Nanik S Deyang Ungkap Permintaan Khusus Prabowo Usai Mundur: 'Diminta Tetap Ikut Mengawasi MBG'
Candra Isriadhi July 22, 2026 02:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pengunduran diri Nanik S Deyang dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) ternyata tak membuat dirinya benar-benar meninggalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di balik keputusan tersebut, Nanik mengungkap adanya rencana Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk Dewan Pengawas (Dewas) Makan Bergizi Gratis.

Nantinya, Nanik disebut akan dipercaya mengemban tugas sebagai Ketua Dewas MBG.

KABAR PROGRAM MBG - Nanik S Deyang mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Rabu (22/7/2026).
KABAR PROGRAM MBG - Nanik S Deyang mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Rabu (22/7/2026). (Facebook/Naniek S Deyang)

Informasi itu disampaikan Nanik usai mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Kepala BGN pada Rabu (22/7/2026).

Nanik menjelaskan, keputusan mundur dari jabatan struktural di Badan Gizi Nasional diambil karena kondisi kesehatannya yang menurun.

Ia mengaku harus menjalani pengobatan penyakit jantung koroner yang dideritanya, termasuk berencana menjalani perawatan di luar negeri.

Baca juga: Setelah Tuai Kontroversi, Istana Minta Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo Benahi Komunikasi Publik

Meski demikian, Nanik memastikan dirinya masih akan tetap berkontribusi dalam mengawal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Menurut Nanik, Presiden Prabowo Subianto menginginkan dirinya tetap terlibat dalam pengawasan Badan Gizi Nasional melalui Dewan Pengawas MBG yang akan dibentuk.

"Karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," bebernya.

Nanik mengaku siap apabila nantinya dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Pengawas MBG.

NASIB PROGRAM MBG - Ilustrasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG.
NASIB PROGRAM MBG - Ilustrasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG. (Dok./Biro Hukum dan Humas)

Baginya, peran tersebut tetap memungkinkan dirinya berkontribusi bagi program Makan Bergizi Gratis tanpa harus memikul tanggung jawab sebagai pejabat struktural.

Ia pun berkelakar bahwa dirinya tidak lagi ingin direpotkan dengan urusan pengelolaan anggaran negara.

Nanik pun mengaku siap apabila menjadi Dewas MBG. Asalkan menurutnya tidak memegang anggaran negara yang membuatnya pusing.

Dengan rencana pembentukan Dewan Pengawas MBG tersebut, Nanik dipastikan masih akan memiliki peran dalam mengawal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis meski telah resmi mengundurkan diri dari posisi Kepala Badan Gizi Nasional.

Baca juga: Makin Panas! Iran Sebar Rekaman Peluncuran Rudal dan Drone, Konflik dengan AS Kembali Memanas

“Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas dimana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya (kalau mencereweti kayaknya masih bisa yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang , sumpah trauma akut,” bebernya. 

Nanik memastikan MBG tetap akan berjalan selama Prabowo menjadi Presiden.

Hal ini lantaran MBG bukan untuk tujuan politis seperti yang dituduhkan orang, tapi sebagai program untuk benar-benar intervensi gizi anak -anak agar tumbuh menjadi generasi emas dan juga untuk menjaga kesehatan mereka.

Selain itu MBG juga diyakini menciptakan multiplier effect (efek ganda) sebab dari program MBG juga bisa menggerakan ekonomi bawah atau ekonomi masyarakat. 

POLEMIK DAPUR MBG - Ilustrasi dapur MBG.
POLEMIK DAPUR MBG - Ilustrasi dapur MBG. (KOMPAS.com/Biro Hukum dan Humas BGN)

Misalnya saja agar nilai jual hasil pertanian dan pertenakan di dalam negeri menjadi layak.

“Terbukti kemarin 3 Minggu libur sekolah  dan MBG libur, petani dan peternak mengeluh karena hasil pertanian dan peternakan mereka tidak terserap dan harganya jatuh. Demikian juga pedagang di pasar juga sampai harus membuang-buang sayur dan buahnya,” bebernya.

Saat ini juga kata Nanik sudah dibuat 11 Tim untuk melakukan reformasi total di BGN, mulai tim refocusing yaitu untuk memastikan apakah 62 juta lebih penerima manfaat saat ini tepat sasaran.

Presiden juga disebut sudah menyetujui agar program MBG lebih ditujukan ke 3B yakni Balita, Busui dan Bumil serta anak -anak SD dan SMP juga siswa semua tingkatan sekolah di kawasan 3T.

Selain itu ada juga tim evaluasi untuk 27.877 SPPG yang  sudah operasional, karena tidak semua SPPG memenuhi syarat sesuai petunjuk teknis (Juknis). 

Kemudian juga ada tim program MBG di kawasan 3T ( tertinggal, terdepan dan terluar) yang sebagian besar masih sulit dijangkau dengan transportasi umum. 

Sebagai informasi Nanik diangkat menjadi Wakil Kepala BGN pada 17 September 2025.

Kemudian setelah kasus korupsi menimpa badan tersebut dan menjerat tiga petinggi di BGN, Nanik pada 2 Juni 2026 diangkat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Dadan Hindayana.

Namun selain menjadi Kepala BGN, Nanik juga tercatat menjadi Komisaris Independen Pertamina sejak 12 Juni 2025.

Korupsi BGN yang melibatkan tiga pejabat tertinggi BGN membuat publik sangsi dengan program nasional tersebut.

Terlebih program itu menghabiskan anggaran raksasa mencapai Rp229 triliun.

(Tribunnewsmaker.com/WartaKotalive.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.