TRIBUN-MEDAN.com - DPR menanggapi mundurnya Nanik S Deyang dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Pengunduran diri Nanik S Deyang cukup mengejutkan.
Apalagi Nanik baru sekitar 1 bulan lebih menduduki kursi kepala BGN.
Nanik dilantik sebagai BGN oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 8 Juni 2026.
Sebelumnya, Nanik yang menjabat wakil kepala BGN menggantikan posisi Kepala BGN Dadan Hindayana yang kini dicopot Presiden Prabowo.
Dadan kemudian ditangkap dan ditahan atas dugaan kasus korupsi.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris menilai pengunduran diri Nanik S Deyang dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) harus menjadi momentum perbaikan menyeluruh terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebelumnya, Nanik S Deyang dikabarkan telah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengundurkan diri dari jabatannya karena harus menjalani pengobatan jantung.
Terkait hal tersebut, Charles mengaku menghormati keputusan pribadi Nanik dan turut mendoakan kesembuhan untuk mantan Kepala BGN tersebut.
"Saya menghormati keputusan Ibu Nanik untuk mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Saya mendoakan agar beliau diberikan kelancaran dalam menjalani pengobatan dan segera pulih," kata Charles kepada wartawan, Rabu (22/7/2026).
Meski demikian, Charles menegaskan bahwa pergantian pucuk pimpinan BGN tidak boleh dipandang sebatas pergantian figur semata.
Ia menyoroti perlunya evaluasi besar-besaran karena selama ini pelaksanaan program andalan pemerintah tersebut kerap diwarnai masalah.
"Selama ini kita melihat berbagai persoalan dalam pelaksanaan MBG, mulai dari kasus keracunan massal, persoalan tata kelola, hingga dugaan konflik kepentingan," ujar Charles.
Karena berbagai polemik tersebut, Charles menekankan bahwa siapa pun sosok yang nantinya ditunjuk Presiden untuk memimpin BGN ke depan, harus memiliki keberanian untuk mengambil tindakan tegas.
"Siapa pun yang memimpin BGN ke depan harus berani melakukan evaluasi dan redesign program agar lebih tepat sasaran, lebih aman, lebih akuntabel, dan sesuai dengan kemampuan fiskal negara," tegasnya.
Lebih lanjut, Charles memastikan bahwa Komisi IX DPR RI akan terus memperketat pengawasan terhadap kinerja Badan Gizi Nasional.
Ia berharap pergantian kepemimpinan ini benar-benar menjadi titik awal perbaikan bagi lembaga tersebut.
"Yang terpenting bukan hanya siapa yang memimpin, tetapi apakah rakyat benar-benar mendapatkan manfaat dari program ini secara aman, efektif, dan berkelanjutan," imbuhnya.
Selain pengunduran diri Nanik, di BGN kini ada lima pejabat tinggi madya baru yang akan bertugas sebagai Sekretaris hingga Deputi dalam melaksanakan program MBG
Sejumlah pejabat baru yang diperkenalkan berasal dari sejumlah kementerian hingga institusi pemerintah yang ditunjuk langsung oleh Presiden
Mereka duduk berbaris bersama Wakil Kepala BGN, Agustina Harumsari dan Mayjen TNI (Purn) Trenggono.
"Kemarin sore, kami mendapat Keppres yang ditandatangani Pak Presiden, mengangkat beliau-beliau ini sebagai pejabat tinggi madya di lingkungan BGN," kata Wakil Kepala BGN, Agustina Harumsari dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).
Dari lima orang, satu di antaranya yakni eks Kapuspenkum Kejaksaan Agung (Kejagung), Ketut Sumedana yang resmi dilantik sebagai Deputi bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN.
"Tentu saja kami senang sebagai pimpinan BGN karena memang kami membutuhkan tim, ya, untuk bersama-sama memperbaiki BGN, memperbaiki program Makan Bergizi Gratis," tuturnya.
1. Dr. Lili Khamiliyah, S.E., M.Si selaku Sekretaris Utama
2. dr. Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea, M.K.M. selaku Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola
3. Zainuri, Ak. selaku Deputi bidang Penyediaan dan Penyaluran
4. Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si. selaku Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama
5. Dr. Ketut Sumedana, S.H., M.H. selaku Deputi bidang Pemantauan dan Pengawasan
Beginilah pengakuan alasan Nanik S Deyang mundur dari jabatan Kepala BGN.
Pengunduran diri Nanik disampaikan melalui media sosialnya pada hari ini, Rabu, (22/7/2026).
Nanik mengundurkan diri karena masalah kesehatan sehingga harus menjalani pengobatan sakit jantung di luar negeri.
Nanik, mengaku Presiden Prabowo telah menyetujui pengunduran dirinya.
Namun, kata dia Presiden Prabowo memintanya mengawasi program MBG.
"Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," tulisnya.
Menurut Nanik, Presiden kemungkinan akan membentuk Dewan Pengawas BGN. Ia diminta menjadi Ketua Dewan Pengawas BGN.
Baca juga: Pengakuan Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN Disetujui Prabowo, Bocorkan Calon Penggantinya
"Kemungkinan Presiden akan membentuk Dewan Pengawas, di mana saya disuruh menjadi Ketua Dewan Pengawasnya (kalau mencereweti kayaknya masih bisa yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut)," tulis Nanik.
Baca juga: Jaksa Agung Resmi Surati Presiden Prabowo Usulkan Calon Pejabat Baru Jampidus Pengganti Febrie
Nanik mengatakan, dirinya akan tetap berjuang dan mendukung Presiden dalam menjalankan program program yang bersentuhan dengan rakyat salah satunya MBG.
“14 tahun ikut beliau, saya tau persis program MBG bukan untuk tujuan politis seperti yang dituduhkan orang, tapi sebagai program untuk benar-benar intervensi gizi anak -anak agar tumbuh menjadi generasi emas dan juga untuk menjaga kesehatan mereka,” pungkasnya.
Dalam unggahannya di media sosial, Nanik membocorkan calon sosok penggantinya.
Menurut Nanik penggantinya adalah sosok yang sudah ia anggap sebagai adik.
“Insyallah pengganti saya adalah "adik saya" dimana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yg menyimpang,” kata Nanik.
Meskipun demikian Nanik tidak menyebutkan lebih jauh siapa yang akan menggantikannya tersebut. Nanik hanya mengajak semua pihak untuk mendukung program MBG.
“Mari kita dukung program MBG, Bismillah ini akan membawa kebaikkan untuk anak anak Indonesia dan juga perekonomian di daerah,” katanya.
Nanik S Deyang mundur dari jabatannya. Nanik menyampaikan hal tersebut melalui akun facebooknya, Rabu, (22/7/2026).
Masalah kesehatan menjadi penyebab Nanik mundur dari jabatannya.
“Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya,” tulis Nanik.
Nanik mengatakan dirinya berat hati untuk mundur dari Kepala BGN. Ia harus melakukan pengobatan ke luar negeri pada hari ini, Rabu, (22/7/2026).
“Ini bukan karena tidak percaya dokter yg hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yg mau saya tuju,” katanya.
Untuk informasi, BGN belakangan tengah disorot setelah sejumlah petingginya terjerat kasus korupsi tata kelola program makan bergizi gratis (MBG) yang ditangani Kejaksaan Agung.
Dalam perkara ini Korps Adhyaksa telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka kasus korupsi tata kelola program MBG.
Ketujuh tersangka itu memiliki peran berbeda-beda mulai dari soal pengadaan barang dan jasa, jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga dugaan korupsi penjualan Food Tray atau Ompreng MBG.
Selain tujuh tersangka, sebelumnya Kejagung juga mengungkap adanya keterlibatan oknum Kolonel TNI berinisial BU dalam perkara tersebut.
Akan tetapi penanganan dugaan keterlibatan Kolonel BU itu kini telah dilimpahkan dari Jampidsus Kejagung kepada Jaksa Agung Muda Pidana Militer (Jampidmil) Kejagung karena statusnya merupakan prajurit TNI aktif.
Baca juga: Jadwal Siaran Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Laga Perdana Indonesia vs Kamboja
Status hukum daripada Kolonel BU hingga kini juga masih misteri.
Pasalnya belum ada penjelasan lebih lanjut dari Kejaksaan ihwal status hukum dari oknum perwira menengah TNI tersebut atas kasus MBG ini.
Baca juga: Pengakuan Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN Disetujui Prabowo, Bocorkan Calon Penggantinya
Berikut adalah tujuh orang yang sudah ditetapkan tersangka korupsi MBG;
1. Eks Kepala BGN Dadan Hindayana
2. Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya
3. Eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung
4. Pihak Swasta Asep Yusuf Somantri
5. Vendor Motor Listrik Andri Mulyono
6. Ketua Yayasan Indonesia Food Security Riview, Glory Harimas Sihombing
7. Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan Mahardan.
Baca juga: Daftar Nama 5 Pejabat Baru BGN, Nanik Mundur dari Kepala BGN, Siapa Pengganti Nanik
(*/tribun-medan.com/ Tribunnews.com)