TRIBUNNEWS.COM - Membangun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang tangguh tidak cukup hanya melalui bantuan modal. Pelaku usaha juga membutuhkan akses terhadap pengetahuan, pendampingan, serta dukungan kesehatan agar mampu bertahan dan terus berkembang.
Berangkat dari semangat tersebut, Yayasan Amal Bunda bersama Ethos Kreatif Indonesia menghadirkan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) bertajuk “Etawalin Dukung Perempuan Kuat di Setiap Peran” bagi 250 perempuan pelaku UMKM di Purwokerto, Jawa Tengah.
Melalui program itu, Yayasan Amal Bunda menghadirkan pendekatan pemberdayaan yang lebih komprehensif. Para peserta memperoleh pelatihan pengembangan usaha, mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, menerima paket sembako, serta bantuan uang tunai sebagai bentuk dukungan bagi perempuan yang setiap hari menjalankan peran sebagai pelaku usaha sekaligus penopang ekonomi keluarga.
Ketua Yayasan Amal Bunda Anita Ratna Faoziyah mengatakan, pemberdayaan perempuan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh keluarga maupun masyarakat.
"Ketika perempuan memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kapasitas, menjaga kesehatannya, dan memperluas wawasan, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan usaha. Dampaknya bukan hanya pada perkembangan UMKM, tetapi juga pada kesejahteraan keluarga yang mereka bangun setiap hari," ujar Anita dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Rabu (22/7/2026).
Baca juga: Sebar Bantuan Sembako, Yayasan Amal Indonesia Sasar Pesantren Tahfiz dan Disabilitas
Dalam pelaksanaannya, Yayasan Amal Bunda berkolaborasi dengan Ethos Kreatif Indonesia yang memandang perempuan pelaku UMKM memiliki kontribusi besar dalam memperkuat perekonomian masyarakat.
Chairman Ethos Kreatif Indonesia Mukit Hendrayatno menjelaskan bahwa kolaborasi ini menjadi salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap perempuan yang terus berjuang mengembangkan usahanya.
Dukungan terhadap gerakan pemberdayaan perempuan juga disampaikan Brand Ambassador Etawalin Maia Estianty. Ia mengajak para perempuan untuk terus mengembangkan potensi diri dan tidak berhenti belajar.
"Perempuan memiliki kekuatan luar biasa untuk terus bertumbuh. Saya berharap, program ini dapat menjadi awal lahirnya lebih banyak perempuan yang percaya diri, mandiri, dan mampu membawa usahanya berkembang lebih jauh," terang Maia.
Selain memperkuat kapasitas usaha, program ini juga menempatkan kesehatan sebagai bagian penting dari proses pemberdayaan. Melalui pemeriksaan kesehatan gratis, Yayasan Amal Bunda berharap, para pelaku UMKM semakin menyadari bahwa menjaga kesehatan merupakan modal utama untuk tetap produktif dalam menjalankan usaha.
Kolaborasi Yayasan Amal Bunda dan Ethos Kreatif Indonesia diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama memperluas akses pemberdayaan bagi perempuan pelaku UMKM. Dengan semakin banyak perempuan yang berdaya, diharapkan lahir UMKM yang lebih tangguh, keluarga yang lebih sejahtera, serta masyarakat yang semakin mandiri.
Baca juga: Mayoritas Pelaku UMKM Perempuan, Tantangan Bertahan 5 Tahun Jadi Titik Kritis