TRIBUN-MEDAN.COM,- Jalan Pandu Baru, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan lokasinya berada di antara Jalan Sisingamangaraja dan Jalan Mahkamah.
Ruas jalan ini sangat kecil sekali, hanya cukup untuk dua mobil saja yang melintas.
Tapi tahu kah Anda, bahwa Jalan Pandu Baru ini menjadi sentra penjahit di Kota Medan.
Ada lebih dari 20 penjahit di Jalan Pandu Baru ini.
Baca juga: 10 Tempat Work From Cafe atau WFC di Medan yang Nyaman, Ada WiFi Kencang dan Banyak Stop Kontak
Hampir semua rumah toko (ruko) yang berjejer berhimpitan menjadi tempat penjahit.
Mereka menawarkan jasa menjahit pakaian berbagai mode.
Ada yang menawarkan jahitan jas dari bahan hingga jadi, ada juga yang menawarkan pembuatan seragam instansi dari bahan hingga jadi pula.
Lalu, bagaimana sih sejarah keberadaan penjahit di Jalan Pandu Baru ini?
Baca juga: Daftar Souvenir Khas Medan dan 10 Tempat Membeli Oleh-oleh di Medan
Apa hubungannya dengan warga Minangkabau?
Untuk menjawab pertanyaan itu, mari simak ulasan ini hingga tuntas.
Keberadaan penjahit di Jalan Pandu Baru ternyata sudah ada sejak tahun 1960-an.
Pada tahun 1964, sejumlah toko penjahit mulai bermunculan di lokasi.
Baca juga: 6 Tempat Sewa Alat Camping di Medan, Lengkap dengan Tenda dan Kompor
Tribun-medan.com pernah melakukan wawancara dengan seorang penjahit senior pada 2019 silam.
Kala itu, awak media berbincang dengan Sudir.
Sudir sudah lama berkarya di Jalan Pandu Baru.
Selama puluhan tahun ia bekerja menjahit di sana, Sudir mengatakan bahwa beberapa toko yang lebih dahulu berdiri antara lain Antokan, Badar, dan H.S.B. Yatim.
Ketiga nama tersebut menjadi bagian dari generasi awal yang membentuk identitas Jalan Pandu Baru sebagai pusat jasa jahit di Kota Medan.
Baca juga: 8 Tempat Makan Populer di Kota Binjai yang Halal dan Non Halal
Memasuki dekade 1970-an, jumlah usaha tailor terus bertambah.
Sekitar tahun 1977, tercatat terdapat sekitar 10 toko jahit yang beroperasi di sepanjang jalan tersebut.
Seiring meningkatnya permintaan masyarakat terhadap pakaian yang dijahit sesuai ukuran, kawasan ini berkembang menjadi pusat ekonomi kreatif berbasis keterampilan menjahit.
Selain toko jahit, Jalan Pandu Baru juga dikenal sebagai lokasi berbagai usaha tradisional lain seperti pembuat papan bunga, bengkel besi, hingga penjual jamu.
Kombinasi usaha tersebut menjadikan kawasan ini sebagai salah satu sentra perdagangan jasa yang berkembang secara organik di Kota Medan.
Baca juga: 9 Tempat Jual Beli Laptop Bekas dan Toko Laptop Murah di Medan
Perkembangan Jalan Pandu Baru tidak terjadi secara kebetulan.
Dalam kajian mengenai agglomerasi ekonomi perkotaan, usaha-usaha dengan jenis layanan yang sama cenderung berkumpul di satu kawasan karena memudahkan konsumen membandingkan kualitas, harga, serta memperkuat reputasi lokasi tersebut.
Fenomena ini dikenal dalam ilmu ekonomi perkotaan sebagai industrial clustering atau klaster usaha.
Baca juga: 8 Tempat Olahraga Jalan Kaki di Medan yang Nyaman pada Pagi dan Sore Hari
Teori yang diperkenalkan ekonom Alfred Marshall dalam Principles of Economics (1890) menjelaskan bahwa pelaku usaha sejenis memperoleh keuntungan ketika berada dalam satu kawasan karena lebih mudah menarik pelanggan, berbagi keterampilan, dan membangun jaringan pemasok.
Konsep serupa juga dikembangkan oleh Michael E. Porter dalam The Competitive Advantage of Nations (1990), yang menyebut bahwa klaster industri mampu meningkatkan daya saing suatu daerah melalui konsentrasi pelaku usaha dalam sektor yang sama.
Jalan Pandu Baru menjadi contoh nyata bagaimana klaster usaha tradisional mampu bertahan selama puluhan tahun berkat reputasi yang dibangun dari mulut ke mulut.
Sebagian besar penjahit yang membuka usaha di Jalan Pandu Baru berasal dari keluarga perantau Minangkabau.
Baca juga: 7 Tempat Cuci Sepatu di Medan yang Bagus dan Terpercaya Beserta Alamatnya
Tradisi merantau yang kuat di kalangan masyarakat Minang membuat banyak pengrajin jahit datang ke Medan sejak pertengahan abad ke-20 untuk membuka usaha sendiri.
Keahlian menjahit diwariskan secara turun-temurun sehingga tidak sedikit usaha tailor di kawasan ini yang kini telah memasuki generasi kedua bahkan ketiga.
Keberadaan komunitas penjahit yang solid turut memperkuat identitas Jalan Pandu Baru sebagai pusat jasa jahit terbesar di Kota Medan.
Hingga kini, sebagian besar tailor di Jalan Pandu Baru menerima berbagai jenis pesanan pakaian, antara lain:
Baca juga: 3 Tempat Minum Bandrek di Medan yang Populer dengan Rempah yang Menghangatkan Tubuh
Beberapa penjahit juga menerima jasa pembuatan pakaian berdasarkan desain khusus yang dibawa pelanggan.
Tidak ada tarif yang benar-benar seragam di Jalan Pandu Baru. Biaya menjahit umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:
Karena itu, pelanggan biasanya akan berkonsultasi terlebih dahulu sebelum penjahit memberikan estimasi biaya dan waktu pengerjaan.
Reputasi Jalan Pandu Baru tidak hanya dikenal masyarakat Medan.
Selama bertahun-tahun, sejumlah pejabat, pengusaha, hingga tokoh nasional juga pernah mempercayakan pembuatan pakaian mereka kepada penjahit di kawasan ini.
Salah satu nama yang pernah disebut oleh pelaku usaha setempat adalah Yasonna H. Laoly, yang menurut penuturan penjahit pernah menggunakan jasa tailor di Jalan Pandu Baru.
Meski demikian, informasi ini berasal dari kesaksian pelaku usaha dan belum didukung dokumentasi resmi.
Yang lebih menarik, banyak pelanggan tetap mengaku telah menjahit pakaian di kawasan ini selama puluhan tahun.
Tradisi tersebut bahkan diwariskan dalam keluarga, menjadikan Jalan Pandu Baru sebagai destinasi yang lekat dengan kenangan lintas generasi.
Secara umum, sebagian besar toko jahit di Jalan Pandu Baru mulai beroperasi sekitar:
Namun, jam operasional dapat berbeda pada hari libur nasional, hari besar keagamaan, atau selama bulan Ramadan.
Sebaiknya pelanggan menghubungi toko tujuan terlebih dahulu sebelum datang.
Agar hasil jahitan sesuai harapan, berikut beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan:
Di tengah menjamurnya pakaian siap pakai dan layanan fesyen berbasis digital, Jalan Pandu Baru tetap mempertahankan eksistensinya sebagai pusat penjahit yang mengandalkan keterampilan, pengalaman, dan kepercayaan pelanggan.
Kawasan ini bukan hanya tempat membuat pakaian, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah perkembangan ekonomi kreatif Kota Medan. Keberadaannya menunjukkan bahwa usaha berbasis keterampilan dapat bertahan lintas generasi ketika kualitas dan pelayanan tetap dijaga.
Bagi masyarakat yang menginginkan pakaian dengan ukuran yang pas, model sesuai keinginan, serta hasil jahitan yang rapi, Jalan Pandu Baru masih menjadi salah satu destinasi terbaik di Kota Medan.(tribun-medan.com)