Laporan Reporter SURYAMALANG.COM, Benni Indo/Luluul Isnainiyah/Dya Ayu
SURYAMALANG.COM, MALANG RAYA - Kecelakaan maut terjadi di Tol Pandaan–Malang KM 76+600/A yang melibatkan minibus Toyota Hiace berisi rombongan wisatawan asal Makassar hingga menewaskan tiga orang penumpang.
Di sisi lain, jagat media sosial dihebohkan oleh curhatan wisatawan yang membeberkan dugaan oknum penjual ronde di Alun-Alun Kota Batu menjual kembali sisa kuah bekas pembeli.
Menanggapi isu viral tersebut, Pemerintah Kota Batu langsung turun ke lapangan untuk melakukan sidak dan memperketat pengawasan terhadap ratusan pedagang di kawasan wisata.
Berikut ulasan selengkapnya:
Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah minibus Toyota Hiace dan truk terjadi di ruas Tol Pandaan–Malang KM 76+600/ A pada Rabu (22/7/2026) pukul 18.09 WIB.
Toyota Hiace nomor polisi (nopol) B 7463 WDA tersebut ditumpangi oleh delapan orang penumpang, dan diduga rombongan tersebut hendak berlibur ke Malang Raya.
Atas kejadian ini, tiga orang penumpang meninggal dunia di lokasi, dua orang mengalami luka berat, dan tiga orang lainnya mengalami luka ringan.
Seorang sopir ambulans yang terlibat dalam proses evakuasi, namun enggan disebutkan namanya, menjelaskan laporan kecelakaan diterima sekitar pukul 18.09 WIB oleh petugas Jasa Marga.
Baca juga: Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini Kamis 23 Juli 2026: Dominan Cerah, Suhu Dingin Tembus 12°C
Awalnya, tim mendapat informasi lokasi kejadian berada di Exit Tol Lawang, namun setelah dilakukan pengecekan, kecelakaan ternyata terjadi di Kilometer (KM) 76 jalur menuju Kota Malang.
"Kami menerima laporan sekitar pukul 18.09 WIB. Awalnya informasi di Exit Tol Lawang, ternyata lokasi sebenarnya di dalam tol, KM 76 arah Kota Malang," ujarnya saat ditemui di RS Lawang Medika, Rabu (22/7/2026).
Empat unit ambulans diterjunkan menuju lokasi kejadian, dan sempat menuju kawasan Tol Purwodadi sebelum akhirnya putar balik ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Tim ambulans kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 18.43 WIB.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati kondisi Toyota Hiace mengalami kerusakan sangat parah pada bagian depan setelah menghantam bagian belakang sebuah truk besar yang berhenti di depan.
"Hiace kondisinya separuh kendaraan hancur. Truk berada di depan, sedangkan Hiace di belakang," katanya.
Berdasarkan hasil evakuasi awal, terdapat empat korban di dalam Hiace. Tiga penumpang ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan satu penumpang berhasil selamat.
"Yang selamat satu orang. Tiga orang sudah meninggal dunia di dalam kendaraan. Semuanya penumpang Hiace," ujarnya.
Sementara itu, sopir truk dilaporkan selamat dalam insiden tersebut.
Korban meninggal dunia dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk proses lebih lanjut.
Sedangkan korban selamat dibawa ambulans Jasa Marga menuju Rumah Sakit Lawang Medika guna mendapatkan penanganan medis.
Kepala Unit (Kanit) Gakkum Satlantas Polres Malang, Ipda Samsul Khoiruddin mengatakan mobil Hiace tersebut berisi rombongan asal Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan yang mereka semua masih satu keluarga.
Samsul menyebutkan, rombongan tersebut berencana berlibur ke Malang Raya. Namun nahas, kecelakaan yang terjadi di tengah perjalanan tidak dapat dihindarkan.
"Benar, liburan ke Malang Raya," kata Samsul ketika dikonfirmasi.
Kecelakaan tersebut melibatkan kendaraan Toyota Hiace yang dikemudian oleh Awang Darmawan dengan Truk Hino nopol DA 8984 CH.
Berdasarkan penuturan Samsul, kecelakaan ini bermula saat Hiace melaju dari arah Surabaya ke Malang.
Setibanya di lokasi kejadian, Toyota Hiace hendak mendahului Truk Hino nopol DA 8984 CH yang dikemudikan oleh Adolfus Gelu warga Kalimantan Barat.
"Akibat kurangnya antisipasi dan tidak bisa mengendalikan kecepatan, akibatnya kendaran Hiace menabrak truk tersebut yang ada di depannya," jelas Samsul.
Beralih ke Kota Batu, salah satu wisatawan yang datang ke Alun-Alun Kota Batu membongkar praktik nakal oknum pedagang ronde yang diduga mengumpulkan sisa kuah ronde untuk dijual lagi.
Wisatawan dengan akun Threads @eggieeew membagikan ceritanya saat berlibur ke Kota Batu pada akhir pekan lalu.
Saat itu pemilik akun bersama dengan rombongannya membeli ronde yang berada di sebelah Rumah Susu ‘Sudiro’.
Setelah selesai membeli ronde itu dan sedang ngobrol di lokasi, pemilik akun melihat penjual ronde membersihkan makanan sisa pembeli lain untuk dijadikan satu mangkok.
Kemudian hasil dari sisa-sisa kuah ronde itu dimasukan dalam wadah panci.
Setelah diperhatikan, ternyata panci tersebut merupakan wadah kuah rebusan jahe yang digunakan untuk melayani pembeli lain yang hendak beli.
Sontak hal itu membuat pemilik akun kaget dan akhirnya membagikan ceritanya ini lewat akun media sosial pribadinya pada Rabu (22/7/2026), agar tidak ada pembeli lain yang mengalami pengalaman serupa.
'Awalnya gue pikir itu emang wadah panci air kotor sisaan, tapi ternyata, itu panci rebusan jahe, ketika ada pembeli baru datang, si ibu pakai air jahe dari panci tersebut' tulis akun @eggieeew.
'Gue coba pantau terus pergerakan si ibu, bener aja dia selalu melalukan hal yang sama, sisa kuah ronde orang dimasukin ke panci tersebut dan dijual lagi buat pembeli baru' lanjutnya.
'Intinya air jahe ini, ada kumpulan sisa kuah ronde pembeli-pembeli sebelumnya, termasuk punya kami pasti,' beber pemilik akun.
Tak berhenti di situ, pemilik akun melanjutkan tak lama kemudian sang penjual meminta kembali mangkuk bekas rombongannya.
Setelah menyelesaikan pembayaran, rombongan wisatawan tersebut langsung meninggalkan lokasi.
'Setelah kami agak menjauh, gue masih pantau terus, dan sama, sisa kuah ronde kami dimasukin lagi ke panci, bahkan sisa isian rondenya dia ambil pake tangan, kaya kacang dan pacar cinanya. Mual banget' curhat wisatawan tersebut.
'Gak habis pikir ada orang cari rezeki jorok dan sejahat ini,' sambungnya.
Unggahan ini pun sontak mendapatkan beragam respons dari warganet.
Bahkan beberapa orang mengaku juga mengalami hal serupa karena pernah membeli ronde di tempat yang sama.
Viralnya postingan warganet mengenai kelakuan nakal penjual ronde tersebut membuat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu, Alfi Nurhidayat, bersama Plt Kadiskumperindag Kota Batu, Dian Fachroni, datang ke lokasi untuk memastikan keamanan makanan dan minuman yang dijual para pedagang di sana pada Rabu (22/7/2026).
Untuk memastikan kualitas layanan, keamanan produk kuliner, serta memberikan perlindungan kepada para konsumen, Alfi memerintahkan Diskumperindag untuk lebih memperketat pembinaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Alun-alun Kota Batu.
“Jadi intinya kami ingin memastikan para pelaku usaha di Alun-alun Kota Batu melayani sesuai prosedur yang ditentukan.Tadi saya langsung memanggil dinas terkait untuk berkoordinasi bersama perwakilan PKL.Mari bersama menjaga nama Kota Batu sebagai sentra wisata,” kata Alfi Nurhidayat kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (22/7/2026).
Sementara itu, Dian Fachroni mengaku telah melakukan klarifikasi kepada pedagang yang bersangkutan.
“Hasil klarifikasi menunjukkan informasi yang beredar tidak sepenuhnya sesuai fakta. Namun peristiwa itu menjadi pengingat bagi kami untuk terus memperkuat pembinaan dan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Dian.
Lebih lanjut, Diskumperindag akan melakukan pembinaan pada para PKL dengan difokuskan pada tiga aspek utama, yakni legalitas perizinan, kepemilikan sertifikat halal, dan pemenuhan standar keamanan pangan.
“Kami bersama tim gabungan akan melakukan pembinaan terhadap sembilan paguyuban PKL yang berada di kawasan Alun-alun Kota Batu" lanjut Dian.
"Selain memastikan keamanan bagi konsumen, kami juga ingin memberikan perlindungan kepada pelaku usaha yang sudah patuh terhadap aturan,” jelasnya.
Saat ini dari data Diskumperindag Kota Batu terdapat sembilan paguyuban PKL Alun-alun Kota Batu dengan jumlah total anggota sebanyak 537 UMKM binaan.
"Kami juga menekankan pentingnya hospitality. Keramahan pedagang menjadi bagian dari wajah Kota Batu karena Alun-alun adalah salah satu episentrum pariwisata yang harus dijaga bersama,” pungkas Dian.