Kepala BGN Mundur, Pengamat Ingatkan Prabowo Jangan Asal Pilih Pengganti
Dian Anditya Mutiara July 22, 2026 11:35 AM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Pengamat politik Fernando Emas meminta Presiden Prabowo Subianto mengutamakan kapasitas dan kapabilitas dalam memilih pengganti Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang yang mengundurkan diri dari jabatannya.

Menurut Fernando, posisi Kepala BGN sangat strategis karena bertanggung jawab menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo.

"Sebenarnya begini ya, saya berharap sekali dengan Pak Prabowo ketika beliau ingin mengangkat orang-orang, apalagi di program-program prioritas, harus orang-orang yang betul bisa memahami untuk bagaimana implementasi dari program-program tersebut," kata Fernando kepada Tribunnews.com, Rabu (22/7/2026).

Ia menilai pertimbangan dalam memilih pejabat publik seharusnya tidak hanya didasarkan pada kedekatan maupun loyalitas kepada presiden.

"Yang terutama sebenarnya kapasitas. Jangan asal bapak senang," ujarnya.

Baca juga: Kepala BGN Nanik S Deyang Resmi Mundur, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

Fernando berpendapat, pejabat yang memiliki kapasitas dan kapabilitas akan berupaya menjaga kepercayaan yang diberikan kepadanya dengan menjalankan tugas secara maksimal.

Respons Isu Sudaryono

Fernando juga menanggapi kabar yang menyebut Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menjadi salah satu kandidat pengganti Nanik S Deyang.

Menurutnya, siapa pun yang ditunjuk memimpin BGN harus memiliki latar belakang yang relevan dan memahami pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

"Kalau saya melihat dari Pak Sudaryono ini kan memang beliau ini latar belakangnya karena dekat dengan Pak Prabowo, terus kemudian diangkat jadi Wamentan karena memang dia anak petani. Jadi bukan hanya sekadar begitu," katanya.

Ia menegaskan, Kepala BGN idealnya memiliki pemahaman yang kuat mengenai implementasi program MBG, bukan semata-mata dipilih karena kedekatan dengan Presiden.

"Jadi bukan karena sekadar dekat atau loyalis," ujarnya.

Baca juga: Diduga Panik Namanya Disebut dalam Laporan JC Sony, Nanik Enggan Berkomentar 

Harus Punya Integritas

Selain kapasitas, Fernando menilai sosok Kepala BGN juga harus memiliki integritas yang telah teruji.

Ia bahkan menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan figur yang memiliki latar belakang di bidang gizi sehingga lebih memahami substansi program yang dijalankan.

"Jadi saya harap sekali misalnya latar belakang yang gizi dan kemudian integritasnya betul-betul sudah teruji. Karena belum jaminan ketika dekat dengan Pak Prabowo integritasnya akan teruji," katanya.

Meski demikian, Fernando mengakui Prabowo kemungkinan telah mengetahui rekam jejak Sudaryono karena telah lama bekerja bersama.

Namun, menurutnya, yang paling penting adalah kemampuan calon Kepala BGN dalam menjalankan program prioritas pemerintah.

Baca juga: Said Didu Berang Lihat Modus BGN Rampok Negara Lewat MBG, APBN Rp150 Triliun Dimanipulasi

"Mungkin Pak Prabowo sudah mengetahui bagaimana integritasnya. Tapi bagaimana kemampuan beliau, pemahaman beliau untuk mengimplementasikan dari program-program ini, apalagi kan program prioritas yang seharusnya Pak Prabowo lebih mengedepankan bagaimana program ini bisa berjalan dengan baik, bukan hanya sekadar mengakomodir orang-orang yang di sekitarnya," ujarnya.

Fernando menambahkan, apabila Presiden ingin memberikan jabatan kepada orang-orang yang telah berjasa atau berada di lingkaran dekatnya, hal tersebut sebaiknya dilakukan pada sektor lain.

"Kalaupun beliau akan mengakomodir orang-orang yang di sekitarnya, orang-orang yang berpartisipasi untuk memenangkan beliau, itu bisalah di program-program lain. Tapi jangan di program-program prioritas," tuturnya.

Menurut Fernando, langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo dan memastikan program MBG berjalan sesuai target. (*)

Sumber: Tribunnews.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.