Sepak Bola Hari Ini
·21 Juli 2026
Spanyol berhasil merebut mahkota dari Argentina dalam Piala Dunia FIFA pertama yang diadakan di Amerika Serikat sejak 1994, dan mereka akan memiliki kesempatan untuk mempertahankan gelar tersebut di kandang sendiri pada tahun 2030.
Gol kemenangan Ferran Torres di waktu tambahan membawa La Furia Roja meraih gelar Piala Dunia kedua mereka. Namun, empat tahun mendatang, mereka harus berjuang melawan kutukan juara bertahan jika ingin mempertahankan mahkotanya.
Turnamen tahun 2030 akan menjadi istimewa karena beberapa alasan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, turnamen ini akan berlangsung di enam negara dan tiga benua, sebagai bagian dari perayaan 100 tahun Piala Dunia oleh FIFA.
Maroko, Portugal, dan Spanyol akan menjadi tuan rumah bersama untuk turnamen tersebut, sementara tiga pertandingan peringatan seratus tahun akan digelar di Argentina, Uruguay, dan Paraguay.
Untuk memperingati satu abad kompetisi ini, ketiga negara Amerika Selatan tersebut masing-masing akan menjadi tuan rumah satu pertandingan babak pembuka, sementara sisa turnamen akan berlangsung di tiga negara utama penyelenggara.
Uruguay akan menggelar pertandingan untuk menghormati perannya sebagai tuan rumah Piala Dunia pertama pada tahun 1930, sedangkan pertandingan di Argentina akan memperingati perannya sebagai finalis pada ajang bersejarah tersebut.
Paraguay juga akan menjadi tuan rumah satu pertandingan karena merupakan markas dari CONMEBOL, satu-satunya konfederasi sepak bola kontinental yang ada pada masa itu.
Menurut kalender yang diajukan oleh FIFA, pertandingan peringatan di Uruguay, Argentina, dan Paraguay akan berlangsung pada 8 dan 9 Juni sebelum turnamen resmi dimulai di Maroko, Portugal, dan Spanyol pada 13 dan 14 Juni.
Partai final Piala Dunia dijadwalkan berlangsung pada 21 Juli, meskipun FIFA belum mengonfirmasi jadwal lengkap pertandingan.
Sebagai salah satu tuan rumah bersama sekaligus juara bertahan, Spanyol telah dipastikan lolos otomatis ke Piala Dunia 2030, di mana mereka akan berupaya menjadi negara pertama sejak Brasil pada 1962 yang berhasil mempertahankan gelar juara dunia.
Selain La Furia Roja, Portugal dan Maroko juga telah mengamankan tempat otomatis sebagai dua dari tiga tuan rumah utama.
Hal yang sama berlaku bagi Argentina, Paraguay, dan Uruguay, yang mendapatkan kualifikasi otomatis berkat peran mereka dalam peringatan seratus tahun.
Turnamen kualifikasi antar benua milik FIFA akan menentukan 42 tempat tersisa, kecuali jika turnamen ini diperluas menjadi 64 tim seperti yang baru-baru ini disinggung oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Piala Dunia 2026 merupakan yang pertama kali menampilkan 48 tim, namun FIFA tampaknya sudah mempertimbangkan kemungkinan ekspansi lebih lanjut untuk edisi 2030.
Infantino secara terbuka membahas peluang untuk menambah jumlah peserta menjadi 64 negara, dengan alasan bahwa Piala Dunia seratus tahun akan menjadi momen yang tepat untuk perubahan bersejarah tersebut.
Pria berusia 56 tahun itu, yang sebelumnya mendapat kritik akibat sejumlah kontroversi di Amerika Utara, menggambarkan format saat ini sebagai sebuah "kesuksesan besar" meskipun terdapat pendapat yang berbeda.
Namun, usulan tersebut memicu perdebatan luas, dengan banyak pihak mempertanyakan apakah turnamen yang lebih besar akan meningkatkan daya tarik atau justru menurunkan standar kompetisi.
Dengan segala hormat terhadap pencapaian heroik Tanjung Verde, hal itu masih dianggap sebagai kejutan sesaat.
Banyak pihak khawatir bahwa format dengan 64 tim dapat mengurangi keseimbangan kompetitif, menghasilkan lebih banyak pertandingan timpang, dan mengurangi makna dari proses kualifikasi.
Argumen utama di balik rencana ini bersifat komersial — membuka turnamen bagi lebih banyak tim akan meningkatkan peluang bagi negara-negara berpenduduk besar seperti Tiongkok, India, dan Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia.
Selain itu, hal ini juga memberi peluang lebih besar bagi tim seperti Nigeria dan Italia — juara dunia empat kali yang gagal lolos dalam tiga edisi terakhir — untuk kembali tampil, sesuatu yang belum sepenuhnya terwujud dalam format 48 tim.
Berbeda dengan edisi 2030 yang akan tersebar di enam negara di tiga benua, Piala Dunia 2034 akan berlangsung di satu negara tuan rumah saja.
Pada Desember 2024, FIFA mengumumkan bahwa Arab Saudi akan menjadi tuan rumah turnamen 2034, setelah melalui proses penawaran tanpa pesaing di mana mereka menjadi satu-satunya kandidat.
Namun, badan pengatur sepak bola dunia tersebut belum mengumumkan tanggal dan jadwal pertandingan untuk turnamen tersebut.
Piala Dunia 2038 menempati posisi menarik, karena dengan penyelenggaraan edisi 2030 yang mencakup Eropa dan Afrika, serta tiga pertandingan di Amerika Selatan, maka ketiga wilayah tersebut akan dikeluarkan dari rotasi tuan rumah.
Dengan edisi 2034 berlangsung di Asia, maka Amerika Utara dan Oseania menjadi kandidat utama, menjadikan Amerika Serikat sebagai calon kuat untuk menjadi tuan rumah tunggal Piala Dunia 2038.