Jalan ke Proyek Panas Bumi Kabawetan Kepahiang Ditingkatkan, Perusahaan Tanggung Perbaikan
Hendrik Budiman July 22, 2026 05:43 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan  

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Rencana pengembangan proyek panas bumi di Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, mulai memasuki tahap persiapan infrastruktur. 

Melalui kegiatan sosialisasi rencana peningkatan jalan dan jembatan untuk mendukung kegiatan pengeboran wilayah kerja panas bumi yang digelar di Kecamatan Kabawetan. 

Kegiatan tersebut dihadiri pihak PLN UPP 2 Bengkulu Sumbagsel, PT Medco Cahaya Geothermal (MCI), Pemerintah Kabupaten Kepahiang, serta masyarakat setempat.


Bupati Kepahiang Zurdi Nata mengatakan perusahaan bersama PLN akan melakukan peningkatan sejumlah infrastruktur yang menjadi akses utama menuju lokasi kegiatan panas bumi. 

"Iya tadi kita sosialisasi dari pihak PLN UPP 2 Bengkulu Sumbagsel dan MCI yang akan membangun infrastruktur, salah satunya jalan dan jembatan," ucap Nata kepada TribunBengkulu.com, pada Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, akses jalan menuju lokasi perusahaan memiliki panjang sekitar 12 kilometer dan terdapat sejumlah titik yang akan diperbaiki serta ditingkatkan kualitasnya. 

"Panjang akses jalan menuju perusahaan ini 12 kilometer dan terdapat beberapa titik akses yang akan diperbaiki dan dilebarkan oleh perusahaan," jelas Nata. 

Baca juga: Diinisiasi Danantara, PLN – Pertamina Teken Kerja Sama Pengembangan Energi Panas Bumi Nasional

Tidak hanya memperbaiki ruas jalan yang mengalami kerusakan, perusahaan juga akan melakukan pelebaran jalan guna mendukung mobilitas kendaraan operasional selama proses pembangunan dan pengeboran berlangsung. 

"Untuk jalan, mereka akan melebarkan, memperbaiki serta meningkatkan kualitas jalan yang rusak yang juga menjadi akses perusahaan, termasuk Jembatan Peda KTNA," ungkap Nata. 

Perusahaan juga telah menyampaikan komitmen untuk bertanggung jawab apabila terjadi kerusakan infrastruktur akibat aktivitas proyek di masa mendatang. 

"Ke depan jika ada kerusakan, pihak perusahaan menjamin akan bertanggung jawab memperbaiki," tegas Nata. 

Selain pembangunan infrastruktur, proyek panas bumi tersebut juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Pemkab Kepahiang meminta agar warga lokal menjadi prioritas dalam perekrutan tenaga kerja. 

"Selain itu masyarakat lokal akan menjadi ring satu untuk diutamakan menjadi pekerja di perusahaan. Kebutuhan tenaga kerjanya sekitar ribuan orang, termasuk tenaga ahli," kata Zurdi. 

Harapannya proyek panas bumi di Kecamatan Kabawetan tidak hanya mendukung pengembangan energi baru terbarukan, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan perekonomian masyarakat, serta mendorong pembangunan infrastruktur di wilayah sekitar proyek.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.