TRIBUNNEWSMAKER.COM - Keputusan Sarwendah meninggalkan rumah mewah yang selama ini ditempatinya bersama anak-anak kembali menjadi sorotan publik.
Langkah tersebut diambil di tengah proses sengketa hak asuh anak yang masih bergulir dengan mantan suaminya, Ruben Onsu.
Rumah yang ditinggalkan diketahui merupakan bagian dari harta bersama yang kini ikut menjadi perhatian publik.
Di sisi lain, Ruben Onsu masih memperjuangkan hak untuk bertemu dan mengasuh anak-anaknya melalui jalur hukum.
Proses mediasi dalam perkara tersebut kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (22/7/2026).
Sebelum memasuki ruang sidang, Sarwendah sempat memberikan penjelasan melalui tim kuasa hukumnya terkait alasan kepindahan tersebut.
Pengacara Sarwendah, Abraham Simon, mengatakan keputusan itu diambil demi memberikan lingkungan yang lebih baik bagi anak-anak.
Menurutnya, kondisi rumah lama sudah tidak lagi memberikan rasa tenang bagi keluarga Sarwendah.
"Ini semua demi kepentingan terbaik bagi anak."
Baca juga: Sarwendah Ngaku Nafkahi Anak Sendirian 6 Bulan Terakhir, Tak Dibantu Ruben: Saya Kerja untuk Mereka
Abraham kemudian menjelaskan, "Jadi kalau di dalam rumah itu sudah tidak ada lagi ketenangan, keamanan, dan kenyamanan bagi anak-anak, klien kami sudah memutuskan untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya," ungkap Abraham di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu.
Ia menambahkan, "Jadi keluar dari zona yang tidak aman lagi, dan klien kami menyediakan satu rumah yang aman bagi anak-anaknya," tambahnya.
Kuasa hukum lainnya, Chris Sam Siwu, menyebut sorotan publik membuat suasana di rumah tersebut semakin tidak kondusif.
Kepindahan Sarwendah pun menjadi babak baru di tengah perselisihan hak asuh anak yang hingga kini masih menunggu proses hukum selanjutnya.
Baca juga: Sarwendah Angkat Kaki dari Rumah Ruben, Sudah Sebulan Pindah, Kuasa Hukum: Mungkin Terancam Lelang
Chris Sam Siwu juga menyebut, sudah ada surat dari bank hingga rencana lelang.
"Dan yang kedua, rumah itu sudah ada surat dari bank juga, bahwa akan ada rencana lelang juga," bebernya.
Lebih lanjut, Chris Sam Siwu menjelaskan terkait pembagian harta gana-gini setelah Sarwendah dan presenter berusia 42 tahun itu bercerai.
Chris mengatakan, Ruben mendapat bagian aset yang sudah dibayar lunas.
Sementara pemilik nama lengkap Sarwendah Tan itu mendapat jatah rumah yang masih ada cicilan di bank.
"Jadi rumah ini kan bagian dari gana-gini sebenarnya. Klien kami dengan RO (Ruben) pada saat perjalanan cerai kemarin, berjalan itu juga ditandatangani gana-gini."
"RO mendapatkan dua aset, klien kami mendapatkan dua aset, aset yang didapatkan RO adalah yang clean and clear, tidak ada permasalahan di bank," katanya.
Oleh karena tidak mau lagi terseret masalah rumah tersebut, Sarwendah akhirnya memutuskan untuk angkat kaki.
"Ternyata yang diberikan kepada klien kami bermasalah, yang nilainya cukup fantastis."
"Klien kami tidak mau terseret lagi dengan pusaran itu. Klien kami dengan finansial yang sudah mandiri, lebih baik pindah," ujarnya.
Hal itu Sarwendah lakukan semata-mata demi kebahagiaan sang anak.
"Untuk mencari apa? Untuk mencari kebahagiaan lah dengan anak-anak," papar Chris.
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang menegaskan, rumah yang sempat ditempati Sarwendah dibeli dan direnovasi menggunakan uang dari kantong pribadi kliennya.
Ia sekaligus membeberkan bukti untuk membantah pernyataan Sarwendah soal kepemilikan rumah tersebut.
"Rumah tersebut dibeli oleh Ruben Onsu, ketika masih terikat perkawinan dengan Sarwendah. Sertifikat juga sudah balik nama atas nama Ruben Onsu," ujar Minola kepada awak media, Senin, (20/7/2026).
Minola juga menjelaskan awalnya rumah yang dibeli merupakan bangunan tua. Kemudian atas permintaan Sarwendah dilakukan renovasi besar-besaran.
Sarwendah juga melibatkan mendiang ayah kandungnya, Hendrik Lo sebagai kontraktornya.
"Dulu rumah tua, kemudian atas permintaan S Rumah itu ingin direnovasi. Rumah tua dihancurkan lalu dibangun kembali dan sekarang sering dipakai podcast (live jualan) itu lah."
Atas permintaan renovasi, Ruben pun memutuskan mengagunkan sertifikat rumah tersebut untuk mendapatkan pinjaman uang senilai Rp 10,5 miliar.
Lantas biaya renovasi pun ditransfer Ruben kepada Hendrik Lo secara bertahap sebanyak Rp250 juta sebanyak 41 kali.
"Ketika rumah itu dibeli sebenarnya Ruben tidak ingin rumah itu direnovasi, karena bicara masalah biaya yang tidak sedikit. Tapi adanya keinginan yang terus menerus agar rumah itu direnovasi. Sebagai informasi yang menjadi kontraktor adalah orang tua S (Sarwendah) sendiri."
"Nilai renovasi itu lebih kurang Rp 11 miliar."
"Untuk kepentingan renovasi tersebut, sertifikat rumah ini diagunkan. Nilai yang dipinjam hampir Rp 10,5 miliar lebih."
"Renovasi berjalan, kemudian Ruben membayar biaya renovasi kepada kontraktor yang dilakukan secara bertahap. Untuk menghindari fitnah karena S dalam podcast menyatakan seolah rumah tersebut adalah rumah dari dia. Jadi kamu harus katakan keluarganya memang ikut terlibat sebagai kontraktor tapi sudah dibayar secara bertahap oleh Ruben Rp 250 juta sebanyak 41 kali transfer ke orang tua Sarwendah, Hendrik Lo," papar Minola panjang lebar.
Terhitung total yang dihabiskan Ruben untuk biaya renovasi rumah dan sudah ditransfer kepada Hendrik Lo yakni lebih kurang Rp 11 miliar.
Total dari pembayaran yang dilakukan Ruben Onsu untuk perbaikan rumah tersebut mencapai Rp 11.150.325.000 yang ditransfer ke Hendrik Lo," pungkasnya.
Konflik antara Sarwendah dan Ruben berawal dari sang presenter yang merasa dirinya dipersulit bertemu anak, hingga memutuskan menghentikan nafkah bulanan Rp225 juta.
Hal itu memantik amarah Sarwendah hingga ia beberapa kali melontarkan sindiran hingga kata kasar yang diduga ditujukan kepada Ruben.
Selain kesulitan bertemu anak, sebab lain Ruben ajukan gugatan hak asuh lantaran ia merasa lingkungan tumbuh kedua putrinya tak aman.
Di tengah gugatan tersebut, Sarwendah memutuskan angkat kaki dari rumah milik Ruben yang merupakan bagian dari harta gana-gini.
(Tribunnewsmaker.com/ Tribunnews.com/Yurika/Ayu)