PSG Menyerah Mengejar Target Real Madrid dan Barcelona
Hendra Wijaya July 22, 2026 11:57 AM

Paris Saint-Germain (PSG) telah menghentikan upaya mereka untuk merekrut bintang muda Lille berusia 18 tahun, Ayyoub Bouaddi, dan kini mendinginkan minat terhadap gelandang yang sangat diminati itu. Juara Prancis tersebut memilih untuk fokus pada potensi dalam skuad mereka sendiri, yang secara efektif membuka jalan bagi raksasa La Liga, Real Madrid dan Barcelona, untuk memimpin perburuan terhadap talenta muda Maroko paling menjanjikan di Eropa.

PSG Mendinginkan Minat Demi Lindungi Talenta Internal

PSG memutuskan untuk mundur secara signifikan dari persaingan mendapatkan permata Lille, Bouaddi, pada bursa transfer musim panas ini. Meskipun sebelumnya telah melakukan beberapa penyelidikan awal terkait ketersediaan sang pemain muda di pasar transfer, para petinggi klub akhirnya memutuskan untuk mengalihkan strategi mereka dari sang gelandang dinamis tersebut.

Menurut laporan dari L'Equipe, pihak PSG menilai bahwa mereka tidak akan memprioritaskan perekrutan gelandang tengah baru untuk skuad asuhan Luis Enrique. Alasan di balik keputusan untuk menghentikan pengejaran Bouaddi adalah keinginan kolektif klub untuk membuka jalur perkembangan yang lebih jelas bagi para pemain muda yang sudah ada di dalam tim. Setelah memperpanjang kontrak beberapa pemain seperti Senny Mayulu, Fabián Ruiz, dan Lucas Beraldo, serta meningkatnya peran struktural dari Desire Doue, PSG merasa sudah cukup kuat di sektor tengah lapangan.

Raksasa Spanyol Tetap Memburu Bouaddi

Meski PSG telah mundur, perebutan tanda tangan Bouaddi masih jauh dari selesai. Pemain berusia 18 tahun itu tetap menjadi salah satu talenta paling dicari di generasinya, terutama setelah penampilannya di Piala Dunia menarik perhatian klub-klub elit Eropa. Real Madrid dan Barcelona disebut masih sangat berminat terhadap sang gelandang.

Hingga saat ini, belum ada tawaran konkret yang diajukan oleh kedua klub besar Spanyol tersebut, namun keluarnya PSG dari persaingan membuat situasinya menjadi lebih sederhana. Dengan berkurangnya pesaing lokal, jalan kini lebih terbuka bagi Madrid atau Barca untuk melangkah maju jika mereka ingin mempercepat negosiasi. Pemain muda asal Prancis itu dianggap sebagai aset strategis jangka panjang, dan banyak pemandu bakat menilai ia sudah siap untuk bergabung dengan lingkungan sepak bola top Eropa dalam waktu dekat.

Catatan Bersejarah Menegaskan Potensi Besar

Setelah menanjak cepat melalui akademi Lille, Bouaddi mencatatkan diri sebagai pemain termuda dalam sejarah Ligue 1 yang mencapai 50 penampilan liga, melampaui rekor usia yang sebelumnya dipegang oleh mantan bintang Lille, Eden Hazard.

Kematangan Bouaddi semakin terlihat selama perjalanan Maroko hingga perempat final Piala Dunia 2026. Ia tampil dalam lima pertandingan selama turnamen tersebut dan mencatatkan sejarah sebagai pemain termuda kedua yang pernah menjadi starter di perempat final Piala Dunia, hanya kalah dari Pele.

Lille Tetap dalam Posisi Tawar yang Kuat

Di tengah hiruk-pikuk rumor transfer, presiden Lille, Olivier Letang, tetap memiliki posisi tawar yang sangat kuat di balik layar. Klub tersebut telah dengan cermat mengamankan masa depan Bouaddi melalui perpanjangan kontrak jangka panjang hingga Juni 2029, sehingga manajemen klub sama sekali tidak berada di bawah tekanan finansial untuk melepas sang pemain dengan harga murah dalam waktu dekat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.