TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, (22/7/2026).
Selain Sudaryono, turut dilantik pula Marsekal TNI Purnawirawan Donny Ermawan dan Profesor Yos Sunitiyoso sebagai gubernur dan wakil gubernur Universitas Republik Indonesia.
Sudaryono berdiri di samping kanan kemudian disusul Donny dan Profesor Yos. Ketiganya kompak mengenakan setelan jas dan songkok hitam dibalut dengan dasi biru.
Pengangkatan Sudaryono sebagai Kepala BGN berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 78/P tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional.
Sementara pengangkatan gubernur dan wakil gubernur Universitas Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80/P tahun 2026 tentang Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia.
Pantauan Tribunnews di lokasi pelantikan, ketiganya tampak seksama mengikuti pelantikan. Sudaryono dan dua lainnya ikut mengucapkan sumpah yang dibacakan Presiden.
“Ini suatu amanah besar karena memang program makan bergizi gratis ini adalah program besar, grande, dan satu di antara program prioritas pemerintahan Bapak Prabowo Subianto dan Pak Gibran Rakabuming Raka,” kata Sudaryono.
Baca juga: Kurang dari 2 Tahun Sudah Ada Tiga Kepala Berbeda, Ada Apa Sebenarnya dengan BGN?
Presiden menunjuk Sudaryono sebagai Kepala BGN untuk menggantikan Nanik S Deyang yang mundur dari jabatannya.
Sudaryono dilantik Presiden Prabowo sebagai Kepala BGN definitif. Ia sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian.
Nanik S Deyang mundur dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional. Pengunduran diri Nanik disampaikan melalui media sosialnya pada hari ini, Rabu, (22/7/2026).
Nanik mengundurkan diri karena masalah kesehatan sehingga harus menjalani pengobatan sakit jantung di luar negeri.
Dalam unggahannya di media sosial, Nanik membocorkan calon sosok penggantinya. Menurut Nanik penggantinya adalah sosok yang sudah ia anggap sebagai adik.
“Insyallah pengganti saya adalah "adik saya" dimana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yg menyimpang,” kata Nanik.