Panitia Siagakan 2.000 Personil untuk Kelancaran Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang
Titis Jati Permata July 22, 2026 03:32 PM

 

SURYA.co.id, JOMBANG  - Panitia lokal Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) mulai meningkatkan kesiapan menjelang pelaksanaan muktamar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus 2026. 
Sebanyak 2.000 personel diterjunkan untuk mendukung kelancaran agenda lima tahunan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Kesiapan itu ditandai dengan apel siaga panitia yang digelar di Gedung Serbaguna KH Hasbullah Said, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kecamatan Jombang, Jawa Timur, Rabu (22/7/2026).

Apel diikuti berbagai unsur panitia, mulai dari pengamanan internal pesantren, liaison officer (LO), petugas akomodasi, parkir, Banser, MWC NU, hingga GASMI. Hadir pula Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Apel Siaga untuk Matangkan Koordinasi

Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, mengatakan apel siaga bertujuan memastikan seluruh panitia memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing sebelum muktamar dimulai.

Baca juga: PWNU Jatim Usulkan 16 Ulama Sepuh Masuk Tim AHWA Muktamar NU

"Masih ada sekitar 35 hari menuju pelaksanaan muktamar. Kami menyiagakan sekitar 2.000 panitia lokal. Apel ini untuk memastikan koordinasi berjalan baik sehingga setiap bidang memahami tugasnya," ujar Gus Rozaq.

Ia menambahkan, panitia masih akan menggelar apel lanjutan sebagai bagian dari pembekalan sekaligus penyamaan persepsi seluruh personel yang terlibat.

Persiapan Infrastruktur Capai 70 Persen

Selain menyiapkan sumber daya manusia, panitia juga terus mengebut penyelesaian berbagai fasilitas penunjang.

Hingga saat ini, progres pembangunan infrastruktur disebut telah mencapai sekitar 70 persen. Fokus pekerjaan diarahkan pada penyelesaian area parkir dan kawasan bazar yang diperkirakan rampung dalam beberapa hari ke depan.

Panitia menyiapkan lahan parkir seluas sekitar tiga hektare di sisi timur kompleks pesantren. Saat ini proses pengurukan lahan masih berlangsung.

Tak hanya itu, dapur umum juga tengah dibangun di atas lahan sekitar 2.000 meter persegi dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dapur Umum Layani Peserta hingga Penggembira

Gus Rozaq menjelaskan, dapur umum tidak hanya diperuntukkan bagi peserta resmi muktamar, tetapi juga akan melayani rombongan penggembira yang datang ke lokasi kegiatan.

"Peserta resmi tetap mendapatkan layanan katering tiga kali sehari. Sementara rombongan penggembira juga kami upayakan memperoleh pelayanan dasar, seperti minuman hangat dan sarapan," katanya.

Pengamanan Libatkan TNI-Polri hingga Banser

Aspek keamanan menjadi perhatian utama panitia mengingat jumlah tamu yang diperkirakan mencapai sekitar 200 ribu orang selama pelaksanaan muktamar.

Pengamanan akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari keamanan internal pesantren, Banser, GASMI, Pagar Nusa, hingga personel Polri dan TNI.

Sementara itu, terkait registrasi peserta maupun bakal calon pengurus, Gus Rozaq menegaskan seluruh proses menjadi kewenangan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Panitia lokal hanya bertanggung jawab menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, seperti penginapan, transportasi, MCK, dan layanan kesehatan.

Delegasi Luar Negeri Dipastikan Hadir

Berdasarkan informasi dari PBNU, jumlah peserta resmi yang memiliki mandat dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) maupun Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) diperkirakan mencapai sekitar 3.300 orang.

Selain peserta dari dalam negeri, Muktamar ke-35 NU juga akan dihadiri delegasi Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) dari sejumlah negara, di antaranya Maroko, Mesir, Suriah, Arab Saudi, dan Nigeria.

"Kami juga menyiapkan kebutuhan akomodasi bagi tamu dari luar negeri. Untuk data kedatangan maupun registrasi, seluruhnya masih menunggu informasi resmi dari PBNU," pungkas Gus Rozaq.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.