Tribunlampung.co.id, Bandung - Maraknya aksi kejahatan jalanan dan pembegalan di Kota Bandung, memicu kepanikan tersendiri bagi warga yang harus beraktivitas hingga larut malam.
Baca juga: Kronologis Komplotan Begal Rampas Harta Warga Lampung, iPhone dan Gelang Emas Raib
Hal inilah yang dirasakan Claudia (21), seorang disc jockey (DJ) sekaligus penyanyi asal Bandung.
Kisah uniknya mendadak viral di media sosial, seusai ia nekat memesan tiga pengemudi ojek online (ojol) sekaligus untuk mengawalnya pulang pada dini hari.
Aksi tak biasa ini dilakukan Claudia pada pertengahan Juli 2026, seusai tampil menyanyi di kawasan Gudang Selatan. Kala itu, jarum jam sudah menunjukkan pukul 02.00 WIB.
Claudia terpaksa harus berani membelah jalanan sendirian menuju kawasan Pajajaran demi beristirahat untuk pekerjaan esok hari, sementara teman-temannya masih bertahan di lokasi untuk nonton bareng (nobar) final Piala Dunia.
Rasa cemas Claudia memuncak saat ia mendapat informasi valid bahwa baru saja terjadi aksi pembegalan di kawasan Jalan BKR, lokasi yang jaraknya sangat dekat dari tempatnya berada.
Kondisi baterai ponsel yang hampir habis kian menambah tensi kepanikannya.
"Situasinya sepi banget karena orang-orang pada nobar di rumah atau kafe. Aku takut itu jadi momen puncak begal beraksi," kata Claudia saat ditemui di kantornya, Jalan Batik Halus, Rabu (22/7/2026), dilansir TribunJabar.id.
Ketakutan Claudia bukan tanpa alasan. Sebagai pekerja seni malam, ia sudah beberapa kali mengecap pengalaman buruk dituntut melintasi jalanan sepi.
Mulai dari dikejar orang tak dikenal di kawasan Gasibu, hingga diikuti pria jahil di Sukajadi.
Tak ingin ambil risiko menjadi korban kejahatan di tengah jalanan Bandung yang mencekam, ide spontan pun terlintas di benaknya.
Memanfaatkan fitur di aplikasi ponselnya dan meminta bantuan temannya, Claudia memesan tiga pengemudi ojol secara bersamaan untuk berangkat secara beriringan.
Langkah ini ia tempuh bukan sekadar demi keselamatan dirinya, tetapi juga rasa kepedulian terhadap keselamatan para pengemudi ojol yang mengantarnya.
"Makanya aku mutusin pesan tiga ojol sekaligus. Aku juga enggak mau numbalin abang ojolnya berjalan sendirian di jalan sepi."
"Alhamdulillah akhirnya bisa sampai rumah dengan aman," tutur Claudia legah.
Kisah pengawalan tiga ojol ini pun ramai diperbincangkan warganet, karena dinilai sebagai strategi pertahanan diri yang cerdik sekaligus unik bagi kaum hawa.
Atas pengalamannya tersebut, Claudia berpesan kepada para perempuan yang terpaksa pulang larut malam, untuk tidak ragu menggunakan transportasi umum atau mencari teman jalan searah, demi menekan risiko kejahatan.
Ia pun menaruh harapan besar agar pihak kepolisian dan pemerintah dapat segera menumpas aksi begal yang kian mengikis rasa aman warga, terutama di Kota Bandung.