Pentagon Akui 100 Tentara AS Terluka seusai Perang Lawan Iran: Mengalami Cedera hingga Gegar Otak
Nathanael MoerRahardian July 22, 2026 12:12 PM

- Amerika Serikat mengakui hampir 100 personel militernya mengalami luka-luka dalam dua pekan terakhir akibat meningkatnya konflik dengan Iran.

Juru Bicara Pentagon, Sean Parnell, mengatakan sebagian besar korban mengalami cedera ringan, dan gegar otak. 

Dikutip dari theguardian.com pada Rabu (22/7), Sean menyebut, setelah tentara mendapatkan perawatan medis, sekitar 96 persen dari mereka telah kembali menjalankan tugas.

Selain korban luka, Pentagon juga mengungkapkan tiga tentara Amerika Serikat tewas dalam pertempuran yang terjadi di Yordania dan Irak selama sepekan terakhir.

Bertambahnya jumlah korban luka dan korban jiwa menunjukkan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran semakin meningkat.

Terkini, Sean membantah tuduhan bahwa Amerika Serikat menutupi jumlah korban akibat serangan Iran. 

Ia menegaskan, Pentagon terus memberikan perkembangan sesuai fakta yang ada.

Ketegangan terbaru antara kedua negara dipicu gagalnya kesepakatan gencatan senjata sementara yang sebelumnya dicapai pada pertengahan Juni 2026.

Setelah kesepakatan runtuh, Presiden Donald Trump menyatakan upaya perdamaian dengan Iran telah berakhir.

Sebagai respons, Amerika Serikat memperluas operasi militernya dengan melancarkan serangan udara selama 11 malam berturut-turut ke sejumlah target yang disebut sebagai fasilitas militer Iran.

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan militer Iran. 

Selain itu, menekan Teheran agar menghentikan tindakan yang dianggap mengancam kepentingan Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya di Timur Tengah. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.