BOLASPORT.COM - Bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, berpeluang segera memiliki tandem baru di lini belakang Sassuolo yang punya rekam jejak mentereng.
Bang Jay, sebutan warganet bagi pemain bertahan andalan Tim Garuda, ditinggal rekan duetnya semusim terakhir, Tarik Muharemovic.
Sassuolo resmi melepas Muharemovic dengan rekor penjualan termahal ke klub Inggris, Leeds United, pada 17 Juli 2026.
Pemain asal Bosnia dan Herzegovina tersebut dilabeli 40 juta euro atau setara 817 miliar rupiah.
Namun, separuh dari angka transfer itu disetor ke rekening Juventus sebagai bentuk kesepakatan ketika menjual sang bek ke Sassuolo.
Kehilangan Muharemovic meninggalkan lubang besar di pertahanan I Neroverdi.
Bersama Jay Idzes, mereka bahu-membahu membentengi difesa hingga membantu klub asal Kota Keramik finis di peringkat 11 klasemen Liga Italia.
Sassuolo harus bergerak cepat menutup lubang itu dengan pengganti yang sepadan pula untuk menjadi tandem baru Idzes.
Salah satu nama target mencuri perhatian, yakni Francesco Acerbi. Bek sepuh 38 tahun ini bisa digaet secara gratis.
Acerbi berstatus tanpa klub di bursa transfer musim panas 2026. Ia dilepas Inter Milan setelah empat musim membela tim juara bertahan Serie A.
Kendati usianya mendekati kepala empat, pemain yang juga pernah membela AC Milan dan Lazio ini masih bisa diandalkan sebagai mentor di ruang ganti.
Idzes dapat memetik keuntungan dengan berduet sekaligus belajar langsung kepada salah satu bek sentral sekaligus pakar zonal marking terbaik di Italia.
Saat membentengi Inter, salah satu sorotan terbaik dalam karier Acerbi adalah ketika dirinya berhasil menjadi pawang bomber ganas Man City, Erling Haaland.
Tugas pelatih untuk menempel ketat monster gol Norwegia itu sepanjang duel dijalankannya secara apik.
Dalam dua kali bentrokan di antara mereka, walau Inter tak pernah menang, Acerbi selalu sukses bikin Haaland mandek.
Masing-masing momennya terjadi pada fase grup Liga Champions musim 2024-2025 (0-0) dan final edisi 2022-2023 (0-1).
Jangan lupakan pula momen ajaib lain yang diperlihatkan Acerbi tatkala mencetak gol larut ke gawang Barcelona yang menyingkirkan raksasa Catalan itu di semifinal tahun lalu.
Sampai 40 Tahun
Wajar apabila dengan merekrut Francesco Acerbi, Sassuolo bisa mendapatkan pemain kaliber tinggi sebagai modal mempertebal pertahanan.
Apalagi, bek berpostur 1,92 meter ini memiliki ikatan emosional cukup erat dengan I Neroverdi.
Tim berseragam utama hitam-hijau itu pernah menjadi pelabuhan kariernya pada 2013-2018, otomatis menjadi klub terlama yang pernah dibela Acerbi.
Secara personal, sang defender veteran juga belum mau mengakhiri kariernya di titik sekarang.
Pemain yang pernah berjuang dan menang melawan penyakit kanker testikular ini masih sanggup merumput sampai usia 40-an.
"Saya baik-baik saja dan masih ingin bermain. Saya tidak berencana melakukan hal lain," ucap kolektor dua scudetti bersama Inter Milan, dikutip BolaSport.com dari Sassuolonews.
"Saya meninggalkan Inter dengan kesan yang baik. Saya tidak menyesal, bahkan sangat bangga dengan perjalanan empat tahun ini."
"Saya memiliki pengalaman dan motivasi. Mungkin memberi sedikit contoh di lapangan tentang cara berlatih."
"Di usia 38 tahun, saya masih memiliki hasrat seperti anak muda."
"Sekarang saya masih ingin terus bermain di level tertentu selama dua atau tiga tahun," ucap personel Timnas Italia saat juara Euro 2020.