Prabowo Pilih Sudaryono Jadi Kepala BGN, Dinilai Buat MBG Makin Kental Rasa Politis
Ilham Fazrir Harahap July 22, 2026 01:55 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Prabowo Subianto akan melantik Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebagai kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S Deyang pada Rabu (22/7/2026) hari ini.

"Bapak Presiden memutuskan pengganti kepala BGN adalah Bapak Sudaryono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian," kata Mensesneg, Prasetyo hadi, Rabu (22/7/2026).

KEPALA BGN BARU - Sudaryono resmi menjadi kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri.
KEPALA BGN BARU - Sudaryono resmi menjadi kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri. (IST)

Alasan Istana Pilih Sudaryono

Istana menunjuk Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S Deyang. 

Penunjukan Sudaryono ini diumumkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana Negara, Rabu (22/7/2026). 

Baca juga: RESMI Sudaryono Jadi Kepala BGN yang Baru Gantikan Nanik, Berikut Profilnya

"Beliau adalah bapak Sudaryono yang saat ini menjabat Wakil Menteri Pertanian. Pengangkatan ini dengan berbagai dasar dan pertimbangan," kata Prasetyo. 

Sudaryono juga sejak awal juga dinilai mengikuti, berdiskusi, menggagas dan menkonsep pelaksanaan teknis BGN sebagai Wamentan.

"BGN yang kegiatannya memberikan program MBG tidak pernah lepas dari tugas beliau dari Kementan. Bagaimanapun juga, sumber-sumber makanan disupport dan ditopang Kementan dan Sudaryono jadi Wamentan," kata dia.

Dinilai Makin Kental Rasa Politis

Direktur Eksekutif Center for Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira Adhinegara, sebelumnya merespons isu Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono yang disebut-sebut bakal menggantikan Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Namun isu tersebut ternyata benar. Sudaryono didapuk jadi kepala BGN, 

Bhima menilai masuknya Sudaryono menjadi Kepala BGN, hal itu tidak serta merta akan menyelesaikan masalah tata kelola program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Baca juga: SUDARYONO Dilantik Kepala BGN Hari Ini Oleh Presiden Prabowo, Istana Beberkan Alasan Pemilihannya

Latar belakang Sudaryono sebagai politisi Gerindra justru membuat program MBG terkesan jauh lebih politis dibandingkan dengan kepemimpinan dua Kepala BGN sebelumnya, yaitu Dadan Hindayana dan Nanik S Deyang.

"Saya kira enggak menyelesaikan masalah tata kelola MBG ya. Karena pergantian dari Nanik kepada Sudaryono, MBG justru lebih terkesan politis," ungkap Bhima kepada Tribunnews, Rabu.

"Ini menunjukkan bahwa memang pembenahan tata kelola secara serius, pemberantasan korupsi di internal BGN, kemudian aduan publik itu justru diselesaikan dengan penunjukan orang yang sifatnya politis," lanjut Bhima.

Ia menilai keputusan ini mengindikasikan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak memiliki niatan serius untuk membenahi internal MBG atau melakukan moratorium terlebih dahulu terhadap operasional dapur-dapur MBG.

Potensi Alat Politik 2029

Lebih lanjut, Bhima mengkhawatirkan penunjukan figur politis ini akan menggeser fungsi program MBG menjadi alat pork barrel atau "gentong babi" politik.

Program tersebut dikhawatirkan sengaja dimanfaatkan untuk mengumpulkan suara demi kepentingan Pemilu 2029.

Baca juga: Gempa Bumi di Medan, PGR 1 Sebut Pusat Guncangan Ada di Gayolues Aceh

"Ya, yang terjadi ini justru MBG sebagai pork barrel, sebagai gentong babi untuk mengumpulkan suara demi Pemilu 2029 karena orangnya politis gitu."

"Bahkan bukan ahli ahli gizi yang diharapkan oleh publik. Nah, ini sangat disesalkan," ungkap Bhima.

Sosok Sudaryono

Sudaryono lahir di Grobogan, 23 Januari 1985.

Dia mengaku berasal dari keluarga petani.

Sudaryono yang saat ini masih menjabat Wamentan RI  mendapat pendidikan di SMA Taruna Nusantara (2000-2003), meraih predikat lulusan terbaik.

Sudaryono kemudian melanjutkan pendidikan Teknik Mesin di Akademi Pertahanan Jepang (2004-2009), S-2 Administrasi Bisnis di Swiss German University (2015-2018), dan S-3 Keuangan di IPB (2020-2023)

Sudaryono dikenal dekat dengan Presiden Prabowo Subianto.

Setelah kembali dari pendidikannya di Jepang yakni tahun 2010, dia dipercaya sebagai asisten pribadi Prabowo hingga lima tahun ke depan.

Pada Pilkada Jawa Tengah 2024 dia sempat santer dikabarkan akan maju sebagai calon gubernur. Namun, pada akhirnya dia batal maju.

Adapun saat ini dia masih menjadi Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah. 

Dia juga pernah dipercaya sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (2020-2025).

Sudaryono mengawali karier profesionalnya dari tahun 2014 sebagai Corporate Secretary di Nusantara Energy, kemudian dipercaya menjadi CEO Garuda TV pada 2018.

Selanjutnya, ia juga menjadi CEO PT Nusantara Telematics System sejak 2019, dan Chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma sejak 2020.

Dia juga aktif di berbagai organisasi seperti Ketua Umum DPP APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia),dan Ketua Dewan Pembina PAPERA (Pedagang Pejuang Indonesia Raya), Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), dan Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia (TMI).

Pada tanggal 18 Juli 2024 Sudaryono dilantik menjadi Wakil Menteri Pertanian Indonesia oleh Presiden Joko Widodo.

Selain itu, dia juga menjadi Komisaris Utama Pupuk Indonesia sejak 16 Juni 2025 menggantikan Darmin Nasution.

(Tribun-Medan.com)

Sumber Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.