Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur mengungkapkan, Kecamatan Cakung menjadi wilayah terbanyak kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jakarta Timur hingga mencapai 360 kasus sejak Januari hingga Juni 2026.
"Wilayah dengan kasus infeksi Dengue (DBD) tertinggi saat ini adalah Kecamatan Cakung sebanyak 360 kasus berdasarkan akumulasi dari Januari sampai dengan 11 Juni 2026," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Arief Wahyudhy saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.
Arief menyebut, tren kasus DBD pada 2026 mengalami peningkatan sejak Januari hingga Maret. Lalu, jumlah kasus mulai menurun pada April hingga hingga Mei.
"Tahun 2025 peningkatan terjadi mulai awal tahun dan puncak kasus terjadi pada bulan Juli 2025, sedangkan tahun 2026 sejak Januari mengalami peningkatan sampai dengan Maret dan pada April-Mei mengalami penurunan," ujarnya.
Selain Cakung terdapat sejumlah kecamatan lain yang mengalami angka kasus cukup tinggi. Posisi kedua yakni Matraman dengan 259 kasus, Ciracas 217 kasus, Kramat Jati 198 kasus, Duren Sawit 195 kasus, Pulogadung 194 kasus.
Lalu, Cipayung 147 kasus, Pasar Rebo 138 kasus, Jatinegara 130 kasus, dan Makasar 113 kasus.
"Sedangkan angka kesakitan per-100.000 penduduk (Incident rate) tertinggi adalah Kecamatan Matraman sebesar 141,68 per-100.000 penduduk dengan jumlah kasus sebanyak 259 kasus," kelas Arief.
Tingginya kasus DBD dipengaruhi sejumlah faktor, seperti kondisi lingkungan yang masih banyak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti.
Kemudian, perubahan iklim terutama pada musim hujan dan masa peralihan musim, serta tingginya kepadatan dan mobilitas penduduk.
Arief berharap, seluruh lurah, camat dan masyarakat untuk selalu peduli terhadap upaya pemberantasan sarang nyamuk. Hal ini mengingat Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi semua masyarakat.





