BCA Syariah Awali Program Pembangunan 99 Masjid Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Faisal Zamzami July 22, 2026 11:22 AM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Bank Central Asia (BCA) Syariah mengawali program pembangunan 99 Masjid Asmaul Husna di Aceh Tamiang dengan membangun Masjid Ar Rahman sebagai masjid pertama dalam program tersebut.

Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Ar Rahman dilakukan oleh Business Head Funding, Services & Marketing Communication BCA Syariah, Mia R Amalia, bersama Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, Founder Yayasan Cinta Quran Fatih Karim, serta sejumlah perwakilan lainnya di Kampung Pematang Durian, Kecamatan Sekerak, Minggu (20/7/2026).

Lokasi pembangunan berada sekitar dua jam perjalanan dari Karang Baru, ibu kota Kabupaten Aceh Tamiang.

Mia mengatakan, BCA Syariah ingin hadir membantu masyarakat yang membutuhkan melalui pembangunan rumah ibadah sekaligus pemberdayaan masyarakat.

"Sebagai sahabat, kita harus hadir pada saat masyarakat paling membutuhkan uluran tangan. Ketika Cinta Quran Foundation dan Masjid Nusantara menginformasikan inisiatif 99 Masjid dan memilih Aceh Tamiang sebagai titik kick-off, kami langsung mengambil keputusan untuk mendonasikan satu bangunan masjid di sini," ujarnya.

Menurut Mia, dukungan BCA Syariah tidak berhenti pada pembangunan fisik masjid. Ke depan, pihaknya juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid.

"Pembangunan fisik ini baru langkah awal. Selanjutnya kami menyiapkan program pemberdayaan agar masjid ini tidak hanya menjadi pusat kegiatan spiritual, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan penggerak ekonomi warga sekitar," katanya.

Baca juga: Berbenah Pascabanjir Bandang, Aceh Tamiang Perkuat Edukasi Lingkungan kepada Masyarakat

Kehadiran BCA Syariah bersama Cinta Quran Foundation dan Masjid Nusantara disambut antusias warga Kampung Pematang Durian. Selama puluhan tahun, masyarakat setempat mendambakan masjid yang lebih layak.

Sekretaris Kampung Pematang Durian, Burhanuddin, mengatakan masjid tersebut awalnya dibangun pascabanjir pada 2006 di atas tanah hibah. Namun, karena bangunannya berbahan papan, kondisinya lapuk hingga akhirnya dibongkar.

"Masjid ini awalnya dibangun pascabanjir tahun 2006 di atas tanah hibah. Namun karena konstruksinya berbahan papan, bangunan itu lapuk dan akhirnya kami bongkar," ujarnya.

Setelah itu, warga berupaya membangun kembali masjid secara swadaya melalui iuran mingguan. Keterbatasan dana membuat pembangunan terhenti selama sekitar satu dekade.

"Prosesnya terbengkalai sekitar sepuluh tahun. Kami mulai gotong royong dari pembuatan fondasi mengandalkan iuran mingguan warga, sampai akhirnya terhenti," kata Burhanuddin.

Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Ar Rahman, Malik, mengungkapkan perjuangan warga mengumpulkan dana pembangunan. Untuk membangun kubah masjid di atas lahan seluas empat rante, masyarakat menggalang dana selama dua tahun sejak 2025.

"Kami patungan dari Rp200 ribu, Rp300 ribu, bahkan ada yang menyumbang hingga Rp2 juta. Dari situ terkumpul dana Rp47 juta khusus untuk membangun kubah," tuturnya.

Pembangunan masjid yang kini kembali berjalan membawa harapan baru bagi warga, terlebih setelah wilayah tersebut kembali dilanda banjir bandang pada November 2025.

"Kami sangat bangga dan bersyukur karena ada pihak yang bersedia melanjutkan tanggung jawab kami. Setelah masjid ini berdiri, kami siap menghidupkannya dengan pengajian rutin, pengajian anak-anak, dan program Magrib Mengaji," ujar Burhanuddin.

Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, mengapresiasi kepedulian BCA Syariah bersama Cinta Quran Foundation dan Masjid Nusantara dalam membantu masyarakat.

"Pembangunan ini merupakan buah dari keikhlasan. Mengingat kondisi pascabanjir yang membuat pemerintah daerah belum bisa mengalokasikan anggaran secara penuh, kami sangat berterima kasih kepada BCA Syariah, Cinta Quran Foundation, dan Masjid Nusantara," katanya.

Baca juga: Sarankan Korban Banjir Pakai Dana Stimulan untuk Jualan, Bupati Aceh Tamiang: Nanti Masyarakat Susah

Program 1 Donasi 2 Kebaikan

Sebagai bagian dari dukungan terhadap program 99 Masjid Asmaul Husna, BCA Syariah meluncurkan program 1 Donasi 2 Kebaikan.

Melalui program ini, nasabah yang menyalurkan donasi untuk pembangunan masjid menggunakan QRIS atau transfer melalui aplikasi BSya by BCA Syariah akan memperoleh tambahan infak dari BCA Syariah atas nama nasabah. Tambahan infak tersebut akan disalurkan untuk program orang tua asuh.

"Kami berharap inisiatif ini dapat mendorong kolaborasi lintas pihak dalam mendukung pembangunan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Mia.

Menanggapi harapan masyarakat agar tersedia layanan perbankan BCA Syariah di Aceh Tamiang, Mia mengatakan pihaknya berharap dapat segera membuka layanan di Kualasimpang.

"Mudah-mudahan kita bisa segera hadir di Kualasimpang," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.