Timnas Indonesia Belum Sekalipun Juara Piala AFF, 6 Kali Masuk Final Berakhir Menyakitkan
Fitriadi July 23, 2026 09:03 AM

 

BANGKAPOS.COM – ASEAN Championship 2026 kembali akan digelar dalam waktu dekat.

Turnamen sepak bola yang sebelumnya dikenal dengan nama Piala AFF akan dimulai pada 24 Juli sampai 26 Agustus mendatang.

Timnas Indonesia tergabung ke dalam Grup A bersama Vietnam, Kamboja, Singapura, dan Timor Leste.

Sedangkan Grup B dihuni Thailand, Malaysia, Filipina, Myanmar dan Laos.

Vietnam berstatus sebagai juara bertahan.

Piala AFF adalah turnamen sepak bola antarnegara di Asia Tenggara yang diadakan setiap dua tahun sekali oleh Federasi Sepak Bola ASEAN. Ajang ini kini juga dikenal sebagai ASEAN Championship.

Turnamen ini tidak masuk dalam kalender resmi FIFA.

Turnamen ini dikenal dengan nama Piala Tiger saat pertama kali diselenggarakan di Singapura pada tahun 1996.

Ajang ini sempat berganti-ganti nama mengikuti sponsor seperti Piala Suzuki dan Piala Mitsubishi Electric sebelum resmi menjadi ASEAN Championship.

Thailand menjadi negara dengan koleksi gelar terbanyak (tujuh kali juara), diikuti oleh Singapura dengan empat gelar.

Piala AFF sudah digelar sebanyak 15 kali sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1996. 

Edisi ke-15 dilaksanakan pada akhir 2024 hingga awal 2025. Kala itu Vietnam keluar sebagai juara bertahan setelah menumbangkan Thailand di babak final. 

Jadi, turnamen kali ini adalah ajang ke-16 kalinya.

Sejak pertama kali digelar pada 1996, timnas Indonesia menjadi salah satu negara dengan catatan paling menyakitkan di turnamen ini.

Tim Merah Putih tercatat enam kali menjadi runner-up, yakni pada edisi 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020.

Indonesia belum sekali pun berhasil mengangkat trofi juara.

Ironisnya, Indonesia menjadi negara dengan jumlah runner-up terbanyak sepanjang sejarah turnamen yang dulu bernama Piala AFF.

Beberapa kegagalan itu bahkan terjadi dengan cara yang menyakitkan.

Timnas Indonesia kalah dari Thailand pada final 2000, 2002, 2016, dan 2020.

Takluk dari Singapura pada 2004, serta menyerah dari Malaysia pada final 2010.

Julukan Sinis Piala Ciki

Di media sosial, turnamen antarnegara Asia Tenggara itu kerap mendapat julukan sinis sebagai "Piala Ciki" karena tidak masuk dalam kalender resmi FIFA.

Namun, mantan pemain Timnas Indonesia, Erol Iba menepis 
anggapan miring tersebut.

Menurut Erol, ASEAN Championship 2026 tetap memiliki nilai prestisius karena mempertaruhkan nama bangsa.
Terlebih lagi, Timnas Indonesia hingga kini masih memburu gelar pertamanya di ajang tersebut.

"Kalau saya sangat penting."

"Selama ini kita kan belum pernah juara."

"Walaupun dibilang 'Piala Ciki', kalau belum pernah juara jangan anggap remeh. Harus tetap berjuang," ujar Erol kepada awak media, dilansir dari BolaSport.com pada Kamis (23/7/2026).

Erol menilai tidak ada alasan untuk meremehkan turnamen yang kini bernama ASEAN Championship itu.

Menurutnya, setiap pemain yang mengenakan seragam Timnas Indonesia membawa tanggung jawab besar untuk mengharumkan nama negara, terlepas dari status turnamen tersebut.

"Menurut saya sangat penting. Karena ini membawa nama negara dan nama federasi."

"Walaupun tidak masuk kalender FIFA, buat saya turnamen ini tetap penting," kata Erol.

Thom Haye Bidik Gelar Juara 

Pemain Timnas Indonesia, Thom Haye menyebut Garuda datang ke ASEAN Championship 2026 dengan ambisi menjadi juara. 

"Saya pikir itu cukup jelas. Kami berkompetisi untuk menang. Jadi itulah fokus utama," kata Thom Haye. 

Gelandang berusia 31 tahun tersebut juga menegaskan timnya tidak ragu menyampaikan target tersebut kepada publik.

"Kami tidak takut untuk mengatakan itu. Kami telah bermain di banyak final, jadi itu tentu saja target utama." 

Sementara itu, Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman mengungkapkan bahwa fokus utama tim bukan hanya hasil akhir di ASEAN Championship 2026.

Pelatih asal Inggris itu lebih menekankan pentingnya perkembangan pemain selama turnamen berlangsung.

"Kami tidak memikirkan turnamen, kami juga tidak memikirkan hasil akhirnya," kata John Herdman. 

Menurut Herdman, setiap pemain harus memanfaatkan kesempatan untuk terus berkembang.

"Mereka tahu apa peluang yang bisa diraih. Kami hanya mengatakan, setiap hari kami harus berkembang."

Ia berharap perkembangan tim terus berlanjut dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.

"Berkembang, lalu menjadi lebih baik. Nanti kami akan melihat puncak gunung pada waktu yang tepat," ujarnya.

Herdman mengaku puas dengan perkembangan para pemain selama masa persiapan.

"Untuk saat ini, progres mereka luar biasa," imbuhnya.

Jadwal Timnas Indonesia di Grup A

  • 27 Juli 2026: Indonesia vs Kamboja
  • 31 Juli 2026: Timor Leste vs Indonesia
  • 3 Agustus 2026: Indonesia vs Vietnam
  • 7 Agustus 2026: Singapura vs Indonesia

Jadwal Grup A Piala AFF 2026 (ASEAN Championship 2026)

Matchday 1 – Jumat, 24 Juli 2026

  • Vietnam vs Timor Leste
  • Indonesia vs Kamboja

Matchday 2 – Selasa, 28 Juli 2026

  • Kamboja vs Vietnam
  • Singapura vs Indonesia

Matchday 3 – Jumat, 31 Juli 2026

  • Vietnam vs Singapura
  • Indonesia vs Timor Leste

Matchday 4 – Senin, 3 Agustus 2026

  • Indonesia vs Vietnam
  • Timor Leste vs Kamboja

Matchday 5 – Jumat, 7 Agustus 2026

  • Vietnam vs Kamboja
  • Singapura vs Indonesia

Jadwal Grup B Piala AFF 2026 (ASEAN Championship 2026)

Matchday 1 – Sabtu, 25 Juli 2026

  • Laos vs Thailand
  • Myanmar vs Malaysia

Matchday 2 – Selasa, 28 Juli 2026

  • Malaysia vs Laos
  • Filipina vs Myanmar

Matchday 3 – Sabtu, 1 Agustus 2026

  • Laos vs Filipina
  • Thailand vs Malaysia

Matchday 4 – Selasa, 4 Agustus 2026

  • Myanmar vs Laos
  • Filipina vs Thailand

Matchday 5 – Sabtu, 8 Agustus 2026

  • Thailand vs Myanmar
  • Malaysia vs Filipina

(Bangkapos.com/Bolasport.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.