Gelombang Ke-24 Iran: Targetkan Aset Strategis AS & Hancurkan Infrastruktur Data Amazon di Bahrain
Hadiyya QurrataAyyuun July 22, 2026 12:12 PM

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) kembali melancarkan serangan balasan melalui gelombang ke-24 Operasi Nasr-2.

Di mana, targetnya adalah infrastruktur data pusat milik perusahaan AS, Amazon, di Bahrain.

Mengutip Tasnim pada (22/7), hal itu diumumkan IRGC dan dilakukan dalam operasi terbaru.

Lebih tepatnya, pasukan udara IRGC secara khusus membidik dan menghancurkan infrastruktur pusat data milik perusahaan raksasa asal Amerika Serikat, Amazon, di Bahrain.

Serangan bernilai strategis tersebut dilancarkan menggunakan sejumlah rudal jelajah presisi tinggi pada Selasa pagi.

Departemen Hubungan Masyarakat IRGC mengonfirmasi bahwa gempuran ini merupakan tindakan hukuman langsung atas rangkaian agresi militer Amerika Serikat.

Teheran mengecam keras serangan tentara AS di DarKhoveyn sehari sebelumnya yang menghantam fasilitas sipil serta proyek pembangunan hingga memakan korban anak-anak.

IRGC menegaskan bahwa tindakan brutal militer AS tersebut tergolong sebagai kejahatan perang yang tak bisa dibiarkan begitu saja.

Sebelum pembalasan ini pecah, militer AS tercatat telah membombardir wilayah Iran selama sembilan malam berturut-turut.

Situasi tersebut memaksa Angkatan Bersenjata Iran mengambil tindakan tegas dengan menyasar berbagai instalasi vital AS di seluruh kawasan Asia Barat.

Pihak IRGC berjanji akan menyampaikan laporan tambahan mengenai hasil operasi pembalasan ini secara berkala kepada publik Iran.

Konflik bersenjata antara Iran melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel ini sendiri bermula dari agresi pada (28/2) lalu.

Setelah empat puluh hari pertempuran sengit, ketangguhan perlawanan Iran sempat memaksa pihak lawan menerima gencatan senjata pada (8/4).

Pembekuan konflik tersebut bahkan ditindaklanjuti dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) berkat mediasi Pakistan pada (17/6).

Namun, perdamaian tak bertahan lama setelah Washington dinilai melanggar seluruh poin kesepakatan diplomasi tersebut secara sepihak.

Pelanggaran komitmen oleh Amerika Serikat itulah yang akhirnya memicu gelombang ke-24 serangan Iran hingga meremukkan infrastruktur data Amazon di Bahrain.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.