Sistem Pengamanan Berlapis Siap Kawal 200 Ribu Tamu Muktamar NU di Tambakberas Jombang
Titis Jati Permata July 22, 2026 04:32 PM

 

SURYA.co.id, JOMBANG – Panitia lokal Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menyiapkan sistem pengamanan berlapis untuk mengantisipasi membludaknya peserta dan tamu yang diperkirakan mencapai 200 ribu orang selama pelaksanaan muktamar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Salah satu langkah yang dilakukan ialah memasang sekitar 400 kamera pengawas (CCTV) yang akan beroperasi selama 24 jam di berbagai titik strategis kawasan pesantren.

Kesiapan pengamanan itu disampaikan Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, usai apel siaga panitia lokal di Gedung Serbaguna KH Hasbullah Said, Rabu (22/7/2026).

400 CCTV Awasi Seluruh Aktivitas Muktamar

Gus Rozaq mengatakan, penggunaan CCTV menjadi bagian penting dari sistem pengamanan untuk memantau mobilitas peserta, tamu undangan, hingga arus kendaraan selama muktamar berlangsung.

Baca juga: Panitia Siagakan 2.000 Personil untuk Kelancaran Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang

Sebanyak 50 kamera dipasang di ruas-ruas jalan dalam kompleks pesantren guna mengawasi lalu lintas kendaraan dan pergerakan pengunjung. Sementara ratusan kamera lainnya ditempatkan di gedung utama, ruang sidang, hingga lokasi komisi yang menjadi pusat kegiatan muktamar.

"Total ada sekitar 400 CCTV yang dipasang di titik-titik strategis. Seluruh kamera terhubung dengan pusat pemantauan dan beroperasi selama 24 jam sehingga aktivitas keluar-masuk kawasan muktamar bisa diawasi secara maksimal," ujar Gus Rozaq kepada SURYA.co.id, Rabu (22/7/2026)

Pengamanan Libatkan Ribuan Personil Gabungan

Selain mengandalkan sistem pengawasan elektronik, panitia juga menyiapkan pengamanan langsung di lapangan dengan melibatkan berbagai unsur.

Personil yang diterjunkan berasal dari pengamanan internal pesantren, Banser, GASMI, Pagar Nusa, serta didukung aparat Polri dan TNI.

Menurut Gus Rozaq, kombinasi antara teknologi dan pengamanan personil diperlukan mengingat jumlah pengunjung selama muktamar diperkirakan jauh lebih besar dibanding aktivitas harian di lingkungan pesantren.

"Kami memadukan pengawasan melalui CCTV dengan penjagaan personil di lapangan. Harapannya seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan seluruh tamu merasa nyaman," katanya.

Kesiapan Panitia Terus Dimatangkan

Penguatan sistem keamanan menjadi bagian dari rangkaian persiapan menyeluruh menjelang Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

Panitia lokal juga telah mengerahkan sekitar 2.000 personel untuk menangani berbagai kebutuhan selama pelaksanaan muktamar, mulai dari akomodasi, transportasi, parkir, hingga pelayanan peserta.

Kesiapan tersebut ditandai dengan apel siaga panitia yang digelar di Gedung Serbaguna KH Hasbullah Said, diikuti unsur pengamanan, liaison officer (LO), petugas akomodasi, Banser, MWC NU, GASMI, serta jajaran panitia lainnya.

Melalui pengamanan berlapis dan dukungan ribuan personel, panitia berharap pelaksanaan forum permusyawaratan tertinggi Nahdlatul Ulama itu dapat berjalan lancar, aman, dan kondusif di tengah tingginya antusiasme warga yang diperkirakan akan memadati kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.