TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR, Jembatan di Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, yang sebelumnya ambles dan terancam ambruk kini mulai diperbaiki. Selama proses pembangunan berlangsung, akses kendaraan yang melintasi jembatan ditutup total.
Perbaikan dimulai sejak Selasa (21/7/2026) dengan pembongkaran seluruh struktur jembatan lama. Hingga Rabu (22/7/2026), para pekerja telah memulai pemasangan besi sebagai rangka pembangunan jembatan baru.
Penutupan total dilakukan demi keamanan masyarakat sekaligus memperlancar proses konstruksi.
Warga Desa Sidodadi, Hadi Isnanto, mengatakan seluruh kendaraan kini harus menggunakan jalur alternatif melalui jalan kampung.
Menurutnya, warga secara bergantian berjaga di sekitar lokasi untuk membantu mengarahkan pengendara agar tidak melintas ke area proyek.
"Untuk sementara kendaraan dialihkan lewat jalan kampung. Warga berjaga membantu mengalihkan kendaraan yang melintas di lokasi," kata Hadi.
Ia berharap proses pembangunan berjalan lancar sehingga akses utama masyarakat dapat segera difungsikan kembali.
"Semoga proses pembangunan jembatan berjalan lancar agar akses jalan di lokasi bisa dibuka kembali untuk kendaraan," ujarnya.
Jembatan Lama Dibongkar Total
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Blitar, Hamdan Zulkifli Kurniawan, menjelaskan bahwa kondisi jembatan tidak memungkinkan untuk diperbaiki sebagian sehingga diputuskan dibangun ulang secara menyeluruh.
Seluruh struktur lama dibongkar dan diganti menggunakan konstruksi **Ultra Rapid Concrete (URC)
"Jembatan dibongkar total, lalu dibangun ulang dengan URC. Sekarang proses pembangunan sudah berlangsung," jelas Hamdan.
Diperkirakan Selesai Dalam Waktu Sebulan
DPUPR Kabupaten Blitar menargetkan pembangunan selesai sekitar satu bulan.
Lamanya pengerjaan dipengaruhi proses pengerasan beton yang membutuhkan waktu agar konstruksi benar-benar kuat sebelum dapat dilalui kendaraan.
"Paling tidak butuh waktu sekitar satu bulan akses jembatan sudah bisa dibuka kembali, karena proses pembangunan harus menunggu umur beton," ujarnya.
Jalur Vital Penghubung Blitar, Wlingi hingga Kediri
Hamdan menegaskan, Jembatan Sidodadi merupakan salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat.
Selain menghubungkan wilayah Kecamatan Garum, jalur tersebut juga menjadi alternatif menuju Wlingi, Batu, Nglegok, hingga Kabupaten Kediri.
Karena perannya yang vital, pemerintah memprioritaskan percepatan pembangunan agar aktivitas warga tidak terganggu terlalu lama.
"Jembatan langsung kami perbaiki agar cepat tertangani, karena memang akses vital masyarakat," katanya.
Sebelum diperbaiki, kondisi jembatan sempat mengkhawatirkan. Sebagian badan jembatan ambles sekitar 20 sentimeter dari permukaan jalan.
Kerusakan terjadi pada lebih dari separuh lebar jembatan sehingga warga menutup area yang rawan ambrol menggunakan bambu dan karung sebagai penanda bahaya.
Selama beberapa hari sebelum proyek dimulai, arus kendaraan di lokasi diberlakukan sistem buka-tutup guna mengurangi risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
(Tribunmataraman.com)