Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Di saat sejumlah wilayah mulai terdampak kekeringan pada musim kemarau, kondisi berbeda justru terlihat di lahan persawahan di Desa Paledah dan Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Ratusan hektare tanaman padi di dua desa tersebut tumbuh subur dan diperkirakan siap memasuki masa panen.
Pantauan Tribun Jabar di lapangan pada Rabu (22/7/2026) menjelang siang, terlihat hamparan sawah di kedua desa dipenuhi tanaman padi yang menghijau.
Sebagian besar tanaman bahkan sudah mulai berbulir. Ketersediaan air di area persawahan juga masih mencukupi sehingga mendukung pertumbuhan tanaman.
Tentu, kondisi ini berbanding terbalik dengan sejumlah daerah lain yang mulai mengalami kekurangan air akibat musim kemarau.
Baca juga: Dampak Kemarau di Pangandaran Mengakibatkan Puluhan Hektare Sawah Mengering
Baca juga: Meski Kemarau, Sumur Masjid Berusia 40 Tahun di Banjarsari Ini Tak Pernah Kering, Jadi Andalan Warga
Ironisnya, lahan persawahan di Desa Paledah dan Desa Maruyungsari justru selama ini lebih sering mengalami persoalan saat musim penghujan karena kerap dilanda banjir.
Kepala Desa Paledah, Yanto, mengatakan kondisi tanaman padi pada musim kemarau tahun ini tergolong normal bahkan sangat baik karena tidak mengalami kekurangan pasokan air.
"Di kita justru kebalik dengan daerah lain. Kalau musim kemarau padi bagus, tapi kalau musim hujan malah kebanjiran," ujar Yanto kepada sejumlah wartawan di ruangan kantornya, Rabu siang.
Menurutnya, apabila cuaca tetap mendukung dan tidak turun hujan dengan intensitas tinggi menjelang masa panen, para petani diperkirakan akan memperoleh hasil panen yang melimpah.
"Insya Allah kalau tidak hujan, petani di kita panen raya," katanya.
Menurutnya, luas lahan persawahan di Desa Paledah mencapai sekitar 500 hektare. Seluruh areal itu saat ini berada dalam kondisi baik dengan pertumbuhan tanaman yang optimal.
"Sekarang tanaman padi lagi bagus-bagusnya," ucap Yanto.
Hal serupa disampaikan Kepala Desa Maruyungsari, Tusiman. Ia bersyukur tanaman padi di wilayahnya yang selama ini menjadi langganan banjir justru tumbuh subur pada musim kemarau tahun ini.
"Malah kelihatannya sudah mulai membuah," ujarnya.
Ia menyebut luas lahan persawahan di Desa Maruyungsari mencapai sekitar 350 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 200 hektare merupakan kawasan yang hampir setiap musim penghujan terendam banjir.
"Nah, yang 200 hektare itu biasanya terendam banjir. Sekarang justru bagus. Hampir enam musim kemarin tidak panen raya, sekarang mudah-mudahan hasilnya bagus," kata Yanto. (*)