SURYA.co.id, Surabaya - Penyerang anyar Persebaya, Yann Mabella, mencetak gol perdana dalam laga 99th Anniversary Game melawan PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (19/7/2026), sekaligus merasakan atmosfer emosional dukungan Bonek dan Bonita.
Yann Mabella, yang baru bergabung musim ini, mengaku kagum dengan antusiasme suporter. “Atmosfer di stadion benar-benar luar biasa. Sepanjang karier saya, ini menjadi salah satu pengalaman terbaik yang pernah saya rasakan,” ujarnya pada Selasa (21/7) dikutip SURYA.co.id dari laman Persebaya.
Pemain asal Kongo itu menilai dukungan suporter menjadi energi tambahan bagi tim.
“Suara yang mereka ciptakan, dukungan sejak awal hingga akhir pertandingan, benar-benar membantu pemain di lapangan,” ungkapnya.
Mabella bahkan membandingkan atmosfer Surabaya dengan pengalamannya di Liga Malaysia.
“Saat bermain di Liga Malaysia, jumlah penontonnya tidak sebanyak ini. Di sini saya bisa merasakan kecintaan yang sangat besar terhadap sepak bola dan Persebaya,” jelasnya.
Baca juga: Sosok Penyerang Baru Persebaya: Striker Asal Kongo Yann Kevin Mabella
Dalam laga melawan PSIS Semarang ini, Persebaya tampil agresif sejak menit awal. Peluang Francisco Rivera dan Dicky Kurniawan sempat menguji kiper PSIS, Rizky Darmawan. Gol perdana tercipta di menit 35 lewat sundulan Alex Martins memanfaatkan umpan sepak pojok Rivera.
Memasuki babak kedua, Yann Mabella yang masuk sebagai pemain pengganti langsung memberi dampak. Ia mencetak gol di menit 52, membawa Persebaya unggul 2-0. Gol tersebut menjadi gol perdananya bersama Bajol Ijo.
“Tentu saya sangat senang bisa mencetak gol pertama untuk Persebaya. Namun yang lebih penting bagi saya adalah bisa membantu tim dan merasakan kebahagiaan itu bersama rekan-rekan setim serta para suporter,” kata Yann.
PSIS kemudian bangkit di penghujung laga. Lorensius Sabda mencetak dua gol di menit 74 dan 84, memanfaatkan kelengahan pertahanan Persebaya. Skor imbang 2-2 bertahan hingga peluit akhir.
Seusai laga, Pelatih Bernardo Tavares menilai timnya menciptakan banyak peluang namun kurang efektif dalam penyelesaian akhir.
Ia juga menyoroti dua gol kebobolan akibat kesalahan individu dan kolektif. Meski kecewa, ia menegaskan laga ini penting untuk evaluasi.
Rachmat Irianto juga meminta maaf atas hasil imbang. “Terima kasih Bonek dan Bonita atas dukungannya. Sebagai pemain, saya ingin meminta maaf dengan hasil ini, kami bisa belajar banyak,” ujarnya.
Baca juga: Jelang Piala Presiden 2026, Bernardo Tavares Evaluasi Penyelesaian Akhir Persebaya
Yann menegaskan gol perdananya hanyalah awal.
“Gol ini memberikan kepercayaan diri dan motivasi tambahan untuk saya. Saya ingin terus bekerja keras, beradaptasi dengan tim, dan memberikan yang terbaik setiap kali mendapatkan kesempatan bermain,” tutupnya.
Untuk diketahui pula, Pertandingan 99th Anniversary Game menjadi momen bersejarah bagi Persebaya.
Selain memperingati ulang tahun ke-99 klub, laga ini juga diwarnai penghormatan untuk tokoh Bonek, Andie Peci, yang wafat pada 10 Juli 2026.
Sebelum kick-off, kedua tim mengheningkan cipta di tengah lapangan. Pemain Persebaya mengenakan pita hitam sebagai simbol duka.
Di tribun, ribuan Bonek dan Bonita menampilkan koreografi dengan spanduk bergambar wajah Andie Peci bertuliskan “Rest in Pride”.
Videotron stadion menayangkan kilas balik perjuangan Andie Peci saat memimpin gerakan suporter di masa dualisme.
Lagu “Song for Pride” berkumandang, diiringi flare merah yang menambah kesakralan suasana. Atmosfer ini membuat laga penuh emosi sejak awal.