Kesbangpol Mencatat Sebaran Eks Napiter di Kota Tasikmalaya Mencapai 28 Orang
Machmud Mubarok July 22, 2026 06:35 PM

 

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tasikmalaya mencatat ada 28 eks napiter yang tersebar di wilayah Tasikmalaya.

Jumlah ini semuanya sudah mengakui NKRI dan domisili di Tasikmalaya dengan kegiatan setiap harinya hampir rata-rata berdagang.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Tasikmalaya, Ade Hendar menjelaskan, seluruh eks napiter ini masih dilakukan pemantauan meskipun sudah mengakui NKRI.

"Ada 28 eks napiter yang versi pemerintah ini termasuk dua orang yang terlibat kejadian peledakan di Dadaha," ucap Ade dikonfirmasi TribunPriangan.com, Rabu (22/7/2026).

Adapun berbagai upaya dilakukan terhadap puluhan eks napiter untuk tetap mengikuti aturan pemerintah dan syariat Islam yang dipegang.

"Pemerintah dalam hal ini yang sudah melakukan upaya salah satunya membantu pengobatan satu orang eks napiter yang sakit TBC dengan pengobatan di RSUD, yang kedua melahirkan tahun 2020 dibiayai oleh BAZNAS, ketiga bantuan sosial melalui yayasan bagi 28 eks napiter," jelas Ade.

Baca juga: Babak Baru Kasus Bom Dadaha Tasik: Dilimpahkan ke Polda, TSK Eks Napiter, Bahan Mudah Beli di Online

Baca juga: Kasus Ledakan di Dadaha Tasikmalaya: Eks Napiter Jadi Tersangka, Puslabfor Turun Bawa Alat Canggih

Selanjutnya, pihak Kesbangpol juga mengikutsertakan penyuluhan budidaya ikan lele dan ikan tawar kerja sama Dinas Ketahanan Pangan dan yayasan.

"Untuk para istri mantan teroris juga diberikan pelatihan tata boga dan menjahit serta penyelenggaraan sosial wawasan kebangsaan dengan BNPT ke 28 orang," ujarnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga kerap melaksanakan diskusi konseling bekerjasama dengan riset global hingga bantuan RTLH.
 
"Untuk giat rutinnya paling kita komunikasi, dan koordinasi terkait kegiatan setiap hari mereka. Bahkan setiap tahunnya itu mereka sudah ikut pelaksanaan upacara 17 Agustus tingkat kota sebagai tamu undangan," kata Ade.

Ia mengaku, sejauh ini semua mantan teroris memiliki usaha dagang yang tersebar di beberapa wilayah Kota Tasikmalaya.

"Dagang kebanyakan, dan semuanya sudah rumah tangga, malah ada yang sudah punya cucu," tuturnya.

Namun, soal asalnya ada beberapa bukan dari Tasikmalaya. Tapi saat ini semuanya sudah berdomisili dan memiliki KTP Tasikmalaya.

"Tidak semua asli kota Tasik, ada orang Kabupaten Tasik nikah sama orang Kota Tasik, diluar kota Tasik juga ada, tapi domisili semua sudah di Kota Tasik," katanya. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.