Kericuhan Final Piala Dunia 2026 Berujung Investigasi FIFA, Paredes hingga Almada Terancam Sanksi
M Zulkodri July 23, 2026 10:03 AM

 

BANGKAPOS.COM--Kericuhan yang terjadi setelah final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol memasuki babak baru.

FIFA resmi membuka penyelidikan atas insiden yang melibatkan sejumlah pemain Argentina setelah pertandingan berakhir.

Pertandingan final yang seharusnya menjadi panggung perayaan justru diwarnai ketegangan antarpemain.

Situasi memanas setelah sejumlah pemain dari kedua tim terlibat konfrontasi di lapangan.

Salah satu pemain yang menjadi sorotan adalah gelandang Argentina, Leandro Paredes.

Ia disebut terlibat perselisihan dengan pemain Spanyol, Eric Garcia, sebelum situasi berkembang dan melibatkan Gavi.

Thiago Almada juga terlihat berada di tengah keributan. Pemain Argentina tersebut dilaporkan terlibat kontak dengan Gavi hingga pemain Spanyol itu terjatuh.

Kericuhan akhirnya berhasil diredakan setelah sejumlah anggota staf pelatih Argentina turun tangan.

Mereka berusaha memisahkan pemain yang terlibat agar situasi tidak semakin membesar.

Sempat beredar kabar bahwa Paredes mendapatkan kartu merah setelah pertandingan.

Namun, FIFA kemudian mengonfirmasi bahwa gelandang Argentina tersebut tidak menerima kartu merah setelah peluit akhir dibunyikan.

Meski demikian, bukan berarti Paredes dan pemain Argentina lainnya terbebas dari ancaman hukuman.

FIFA masih dapat menjatuhkan sanksi melalui proses disipliner apabila hasil penyelidikan menemukan adanya pelanggaran terhadap regulasi yang berlaku.

FIFA Tunjuk Jaksa Disiplin dan Etika

Baca juga: Spanyol Juara, Manchester City Ikut Menang, Dapat Kompensasi FIFA Rp62,7 Miliar

Berdasarkan laporan ESPN, FIFA telah menyerahkan penanganan insiden tersebut kepada jaksa disiplin dan etika.

Pejabat tersebut memiliki kewenangan untuk menyelidiki dugaan pelanggaran yang terjadi dalam pertandingan.

Langkah tersebut dilakukan setelah FIFA melakukan penilaian terhadap laporan pertandingan final Piala Dunia 2026.

"Setelah melakukan penilaian terhadap laporan pertandingan terkait final Piala Dunia FIFA antara Spanyol dan Argentina, dan sesuai dengan Pasal 36 Kode Disiplin FIFA (FDC), Komite Disiplin FIFA telah menunjuk Jaksa Disiplin dan Etika untuk menyelidiki potensi pelanggaran FDC terkait insiden pascapertandingan," demikian pernyataan FIFA seperti dikutip ESPN.

Dengan adanya investigasi tersebut, sejumlah pemain Argentina yang diduga terlibat dalam kericuhan berpotensi mendapatkan hukuman.

Nama Leandro Paredes, Thiago Almada hingga Nahuel Molina menjadi perhatian dalam proses penyelidikan.

Namun, keputusan mengenai ada atau tidaknya pelanggaran serta jenis sanksi yang akan diberikan masih menunggu hasil investigasi FIFA.

Ancaman Larangan Bermain hingga Denda

Kode Disiplin FIFA memungkinkan pemberian hukuman terhadap pemain yang terbukti melakukan tindakan kekerasan atau pelanggaran disiplin lainnya.

Sanksi dapat berupa larangan bermain dalam sejumlah pertandingan atau hukuman dalam jangka waktu tertentu.

Besaran hukuman akan disesuaikan dengan tingkat pelanggaran yang terbukti dalam proses penyelidikan.

FIFA juga memiliki kewenangan untuk memperluas larangan bermain ke kompetisi lain apabila pelanggaran yang dilakukan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Salah satu contoh hukuman berat pernah diberikan kepada Luis Suarez setelah insiden dirinya menggigit bek Italia, Giorgio Chiellini, pada Piala Dunia 2014.

Selain pemain, Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) juga berpotensi terkena sanksi jika FIFA menemukan adanya pelanggaran yang menjadi tanggung jawab federasi.

AFA sebelumnya pernah mendapatkan denda lebih dari 24.500 dolar AS terkait perilaku tim setelah menjuarai Piala Dunia 2022.

Ketika itu, Argentina dinilai melakukan tindakan yang dianggap sebagai perilaku ofensif dan melanggar prinsip fair play.

Baca juga: Pesta Gol 5-0, Timnas Putri Indonesia Pertahankan Gelar Juara Piala AFF Wanita 2026

Belum Ada Kepastian Waktu Putusan FIFA

Hingga kini, belum diketahui kapan FIFA akan menyelesaikan penyelidikan dan mengumumkan keputusan terkait kericuhan final Piala Dunia 2026.

Tidak terdapat batas waktu khusus yang ditetapkan untuk proses investigasi tersebut.

FIFA masih harus mengumpulkan dan memeriksa berbagai laporan sebelum menentukan apakah terdapat pelanggaran yang dapat dikenai sanksi.

Argentina sendiri belum memiliki agenda pertandingan internasional dalam waktu dekat.

Jendela internasional berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 21 September hingga 6 Oktober, dengan tim nasional berpeluang memainkan hingga empat pertandingan.

Kondisi tersebut membuat keputusan FIFA menjadi perhatian tersendiri.

Jika hukuman dijatuhkan sebelum agenda internasional berikutnya, pemain yang terbukti bersalah berpotensi harus menjalani sanksi pada pertandingan mendatang.

Kini, perhatian tertuju pada hasil penyelidikan FIFA. Kericuhan yang terjadi sesaat setelah final Piala Dunia 2026 berpotensi meninggalkan konsekuensi panjang bagi para pemain Argentina maupun federasi sepak bola negara tersebut.

(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.