BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Balai Besar POM di Pangkalpinang memberikan sosialisasi mengenai keamanan pangan kepada para siswa dan guru dari 14 sekolah yang ada di Kabupaten Bangka Tengah.
Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 1 Namang tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman keamanan pangan melalui pengenalan pangan aman dalam mendorong kemandirian komunitas sekolah.
Harapannya, bekal yang diberikan dapat mewujudkan budaya pangan aman dan memberikan manfaat kesehatan yang optimal bagi para siswa.
Dalam pelaksanaannya, agenda diawali dengan pemaparan materi oleh narasumber Ria Emeilia mengenai Pengenalan Bahaya Keamanan Pangan dan Mengenal dan Memilih Pangan Aman.
Baca juga: 28 Paket Sabu Gagal Diedarkan Pebriansyah, Pasrah Diringkus Satresnarkoba Polresta Pangkalpinang
Ria menerangkan pentingnya melindungi pangan dari tiga jenis cemaran, yaitu cemaran biologi, kimia, dan fisik (benda asing) yang dapat membahayakan kesehatan.
"Peserta juga diajak untuk menerapkan lima kunci Keamanan Pangan berupa kenali pangan yang aman, beli pangan yang aman, baca label dengan seksama, jaga kebersihan dan catat dan laporkan apa yang ditemui terkait," ujar Ria dalam keterangan yang diterima Bangkapos.com, Rabu (22/7/2026).
Sesi kedua dilanjutkan oleh narasumber Lia Tri Wahyuni yang memberikan tips praktis melalui materi Tips Konsumsi Pangan Aman dengan Cek KLIK dan Memperhatikan Informasi Nilai Gizi.
Lia menjelaskan pentingnya budaya Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa (KLIK) sebelum mengonsumsi produk pangan olahan.
Selain itu, ia mengedukasi peserta cara membaca Informasi Nilai Gizi (ING) pada label untuk memantau asupan harian guna menghindari penyakit kronis akibat konsumsi berlebih pada gula, garam, dan lemak.
Baca juga: Fakta Baru Sidang Lundup Timah Indonesia-Malaysia, Kirim Sinyal Senter ke Kapal Hantu Milik Pai
Materi terakhir disampaikan oleh narasumber Puspa Sari yang berfokus pada Keamanan Pangan Pada Program Makan Bergizi Gratis serta pemaparan materi Program Sekolah yang Membudayakan Keamanan Pangan Sekolah.
Puspa menjelaskan bahwa tanpa jaminan keamanan pangan, manfaat gizi dari program MBG tidak akan tercapai secara maksimal.
Ia memaparkan protokol bagi petugas sekolah dalam menerima dan mendistribusikan makanan, mulai dari praktik higienis seperti mencuci tangan bagi siswa sebelum makan.
(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)