Biosolar B50 Mengalir di 590 SPBU se-Sulawesi, Tersedia di 35 SPBU Sulbar Harga Rp6.800 per Liter
Ilham Mulyawan July 22, 2026 01:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM - Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperluas implementasi penyaluran Biosolar B50 di wilayah Sulawesi,. sebagai bagian dari dukungan terhadap kebijakan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional serta meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).

Untuk diketahui, Biosolar B50 adalah bahan bakar diesel campuran yang terdiri 50 persen biodiesel nabati berbasis minyak kelapa sawit atau CPO, dan 50 persen solar fosil. 

Mulai disalurkan Pertamina sejak 1 Juli 2026, dan termasuk Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi seharga Rp6.800 per liter.

Baca juga: Guru Besar STAIN Majene Dukung KPI ASN, Minta Diiringi Skema Pembinaan Pegawai

Baca juga: Kunci Gitar Iqro Raim Laode, Lagu yang Mengajak Merenungi Arti Kehidupan

Penyaluran Biosolar B50 di seluruh wilayah operasional Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dilakukan bertahap. 

Pelaksanaan distribusi dilakukan mengikuti kesiapan rantai pasok, infrastruktur terminal, serta kedatangan pasokan di masing-masing wilayah agar proses transisi berjalan lancar tanpa mengganggu kebutuhan energi masyarakat.

Seluruh Main Terminal Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi yang berada di Makassar, Bitung, Baubau, dan Donggala telah melayani penyaluran Biosolar B50. 

Sementara itu, implementasi di Fuel Terminal dan End Terminal terus dilanjutkan secara bertahap sesuai kesiapan operasional dan jadwal suplai, sehingga seluruh jaringan distribusi dapat beroperasi secara optimal.

Hingga 22 Juli 2026 Biosolar B50 telah tersedia di 590 SPBU yang tersebar di enam provinsi di Pulau Sulawesi.

Rinciannya 280 SPBU di Sulawesi Selatan, kemudian 102 SPBU di Sulawesi Tenggara, lalu 76 SPBU di Sulawesi Tengah, berikutnya 71 SPBU di Sulawesi Utara, sedangkan Sulawesi Barat sebanyak 35 SPBU, dan terakhir 26 SPBU di Gorontalo. 

Cakupan tersebut akan terus bertambah sejalan dengan penyelesaian tahapan implementasi di seluruh terminal penyalur.

Dalam proses implementasinya, Pertamina memastikan seluruh aspek operasional mulai dari kualitas produk, kesiapan sarana dan prasarana, hingga sistem distribusi telah dipersiapkan sesuai standar yang berlaku. 

"Penyaluran Biosolar B50 berlangsung aman, andal, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Sulawesi," ujar Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto.

Program Transisi Energi Nasional

Lilik menuturkan, implementasi Biosolar B50 merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung program transisi energi nasional, sekaligus menjaga keandalan layanan distribusi BBM kepada masyarakat.

"Pertamina memastikan proses implementasi berjalan sesuai standar operasional sehingga kualitas produk tetap terjaga, distribusi berlangsung lancar, dan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi," ujar Lilik.

Implementasi Biosolar B50 tidak terlepas dari koordinasi yang terus dilakukan bersama regulator, pemerintah daerah, serta berbagai mitra operasional di lapangan.

Melalui perluasan penyaluran Biosolar B50, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus mendukung program transisi energi nasional sekaligus memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat, sektor transportasi, industri, maupun pelaku usaha di seluruh wilayah Sulawesi tetap terjaga. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.