabila nantinya ditemukan bukti keterlibatan anggota Polri dalam kasus ini.
“Untuk hal ini Pak Kapolda menjadi atensi, memerintahkan untuk segera dilakukan proses penyelidikan. Saat ini Polres Tanjabtim dibantu Direktorat Reserse Kriminal Umum melakukan penyelidikan terkait perkara tersebut,” ujar Erlan, Selasa (21/7/2026).
“Perkara ini menjadi atensi. Saat ini penanganannya ditarik ke Polda Jambi dan ditangani langsung oleh Ditreskrimum Polda Jambi,” tambahnya.
Baca juga: Saksi Sempat Lihat Brigadir EWS Sempoyongan Pagi Buta sebelum Meninggal
Baca juga: Kasus Eks Jampidsus Febrie Dioper ke Kejagung, Susno Duadji Sebut Polri Sedih dan Kecewa
“Apabila nanti ada keterkaitan atau keterlibatan anggota Polri kita akan bertindak tegas,” kata Erlan menegaskan.
Berdasarkan keterangan awal para saksi, sebelum ditemukan tak bernyawa pada Sabtu (18/7/2026) dini hari, Brigadir Eko diketahui sempat mengonsumsi minuman keras bersama empat rekannya yang juga sesama anggota Polri di rumah kos tersebut.
Dalam kondisi mabuk berat, korban dilaporkan keluar kamar dengan langkah sempoyongan hingga terjatuh dan membentur tiang jemuran.
Melihat korban terjatuh serta mengeluarkan busa dari mulutnya, rekan-rekan korban langsung memberikan pertolongan dan membawanya ke rumah sakit.
Namun, setibanya di rumah sakit, nyawa Brigadir EKO dinyatakan tidak tertolong.
Kapolres Tanjung Jabung Timur, AKBP Ade Chandra, menjelaskan keterangan tersebut sejauh ini masih murni berdasarkan penuturan saksi dan belum menjadi kesimpulan akhir.
“Baru dugaan. Kita sedang melakukan penyelidikan terkait meninggalnya Brigadir Eko. Sekarang lagi memanggil saksi untuk mengetahui kronologisnya. Sudah kita mulai penyelidikannya,” kata AKBP Ade Chandra.
“Itu berdasarkan keterangan saksi. Kita sedang dalami apakah ada dugaan lain,” tambahnya.
Dari hasil visum sementara, petugas menemukan sejumlah luka lecet serta memar pada pelipis, tangan, dan kaki korban.
Guna memastikan apakah luka tersebut murni akibat benturan saat terjatuh atau berasal dari tindak kekerasan fisik, jenazah korban telah menjalani autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Jambi.
“Ada luka lecet, memar di pelipis, di kaki, tangan juga ada. Makanya ini baru dugaan apakah ada kekerasan fisik di situ,” tutur Ade Chandra.
Penyidik Ditreskrimum Polda Jambi bersama Polres Tanjabtim saat ini telah memeriksa setidaknya lima orang saksi, menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), serta menunggu hasil autopsi resmi dari tim medis.
Baca juga: Keluarga Brigadir Eko Belum Bersedia Bicara, Minta Publik Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi
Baca juga: Sebut Tak Ada Motif Politik, Hotman Paris Minta Maaf ke Kapolri hingga Presiden
“Terhadap jenazah korban sudah dilakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Jambi. Nanti kita tunggu hasilnya yang disampaikan oleh dokter yang menanganinya,” terang Erlan.
“Kronologi kejadian nanti akan kami sampaikan setelah proses penyelidikan yang dilakukan tim gabungan,” sambung Erlan.
Sementara itu, suasana duka masih menyelimuti kediaman almarhum Brigadir Eko di Jalan Pertabas, Kenali Asam Atas, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi.
Di halaman rumah, bendera kuning serta deretan papan ucapan belasungkawa dari jajaran perwira Polres Tanjabtim tampak berjejer.
Saat ditemui di rumah duka, pihak keluarga memilih untuk belum memberikan tanggapan resmi dan meminta semua pihak menghormati proses hukum yang berjalan.
“Maaf, kami belum bisa beri informasi, mungkin besok,” ujar seorang pria yang diduga ayah dari Brigadir Eko.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi maupun terpengaruh oleh asumsi liar di media sosial serta menunggu hasil penyelidikan resmi yang disampaikan tim gabungan.
*** DISCLAIMER
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, atau melakukan tindak pidana lainnya segera hubungi layanan kesehatan jiwa atau profesional di puskesmas/rumah sakit terdekat atau pihak berwajib.
Baca juga: Jambi Top 7 22 Juli 2026, Petaka di Jalan Ness Tewaskan Seorang Perempuan
Baca juga: Bupati Merangin M Syukur Beri Ultimatum Soal Narkoba
Baca juga: Saksi Sempat Lihat Brigadir EWS Sempoyongan Pagi Buta sebelum Meninggal