Pertamina: BBM di Sulsel Aman, Serapan Pertalite 49 Persen dan Biosolar 54 Persen
Imam Wahyudi July 22, 2026 10:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Sulawesi Selatan (Sulsel) masih dalam kondisi aman.

Meskipun di lapangan, sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dipenuhi antrean panjang.

Pantauan Tribun-Timur.com, selama satu pekan terakhir, sejumlah SPBU di Makassar dipenuhi antrean.

Tidak jarang antrean mengular hingga ke bahu jalan, sehingga menyebabkan kemacetan panjang.

Salah satu yang menjadi langganan antrean panjang yakni SPBU 74.902.22 di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di depan pintu 1 Universitas Hasanuddin (Unhas).

Juga di SPBU 74.902.36 di Jalan Gunung Bawakaraeng, yang tidak jauh dari Pasar Terong Makassar.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan antrean dipicu tingginya permintaan atau demand masyarakat terhadap BBM, baik Pertalite maupun Biosolar.

“Kami sangat memahami bahwa antrean memang terjadi di lapangan. Hal ini diakibatkan oleh adanya demand atau permintaan yang cukup tinggi. Namun kami terus melakukan optimalisasi distribusi sehingga penyaluran dapat dilaksanakan tepat waktu dan tidak ada lagi antrean yang mengular di lapangan,” kata Lilik, saat bincang santai bareng media di Warkop Ko Heng kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, Rabu (22/7/2026) sore.

Lilik menegaskan, dari sisi pasokan, Pertamina memastikan stok BBM di Sulsel dalam kondisi aman.

Distribusi ke seluruh SPBU juga tetap berjalan secara rutin.

Adapun kuota BBM subsidi di Sulsel masih sesuai proyeksi hingga pertengahan tahun 2026.

Realisasi penyaluran Biosolar hingga Semester I 2026 telah mencapai sekitar 54 persen dari kuota tahunan, sedangkan Pertalite telah terserap sekitar 49 persen.

Angka tersebut dinilai masih sesuai dengan target penyaluran.

Untuk tahun 2026, kuota Pertalite yang diberikan BPH Migas bagi Sulsel mencapai 1.136.082 kiloliter (KL).

Sementara kuota Biosolar tahun 2026 ditetapkan sebesar 744.937 KL.

Pertamina akan terus memantau perkembangan realisasi penyaluran karena evaluasi kuota dilakukan setiap tiga bulan bersama BPH Migas.

“Kuota ini akan terus kami monitor karena memang dievaluasi setiap tiga bulan sekali bersama BPH Migas. Kami juga rutin menyampaikan kondisi penyaluran di lapangan, termasuk perkembangan antrean Pertalite maupun Biosolar,” jelas Lilik.

Untuk mengurangi antrean, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi telah menjalankan sejumlah langkah.

Di antaranya melakukan pemantauan penyaluran di seluruh SPBU agar tidak ada yang mengalami kondisi kritis.

Jika terdapat SPBU dengan stok menipis, Pertamina segera melakukan pengisian ulang (top up) agar pelayanan tetap berjalan.

Selain itu, Pertamina juga menurunkan petugas marsal di lapangan untuk mengatur arus antrean kendaraan sehingga lebih tertib sekaligus mengurangi gangguan terhadap pengguna jalan lainnya.

Koordinasi intensif juga dilakukan bersama pemerintah daerah, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta aparat penegak hukum guna memastikan distribusi BBM tetap berjalan lancar.

Di sisi distribusi, Pertamina melakukan penyesuaian jadwal pengiriman dari Fuel Terminal Makassar dengan menambah jadwal penyaluran ke SPBU yang mengalami permintaan tinggi.

Senada dengan itu, pada kesempatan yang sama, Sales Branch Manager Sulselbar V Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fandy Achmad Sitaba, mengatakan kondisi geografis Sulsel turut menjadi tantangan dalam menjaga kelancaran distribusi BBM.

Menurutnya, tingginya permintaan tidak hanya berasal dari kendaraan pribadi, tetapi juga kendaraan logistik yang melintasi jalur poros Sulawesi.

“Kita ketahui bahwa Sulawesi memiliki jalur poros yang cukup panjang. Salah satu penyebab antrean memang adanya permintaan yang tinggi, baik dari kendaraan pribadi maupun angkutan barang atau logistik. Ini menjadi tantangan bagi Pertamina bagaimana mempertahankan pasokan sekaligus meningkatkan pelayanan agar lebih cepat dan efisien di SPBU,” jelasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.