TRIBUN-TIMUR.COM, umi.ac.id - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muslim Indonesia (UMI).
Muhammad Dzaky Firdaus berhasil mengukir prestasi gemilang di bidang esports.
Ia meraih dua gelar juara pertama pada ajang kompetisi tingkat internasional dan nasional dalam waktu berdekatan.
Pada tingkat internasional, Muhammad Dzaky Firdaus berhasil meraih Juara I kategori One versus One FC 26 Console dalam ajang FC Community Series 26 Asia Summer Final yang diselenggarakan Sports IT Solution, Inc.bekerja sama dengan Sony Interactive Entertainment.
Kompetisi yang mempertemukan para pemain terbaik dari berbagai negara di kawasan Asia berlangsung di JFA Soccer Culture Hub Blue-ing, Tokyo Dome City, Jepang,13–14 Juni 2026.
Prestasi tersebut menjadi bukti mahasiswa UMI tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menunjukkan daya saing, kreativitas, dan profesionalisme pada bidang olahraga elektronik (esports) yang kini berkembang sebagai salah satu industri kreatif terbesar di dunia.
Keberhasilan tersebut semakin mengukuhkan kualitas mahasiswa UMI di tingkat global.
Melalui kemampuan, strategi permainan, serta mental kompetitif yang dimiliki, Dzaky mampu mengungguli para peserta internasional dan membawa pulang gelar juara bagi Indonesia dan Universitas Muslim Indonesia.
Tidak berhenti di panggung internasional, Dzaky kembali menunjukkan konsistensi prestasinya dengan meraih Juara I kategori FC 26 Console pada ajang More Than a Game – National Esport Grand Finale yang diselenggarakan Yayasan Odong Prestasi Indonesia di Pacific Place, Jakarta, 16–19 Juli 2026
Dua gelar juara dalam kurun waktu hanya satu bulan menjadi bukti mahasiswa UMI mampu berprestasi di berbagai bidang, termasuk sektor nonakademik yang kini semakin mendapat perhatian dalam pengembangan kompetensi generasi muda.
Prestasi ini sekaligus mencerminkan semangat mahasiswa UMI dalam menghadapi tantangan era digital, di mana kemampuan berpikir strategis, penguasaan teknologi, sportivitas, serta kolaborasi menjadi kompetensi yang sangat dibutuhkan.
Esports tidak lagi dipandang sekadar hiburan, tetapi telah berkembang menjadi ruang kompetisi profesional yang menuntut kecerdasan, disiplin, konsistensi, dan kemampuan mengambil keputusan secara cepat.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI Dr. H. Muhammad Syafi'i A. Basalamah, S.E., M.M, mengapresiasi pencapaian tersebut.
Menurutnya, keberhasilan Muhammad Dzaky Firdaus menjadi inspirasi, mahasiswa harus terus mengembangkan potensi diri, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik, sebagai bekal menghadapi persaingan global.
"Prestasi yang diraih Dzaky menunjukkan bahwa mahasiswa FEB UMI mampu bersaing hingga tingkat internasional," kata Basalamah, Kamis(23/7/2026).
"Kami berharap capaian ini dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan berani mengikuti berbagai kompetisi sesuai minat dan bakat yang dimiliki," jelasnya.
Keberhasilan ini juga sejalan dengan komitmen UMI menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung pengembangan prestasi mahasiswa secara holistik.
Melalui berbagai program kemahasiswaan, UMI terus mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki prestasi, karakter, kepemimpinan, kreativitas, serta daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan torehan dua gelar juara tersebut, Muhammad Dzaky Firdaus tidak hanya mengharumkan nama Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI, tetapi juga semakin mempertegas eksistensi UMI sebagai perguruan tinggi yang konsisten melahirkan mahasiswa berprestasi di berbagai bidang, termasuk pada cabang esports yang kini menjadi bagian penting dari perkembangan industri kreatif dan olahraga modern. (*)