BPBD Bengkulu Siaga Hadapi Puncak Musim Kemarau, Warga Waspadai Karhutla-Krisis Air Bersih
Hendrik Budiman July 22, 2026 05:43 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, Kristian Hermansyah, mengatakan pihaknya secara rutin menjalin koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), khususnya Stasiun Klimatologi Bengkulu dan Stasiun Meteorologi Bengkulu.

Menurut Kristian, koordinasi tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi terkini mengenai perkembangan cuaca, prakiraan musim kemarau, potensi hujan, hingga peringatan dini terhadap cuaca ekstrem yang dapat memicu terjadinya bencana.

“Informasi dari BMKG menjadi dasar bagi BPBD Provinsi Bengkulu dalam menyusun langkah-langkah kesiapsiagaan, menyebarluaskan informasi kepada pemerintah kabupaten dan kota, serta menjadi acuan dalam pengambilan keputusan penanggulangan bencana,” ujar Kristian saat dihubungi TribunBengkulu.com, Rabu (22/7/2026).

Selain meningkatkan koordinasi, BPBD Provinsi Bengkulu juga telah menyiapkan langkah penanganan apabila terjadi kekeringan yang berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.

Baca juga: Hadapi Musim Kemarau, Petani di Bengkulu Selatan Alihkan Lahan Sawah ke Jagung dan Hortikultura

Distribusi bantuan air bersih akan diprioritaskan bagi daerah yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih dan telah menetapkan kondisi darurat maupun mengajukan permohonan bantuan melalui BPBD kabupaten/kota kepada BPBD Provinsi Bengkulu.

“Penyaluran bantuan air bersih dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak, seperti BPBD kabupaten/kota, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), TNI, Polri, serta instansi terkait agar bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Di sisi lain, BPBD Provinsi Bengkulu juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

Kristian mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena tindakan tersebut berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas, terutama pada kondisi cuaca kering dan berangin.

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di kawasan yang mudah terbakar, seperti lahan kering, semak belukar, maupun kawasan hutan.

BPBD Provinsi Bengkulu juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada aparat desa, BPBD, maupun petugas pemadam kebakaran apabila menemukan titik api atau kepulan asap agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin sebelum meluas.

Tidak hanya terkait potensi kebakaran, masyarakat juga diimbau menggunakan air secara bijaksana dan menghindari pemborosan, terutama di wilayah yang mulai mengalami penurunan debit air akibat musim kemarau.

Kristian juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan sumber-sumber air serta memanfaatkan cadangan air yang tersedia secara efisien untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, masyarakat diminta terus mengikuti informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG serta mematuhi arahan pemerintah daerah terkait potensi bencana selama musim kemarau berlangsung.

Menurut Kristian, keberhasilan penanggulangan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

“Peran masyarakat sangat penting dalam mencegah terjadinya bencana. Kami mengajak seluruh masyarakat Bengkulu untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan, menjaga lingkungan, dan segera melaporkan apabila menemukan potensi bencana agar dapat ditangani secepat mungkin,” tutup Kristian.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.