BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI– Di tengah masifnya pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), kondisi koperasi lama di Kabupaten Tanah Laut (Tala) ternyata masih menghadapi tantangan.
Data dihimpun pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Tala, Rabu (22/7/2026), dari total 183 koperasi binaan Pemerintah Kabupaten Tanahlaut, sebanyak 79 koperasi tercatat tidak lagi aktif menjalankan usahanya.
Kepala Bidang Koperasi Diskumdag Tanah Laut, M Latif, mengatakan hingga saat ini hanya 104 koperasi yang masih berstatus aktif secara kelembagaan.
"Jumlah koperasi existing binaan kami sebanyak 183. Yang aktif ada 104 koperasi, sedangkan 79 lainnya sudah tidak aktif," kata Latif.
Ia menjelaskan, sebagian besar koperasi yang tidak aktif merupakan koperasi lama yang usahanya telah berhenti beroperasi.
Baca juga: Kabupaten Banjar Tetapkan Siaga Karhutla dan Krisis Air Bersih Hingga 30 Juli
Baca juga: Positif Memakai Obat Terlarang, Sopir yang Tewaskan Tiga Pengunjung Warung di HST Jadi Tersangka
Bahkan, tidak sedikit yang merupakan peninggalan program pemerintah pada era Orde Baru, seperti Kredit Usaha Tani (KUT), KUT TRI, hingga Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS BBM).
Menurut Latif, meski sebagian koperasi telah vakum, pemerintah daerah tetap memberikan perhatian kepada koperasi yang masih berjalan agar mampu berkembang dan meningkatkan kualitas pengelolaannya.
Bentuk pembinaan yang dilakukan Diskumdag meliputi pendampingan pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT), fasilitasi kemitraan usaha, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan perkoperasian.
"Pembinaan tetap kami lakukan agar koperasi yang aktif bisa terus berkembang dan menjalankan tata kelola yang baik," ujarnya.
Latif menegaskan, saat ini pemerintah tidak lagi menyalurkan bantuan permodalan kepada koperasi, baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Karena itu, penguatan kelembagaan, peningkatan kemampuan pengurus, serta pengembangan jejaring usaha menjadi strategi utama agar koperasi tetap bertahan dan mampu bersaing.
Sementara itu, hadirnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dipastikan tidak akan menggeser koperasi-koperasi lama yang masih eksis.
Menurut Latif, masing-masing koperasi memiliki bidang usaha yang berbeda sehingga tidak saling berebut pasar.
Di Tanahlaut telah terbentuk 33 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Sebanyak 14 gerai sudah selesai dibangun, sedangkan sisanya ditargetkan rampung sebelum peluncuran nasional pada Agustus 2026.
"Koperasi Merah Putih mengembangkan usaha sesuai potensi desa masing-masing. Jadi justru melengkapi ekosistem perkoperasian yang sudah ada," pungkasnya.
Sementara itu kalangan warga di daerah ini berharap kehadiran KDMP kelak benar-benar dapat bertumbuh kembang menjadi pilar ekonomi baru di tengah masyarakat.
"Mudahan saja lah Koperasi Merah Putih nantinya bisa eksis dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat," ucap Misdar, warga Pelaihari. (banjarmasinpost.co.id/banyu langit)