TRIBUNTRENDS.COM - Sebuah restoran di Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, dilalap api pada Rabu (22/7/2026) dini hari.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kebakaran mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta.
Baca juga: 12 Sertifikat Tanah Milik Dosen di Klungkung Bali Digondol Pencuri, Rumah Dalam Kondisi Kosong
Dikutip dari Tribun Bali pada 22 Juli 2026, insiden terjadi sekitar pukul 00.30 Wita saat pemilik restoran, I Ketut Supira, sedang beristirahat di rumahnya.
Ia kemudian menerima telepon dari warga yang mengabarkan bahwa bangunan restoran miliknya terbakar.
Ketika tiba, api sudah membesar dan melahap sebagian besar bangunan restoran sehingga proses penyelamatan aset tidak lagi memungkinkan.
Baca juga: Pilu Siswa SMP di Surabaya Tewas Akibat Kebakaran Usai Berusaha Selamatkan Neneknya, Dikenal Supel
Kepala Seksi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, mengatakan kobaran api cepat membesar karena atap restoran menggunakan material alang-alang yang sangat mudah terbakar.
Mengetahui adanya kebakaran, personel Polsubsektor Lembongan bersama warga sekitar langsung bergotong royong melakukan upaya pemadaman.
Setelah berlangsung sekitar satu setengah jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 02.00 Wita.
Baca juga: Bule Singapura Jadi Korban Jambret di Canggu Bali, Jatuh Saat Mengejar & Kalung Emas 24 Gram Raib
Usai kebakaran berhasil diatasi, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mendokumentasikan kondisi lokasi sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting arus listrik.
Akibat insiden tersebut, bagian atap restoran hangus terbakar dan mengalami kerusakan cukup parah.
Polisi pun mengimbau para pemilik usaha maupun masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik.
Terutama pada bangunan yang menggunakan material mudah terbakar seperti alang-alang, guna meminimalkan risiko terjadinya kebakaran serupa di kemudian hari.
(TribunTrends.com/Talitha)