Perbaikan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Dimulai, Pohon di Sekolah Rusak Ditebang
Dian Anditya Mutiara July 22, 2026 03:35 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Penanganan SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mulai menunjukkan perkembangan setelah hampir dua tahun bangunan sekolah yang rusak belum diperbaiki.

Pada Rabu (22/7/2026), petugas melakukan penebangan pohon di area sekolah sebagai bagian dari penanganan awal sebelum proses perbaikan.

Kendaraan dinas dari Suku Dinas Kehutanan Kota Jakarta Selatan terlihat keluar masuk area sekolah. 

Mobil jenis Isuzu warna hitam itu membawa ranting dan kayu pohon dari SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09.

Perwakilan orang tua murid kini melihat langkah awal itu menjadi titik terang yang selama ini berharap adanya perhatian terhadap kondisi lingkungan sekolah yang memprihatinkan.

Baca juga: Mekanisme Anggaran Jadi Alasan Perbaikan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi Belum Terlaksana

"Pohon sudah mulai ditebang, kami bersyukur ya," kata Afrida (33), kepada wartawan di depan SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Rabu.

Ia menyampaikan rasa syukur usai pemerintah daerah dan dinas terkait mulai merespons persoalan perihal bangunan yang rusak sejak 2024 belum diperbaiki.

"Alhamdulillah, harapan kami di awal dapat tanggapan dari Pak Gubernur. Sekarang sudah ada tanggapan dan dari dinas pun sudah turun tangan," ujar wanita yang kerap disapa Evi itu.

Namun, untuk tahapan berikutnya, ia masih menunggu informasi lebih lanjut dari sekolah maupun instansi terkait.

"Alhamdulillah sekarang sudah ada tanggapan dan dari dinas pun sudah turun tangan. Alhamdulillah Masya Allah tinggal harapan kami tetap untuk anak-anak," tutur orang tua murid lainnya, Fitri.

"Realisasi sama anak-anak biar lebih nyaman lagi belajarnya. Kami enggak bisa sebutin satu persatu yang sudah membantu. Harapannya yang terbaik aja," sambungnya.

Perbedaan Kontras

SEKOLAH RUSAK - Empat kelas dan satu ruangan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan tepatnya Jalan K.H. Ismail telah roboh selama dua tahun atau sejak 2024.
SEKOLAH RUSAK - Empat kelas dan satu ruangan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan tepatnya Jalan K.H. Ismail telah roboh selama dua tahun atau sejak 2024. (Istimewa/ANTARA/Luthfia Miranda Putri)

Di antara deretan pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, hotel, dan apartemen yang menjulang di kawasan Jakarta Selatan, masih ada bangunan sekolah negeri yang menunggu kepastian perbaikan.

Sekolah itu adalah SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi yang berdiri di Jalan Moh Ismail, Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Tampak kondisi sejumlah bagian bangunannya yang rusak menjadi perhatian para wali murid, salah satunya Afrida (33).

Empat kelas dan satu ruangan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi menjadi terdampak.

Baca juga: Dua Tahun Terbengkalai, Orangtua Murid Tagih Kepastian Pembangunan SDN Kebayoran Lama 09

Bagi wanita yang biasa disapa Evi itu, kondisi tersebut terasa kontras dengan lingkungan sekitar sekolah. 

Hanya sekira satu kilometer ke arah selatan, berdiri tiga gedung Pondok Indah Mall (PIM) yang mengelilingi kawasan perempatan Pondok Indah. 

Sedangkan sekira dua kilometer ke arah utara terdapat Gandaria City, sejumlah hotel serta apartemen.

“Kami orangtua sedih, lho, melihat sekolahnya kayak gini. Ini di Jakarta Selatan, yang berdekatan dengan Pondok Indah Mall, gedung-gedung tinggi, Gandaria City, tapi masih ada sekolah yang seperti ini,” kata Evi saat ditemui di depan sekolah SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Selasa (21/7/2026).

Menurut Evi, pihak sekolah sebelumnya telah menyampaikan rencana renovasi ruang kelas yang mengalami kerusakan. 

Informasi itu disampaikan setelah sebagian bangunan sekolah ambruk pada hari pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada November 2024.

Namun, hampir dua tahun berlalu, renovasi yang dinantikan belum juga memiliki kepastian waktu pelaksanaan.

Para wali murid, kata Evi, mendapat informasi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi telah masuk dalam daftar prioritas pembangunan. 

Meski demikian, hingga kini mereka masih menunggu kejelasan kapan perbaikan tersebut akan dimulai.

"Ibaratnya kami masih nunggu karena katanya kami harus nunggu, ada sekolah-sekolah lain juga katanya yang diprioritaskan," tuturnya.

"Katanya ini masuk prioritas tapi sampai detik ini pun enggak ada kepastiannya,” tambah Evi.

Bagi para orangtua, perbaikan sekolah bukan sekadar soal bangunan fisik, tetapi juga menyangkut kenyamanan dan keamanan anak-anak dalam menjalani kegiatan belajar setiap hari.

Di sisi lain, Zaki, siswa kelas 6 SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi mengaku sedih karena bangunan kelas yang roboh hingga kini masih terbengkalai sejak November 2024.

"Sedih, sih. Dulu kalau sekolah pagi, aktivitas lebih maksimal. Dulu juga les sore, pokoknya sore, sama ikut latihan SSB (sekolah sepak bola)," katanya, usai pulang sekolah. 

Zaki mulai masuk sekolah pada siang hari, tepatnya pukul 13.00 WIB hingga berakhir pukul 17.00 WIB.

Kini, tercatat sebanyak 274 siswa kelas 1-6 masih bersekolah lantaran banyak yang pindah. 

Angka tersebut menurun lantaran dulunya terdapat 300 siswa.

Dengan perubahan jam sekolah itu, ia kini tak dapat mengikuti SSB.

"Enggak. Tapi kalau les masih. Sekarang pagi les sama ngaji," tutur dia.

Zaki mengaku masih melihat kondisi SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi dan tak takut main ke sana.

Ia berharap bangunan sekolah rusak yang terbengkalai segera diperbaiki usai kondisinya menjadi sorotan publik.

"Semoga cepat aja deh dibangun," ucap Zaki. (m31)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.