NASIB BGN Usai Ditinggal Nanik S Deyang, Bakal Dipimpin Sudaryono?
Ilham Fazrir Harahap July 22, 2026 12:10 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi sorotan usai Nanik S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala BGN.

Sebelumnya, ada Dadan Hindayana yang terjerat kasus korupsi, justru Nanik sebagai penggantinya memilih mengundurkan diri padahal baru menjabat 45 hari.

Lantas bagaimana nasib BGN ke depan?

Sudaryono dikabarkan akan menjabat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri.

Baca juga: Nanik S Deyang Ngaku Stres Berurusan dengan Dana MBG dan Pilih Mundur: Sumpah Trauma Akut

Sudaryono saat ini sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono.

Nanik mengundurkan diri dengan alasan menjalani perawatan kesehatan di luar negeri.

Dalam unggahan Nanik S Deyang di media sosial pagi ini, Nanik membocorkan sedikit informasi (spill) calon sosok penggantinya. 

“Insya Allah pengganti saya adalah "adik saya" dimana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yang menyimpang,” kata Nanik.

BGN merupakan lembaga pemerintah yang bertanggung jawab langsung dalam merumuskan, menetapkan, dan melaksanakan kebijakan pemenuhan gizi nasional.

BGN juga bertanggungjawab atas pengelolaan program strategis pemerintahan Prabowo yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk masyarakat.

Baca juga: Gubsu Bobby Soal Buka Jalur Tol Jalur Nasional Medan-Berastagi Buntut Kecelakaan Maut Sibolangit

Profil Sudaryono

Sudaryono lahir di Grobogan, 23 Januari 1985, dan berasal dari keluarga petani.

Ia mendapat pendidikan di SMA Taruna Nusantara (2000-2003) dan mendapat predikat lulusan terbaik. 

Sudaryono kemudian melanjutkan pendidikan Teknik Mesin di Akademi Pertahanan Jepang (2004-2009), S-2 Administrasi Bisnis di Swiss German University (2015-2018), dan S-3 Keuangan di IPB (2020-2023).

Sudaryono dikenal dekat dengan Presiden Prabowo Subianto. 

Setelah kembali dari pendidikannya di Jepang, yakni tahun 2010, dia dipercaya sebagai asisten pribadi Prabowo hingga lima tahun ke depan.

Pada Pilkada Jawa Tengah 2024 dia sempat santer dikabarkan akan maju sebagai calon gubernur. Namun, pada akhirnya dia batal maju.

Baca juga: Perselingkuhan Suami Terbongkar lewat Chat, Selingkuhan Doakan agar Istri Cepat Meninggal Dunia

Adapun saat ini dia menjadi Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah. Dia juga pernah dipercaya sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (2020-2025).

Sudaryono mengawali karier profesionalnya dari tahun 2014 sebagai Corporate Secretary di Nusantara Energy, kemudian dipercaya menjadi CEO Garuda TV pada 2018. 

Selanjutnya, ia juga menjadi CEO PT Nusantara Telematics System sejak 2019, dan Chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma sejak 2020.

Politikus itu juga aktif dalam berbagai organisasi misalnya dengan menjadi Ketua Umum DPP APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia), dan Ketua Dewan Pembina PAPERA (Pedagang Pejuang Indonesia Raya), Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), dan Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia (TMI).

Pada tanggal 18 Juli 2024 Sudaryono dilantik menjadi Wakil Menteri Pertanian Indonesia oleh Presiden Joko Widodo. Dia mengemban jabawan itu hingga sekarang.

Selain itu, dia juga menjadi Komisaris Utama Pupuk Indonesia sejak 16 Juni 2025. Dia menggantikan Darmin Nasution.

Pengakuan Nanik Mundur dari BGN

KEPALA BGN - Nanik S Deyang dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto, Senin (8/6/2026) kemarin.
KEPALA BGN - Nanik S Deyang dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto, Senin (8/6/2026) kemarin. (Tribun Medan Kolase)

Nanik S Deyang ngaku stres berurusan dengan dana MBG.

Adapun Nanik S Deyang mundur dari jabatannya Ketua BGN pada Rabu (22/7/2026).

Nanik S Deyang juga mengungkap alasannya memilih mundur.

Dimana ia mengungkap kondisi kesehatannya menjadi alasannya mundur dari jabatannya.

Melalui unggahan di media sosial, Nanik S Deyang menyampaikan bahwa saat ini dirinya ingin lebih fokus pada proses pemulihan kesehatan setelah sempat mengalami gangguan pada jantung hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Nanik juga menuliskan jika dirinya trauma jika harus berurusan dengan dana MBG.

Trauma ini terungkap saat Nanik juga mengatakan jika saat pamitan Prabowo memintanya tak langsung meninggalkan BGN. 

"Saya diminta tetap ikut mengawasi BGN. Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas dimana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya," tulis Nanik di akun facebooknya. 

Nanik menyatakan kesanggupannya menjadi pengawas asal tidak berhubungan dengan uang. 

"Kalau  mencereweti kayaknya masih bisa yg penting tidak berhubungan dengan pegang  uang , sumpah trauma akuttt," tulisnya dengan emoticon tertawa. 

Nanik menegaskan tetap akan mendukung program besutan Prabowo ini. 

"Saya tetap berjuang  dan mendukung Pak Presiden yang saat ini sangat keras berupaya memperbaiki kehidupan  rakyat Indonesia. 

14 tahun ikut beliau , saya  tau persis program MBG bukan untuk tujuan politis seperti yang dituduhkan orang, tapi sebagai program untuk benar-benar intervensi gizi anak -anak agar tumbuh menjadi generasi emas dan juga untuk menjaga kesehatan mereka.

Di akhir postingannya, Nanik kembali menegaskan akan konsentrasi pada kesehatannya 

"Saya konsentrasi di kesehatan dulu ya prens."

Sumbatan pada Arteri Jantung

Sebelumnya dalam curhatannya, Nanik mengatakan hasil pemeriksaan dokter menunjukkan adanya sumbatan pada arteri jantung.

Menurut Nanik, kondisi tersebut berkaitan dengan kadar kolesterol tinggi serta tekanan stres yang berat selama menjalankan tugas.

“Menurut dokter saya ada sumbatan di arteri jantung yang selain karena kolesterol tinggi, juga dipicu juga oleh stres yang luar biasa,” tulis Nanik.

Ia mengungkapkan, salah satu tekanan terbesar yang dirasakannya selama memimpin BGN adalah tanggung jawab dalam mengelola anggaran negara yang besar.

Kekhawatiran agar setiap penggunaan anggaran berjalan sesuai aturan membuatnya mengalami tekanan psikologis yang berat.

Nanik mengatakan, dirinya menjadi sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan, termasuk meminta pemeriksaan dan pendampingan sebelum menandatangani berbagai dokumen.

“Saking takutnya saya memegang anggaran besar, sampai tanda tangan apapun saya tidak mau sendiri harus dua Waka ikut paraf,” ujarnya.

Menurut Nanik, tekanan tersebut perlahan berdampak pada kondisi fisiknya. 

Ia mengaku kerap merasa cemas ketika menghadapi banyak dokumen pekerjaan hingga tubuhnya mengalami reaksi seperti panas dingin.

Nanik pun meminta doa agar diberikan kekuatan untuk menjalani masa pemulihan.

Ia menyebut keputusan untuk meninggalkan jabatan di BGN diambil agar dapat lebih berkonsentrasi menjaga kesehatannya.

“Saya sudah pamit kepada presiden, jangan lama-lama saya di BGN karena saya mau konsen untuk kesehatan saya,” tulisnya.

Meski memilih fokus pada kesehatan, Nanik tetap berharap program BGN dapat berjalan dengan baik. 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang selama ini mendukungnya selama menjalankan tugas.

Baru Sebulan Lebih Menjabat

Nanik Sudaryanti Deyang  diangkat menjadi Kepala BGN baru menggantikan Dadan Hindayana pada Selasa (2/6/2026) lalu.

Dia menggantikan Dadan setelah terjerat dugaan kasus korupsi.

Jejak karir Nanik S Deyang mulai bergeser ke panggung politik praktis saat dirinya merapat sebagai salah satu pendukung setia Prabowo Subianto.

Ketika itu, Nanik menjadi tim sukses Prabowo di tahun 2019 saat maju bersama Sandiaga Uno.

(*/tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.