Kopdes Merah Putih Pulau Buluh Tak Beroperasi, Pemko Batam Pastikan Gerai Permanen Tetap Dibangun
Eko Setiawan July 23, 2026 12:07 AM


TRIBUNBATAM.id, BATAM
– Koperasi Kelurahan (Kopdes) Merah Putih Pulau Buluh yang sempat menjadi koperasi percontohan di Kota Batam kini tidak lagi beroperasi. Padahal, koperasi tersebut baru berjalan sekitar lima bulan setelah diresmikan pada pertengahan September 2025.

Meski operasionalnya telah berhenti, Pemerintah Kota Batam memastikan koperasi tersebut tetap masuk dalam program pembangunan gerai permanen yang saat ini sedang dipersiapkan.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, mengaku pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab berhentinya aktivitas koperasi tersebut.

Menurutnya, pengelolaan operasional koperasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengurus, sementara pemerintah hanya berperan melakukan pembinaan dan memfasilitasi kerja sama dengan mitra usaha.

"Ya memang secara kelembagaan, operasional itu tergantung koperasinya sendiri. Kita hanya melakukan pendampingan dan pembinaan saja," kata Salim, Rabu (22/7/2026).

Diduga Terkendala Operasional

Salim menjelaskan, sejak awal Kopdes Merah Putih Pulau Buluh menjalankan usaha dengan sistem kemitraan atau konsinyasi bersama sejumlah perusahaan penyedia kebutuhan pokok.

Dalam skema tersebut, barang dagangan dititipkan terlebih dahulu kepada koperasi, sedangkan pembayaran kepada perusahaan dilakukan setelah barang terjual sesuai kesepakatan.

Namun hingga kini, Pemerintah Kota Batam belum pernah mengucurkan bantuan modal kepada koperasi tersebut.

Karena itu, Salim menduga terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi keberlangsungan operasional koperasi, mulai dari tingginya biaya operasional hingga persoalan pengelolaan internal.

"Kalau dana dari pemerintah memang belum ada. Mungkin mereka kesulitan dari sisi operasional, mungkin pembayaran sewa atau operasional lainnya tidak mencukupi. Dari sisi pengurus juga mungkin ada kendala. Tapi penyebab pastinya kami belum tahu," ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah tidak ikut campur dalam hubungan kerja sama bisnis antara koperasi dan perusahaan mitra.

"Tidak ada bantuan operasional. Kami hanya memfasilitasi kerja sama dengan pola kemitraan. Untuk kontrak, pembayaran maupun pembagian keuntungan itu menjadi urusan koperasi dengan pihak ketiga," katanya.

Belum Ada Keluhan dari Mitra

Saat ditanya apakah ada laporan dari perusahaan mitra terkait berhentinya operasional Kopdes Merah Putih Pulau Buluh, Salim memastikan hingga saat ini pihaknya belum menerima keluhan apa pun.

"Kalau ke kami enggak ada, tidak ada. Itu kan perjanjian antara koperasi dengan pihak mitra," tambahnya.
Gerai Permanen Tetap Dibangun
Meski operasional koperasi terhenti, Salim memastikan pembangunan gerai permanen untuk Kopdes Merah Putih Pulau Buluh tetap akan dilanjutkan.

Ia menjelaskan, bangunan yang sebelumnya digunakan hanya bersifat sementara agar koperasi bisa segera beroperasi sambil menunggu pembangunan gerai permanen.

"Awalnya memang percepatan operasional. Karena belum punya gerai, koperasi bisa menyewa ruko atau memanfaatkan bangunan yang ada," jelasnya.

Menurut Salim, Pemerintah Kota Batam telah menyiapkan lahan yang nantinya akan digunakan untuk pembangunan gerai permanen oleh Agrinas bersama Kodim.

"Lahan untuk Pulau Buluh sudah kami siapkan dan sudah diserahkan kepada pihak pelaksana. Tinggal menunggu proses pembangunannya," ungkapnya.

Setelah pembangunan selesai, Agrinas juga akan melengkapi gerai tersebut dengan rak, barang dagangan, serta berbagai sarana operasional sebelum diserahkan kepada pemerintah daerah dan selanjutnya dikelola oleh koperasi.

Secara keseluruhan, dari 64 Koperasi Merah Putih yang ada di Kota Batam, sebanyak 45 lokasi telah memiliki lahan. Dari jumlah tersebut, 43 gerai sudah memasuki tahap pembangunan, sementara sisanya masih menunggu proses pelaksanaan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.