SRIPOKU.COM - Memasuki Tahun Ajaran Baru 2026/2027, pembelajaran Sosiologi Kelas 11 SMA pada Kurikulum Merdeka diawali dengan topik yang sangat dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari, yaitu Bab 1 Masalah Sosial Terkait Pengelompokan Sosial.
Pada bab ini, siswa tidak hanya diajak untuk menghafal definisi atau teori, melainkan dituntut memiliki kepekaan sosial serta kemampuan analisis tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills / HOTS).
Siswa belajar mengidentifikasi pembeda antara masalah individu dan masalah publik, menganalisis faktor penyebab masalah sosial, hingga merumuskan pemecahan masalah secara objektif.
Baca juga: 10 Latihan Soal Materi Komposisi Sel, Biologi Kelas 11 SMA Bab 1, Soal Berbasis HOTS 2026
Untuk membantu mempermudah proses belajar mandiri di rumah maupun sebagai referensi bahan ajar bagi guru di sekolah, berikut disajikan ringkasan materi esensial beserta 5 contoh soal tipe HOTS lengkap dengan kunci jawabannya:
1. Pengertian Masalah Sosial
2. Perbedaan Personal Trouble dan Public Issue (C. Wright Mills)
3. Faktor Penyebab Masalah Sosial
4. Dampak dan Pemecahan Masalah Sosial
(1) Seorang pemuda bernama Rian kehilangan pekerjaannya karena perusahaan tempat ia bekerja gulung tikar akibat krisis ekonomi global. Di lingkungan tempat tinggalnya, ternyata ada puluhan kepala keluarga yang mengalami nasib serupa hingga angka pengangguran di desa tersebut melonjak tajam dan memicu maraknya aksi pencurian. Berdasarkan analisis sosiologis C. Wright Mills, kondisi yang dialami Rian dan warga desanya telah berkembang dari...
A. Masalah pribadi (personal trouble) menjadi masalah publik (public issue) karena berdampak luas pada struktur masyarakat.
B. Masalah publik (public issue) menjadi masalah pribadi (personal trouble) karena disebabkan oleh ketidakmampuan individu bekerja.
C. Konflik laten menjadi konflik terbuka akibat lemahnya pengawasan dari aparat keamanan setempat.
D. Disorganisasi keluarga menjadi disorganisasi kebudayaan akibat masuknya pengaruh ekonomi asing.
E. Masalah Biologis menjadi masalah psikologis karena tekanan hidup yang dihadapi para buruh.
Kunci Jawaban : A. Masalah pribadi (personal trouble) menjadi masalah publik (public issue) karena berdampak luas pada struktur masyarakat.
(2) Di sebuah kota besar, muncul fenomena permukiman kumuh (slum area) di sepanjang bantaran sungai. Warga yang tinggal di sana umumnya adalah pendatang yang tidak memiliki keterampilan khusus sehingga sulit mendapatkan pekerjaan layak di sektor formal. Pemerintah daerah berniat mengatasinya dengan melakukan penggusuran paksa, namun langkah ini justru mendapat perlawanan keras dari warga. Dari sudut pandang sosiologi, solusi paling tepat dan berkeadilan sosial untuk mengatasi masalah tersebut adalah...
A. Menangkap seluruh warga pendatang dan mengembalikan mereka ke daerah asal secara paksa.
B. Membiarkan permukiman tersebut tetap berdiri demi menjaga kedamaian dan hak asasi manusia.
C. Menyediakan rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) disertai pelatihan keterampilan kerja berbasis kebutuhan industri.
D. Memberikan bantuan uang tunai bulanan tanpa batas waktu agar warga bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.
E. Mengalihkan aliran sungai ke tempat lain agar warga tidak perlu pindah dari bantaran sungai.
Kunci Jawaban : C. Menyediakan rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) disertai pelatihan keterampilan kerja berbasis kebutuhan industri.
(3) Perhatikan fenomena berikut!
Seiring meningkatnya transaksi jual-beli berbasis digital, muncul modus kejahatan baru seperti penipuan online (phishing) dan pencurian data pribadi di media sosial. Banyak masyarakat awam menjadi korban karena belum memiliki tingkat literasi digital yang memadai. Fenomena kejahatan siber (cybercrime) ini tergolong sebagai masalah sosial yang disebabkan oleh faktor kebudayaan, khususnya terjadi akibat...
A. Cultural lag (ketimpangan kebudayaan) di mana perkembangan teknologi tidak diimbangi oleh kesiapan mental dan kebiasaan masyarakat.
B. Cultural shock (guncangan budaya) yang menyebabkan masyarakat menolak total penggunaan teknologi digital.
C. Murni kesalahan individu korban yang tidak berhati-hati saat membagikan informasi di internet.
D. Perubahan iklim global yang memengaruhi pola perilaku kejahatan manusia di era modern.
E. Cultural animosity di mana terjadi pertentangan antara dua kebudayaan yang seimbang di masyarakat.
Kunci Jawaban : A. Cultural lag (ketimpangan kebudayaan) di mana perkembangan teknologi tidak diimbangi oleh kesiapan mental dan kebiasaan masyarakat.
(4) Tingginya angka kelulusan sarjana di Indonesia ternyata tidak berbanding lurus dengan ketersediaan lapangan kerja yang sesuai. Fenomena underemployment (pengangguran terselubung atau bekerja tidak sesuai kualifikasi) kini marak terjadi pada lulusan perguruan tinggi. Jika dianalisis menggunakan kriteria masalah sosial, kondisi ini dikategorikan sebagai masalah sosial karena...
A. Hanya merugikan perguruan tinggi yang memproduksi lulusan tersebut.
B. Terjadi ketidaksesuaian antara harapan nilai sosial tentang pendidikan tinggi dengan realitas ketersediaan lapangan kerja.
C. Merupakan fenomena wajar yang tidak memengaruhi kestabilan ekonomi nasional.
D. Disebabkan oleh ketidakmampuan siswa dalam memilih jurusan yang tepat saat kuliah.
E. Tidak melanggar norma hukum formal yang berlaku di dalam masyarakat Indonesia.
Kunci Jawaban : B. Terjadi ketidaksesuaian antara harapan nilai sosial tentang pendidikan tinggi dengan realitas ketersediaan lapangan kerja.
(5) Sebuah desa di lereng gunung mengalami konflik sosial antara warga lokal dengan pihak perusahaan tambang. Warga merasa pencemaran limbah tambang telah merusak sumber air bersih dan lahan pertanian mereka, sementara pihak perusahaan merasa sudah mengantongi izin resmi dari pemerintah. Upaya penanganan masalah sosial tersebut secara represif oleh aparat keamanan justru memperkeruh suasana. Langkah preventif yang seharusnya dilakukan sejak awal sebelum investasi masuk adalah...
A. Menghentikan seluruh aktivitas pertanian warga agar tidak terpengaruh limbah tambang.
B. Melakukan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) secara transparan serta melibatkan dialog inklusif bersama warga lokal.
C. Membayar ganti rugi berupa uang kepada tokoh masyarakat tanpa perlu memperbaiki sumber air yang rusak.
D. Mengabaikan keluhan warga karena kegiatan tambang memberikan pemasukan pajak yang besar bagi negara.
E. Memindahkan seluruh pemukiman warga ke desa lain secara sepihak agar proyek tambang berjalan lancar.
Kunci Jawaban : B. Melakukan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) secara transparan serta melibatkan dialog inklusif bersama warga lokal.
Melalui penguasaan ringkasan materi dan latihan soal HOTS Sosiologi Kelas 11 SMA Bab 1 Masalah Sosial di atas, siswa tidak hanya dipersiapkan untuk menghadapi ujian sekolah, melainkan diasah kepekaan kritisnya dalam memandang dinamika fenomena sosial di masyarakat.
Ketelitian dalam mengidentifikasi akar masalah menjadi kunci sukses menyelesaikan soal-soal sosiologi berbasis studi kasus.***