Kemacetan Cakung-Cilincing Diurai dengan Tutup 3 U-Turn, Rekayasa Lalin Dilanjutkan
Dian Anditya Mutiara July 23, 2026 11:35 AM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan melanjutkan rekayasa lalu lintas dengan menutup tiga titik putaran balik (U-turn) di kawasan Cakung, Jakarta Timur, untuk mengurai kemacetan akibat antrean truk peti kemas yang terjadi sejak Selasa (21/7/2026).

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaludin, mengatakan rekayasa lalu lintas akan terus diterapkan setiap sore hingga kondisi arus kendaraan kembali normal.

Kebijakan itu diambil setelah penutupan tiga U-turn pada Rabu (22/7/2026) malam dinilai efektif mengurangi kepadatan lalu lintas.

"Alhamdulillah, semua bisa teratasi. Sebelah kiri maupun kanan kondisinya sudah sangat lancar setelah dilakukan rekayasa lalu lintas," kata Budi saat dikonfirmasi, Kamis (23/7/2026).

Baca juga: Belum Terurai, Kemacetan Panjang Masih Terjadi di Jalan Raya Cakung Cilincing Jakarta Timur

Tiga U-Turn Ditutup

Penutupan dilakukan di tiga titik putaran balik, yakni:

  1. Kawasan Cakung
  2. Kawasan Babek
  3. Kawasan Jakarta Garden City (JGC)

Rekayasa lalu lintas mulai diterapkan sekitar pukul 19.00 WIB pada Rabu malam.

Sekitar 30 menit setelah penutupan diberlakukan, arus kendaraan di kedua arah mulai kembali lancar.

Pada Kamis (23/7/2026), rekayasa serupa kembali diterapkan mulai pukul 15.00 WIB.

Personel Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur dan Jakarta Utara disiagakan untuk mengatur arus lalu lintas di lokasi.

Baca juga: Lalin Cakung-Cilincing Masih Melambat, Truk Antre Masuk Depo Bongkar Muat

Truk Diarahkan Menunggu di Terminal Tanah Merdeka

Selain mengatur arus kendaraan, petugas juga mengarahkan truk peti kemas yang hendak menuju depo agar menunggu di Terminal Tanah Merdeka apabila terjadi antrean menuju lokasi bongkar muat.

Langkah tersebut dilakukan agar antrean kendaraan tidak meluber hingga ke badan jalan.

Budi menjelaskan kemacetan yang terjadi bukan semata-mata dipicu tingginya volume kendaraan di jalan.

Menurutnya, antrean panjang muncul akibat penumpukan peti kemas di pelabuhan maupun depo sehingga truk harus mengantre untuk melakukan bongkar muat.

Baca juga: Kemacetan Panjang di Jalan Raya Cakung Jakarta Timur Dikeluhkan Sopir Truk, Ini Penyebabnya

Ia berharap kapasitas depo peti kemas dapat ditingkatkan agar kondisi serupa tidak kembali terjadi.

"Kami berharap kapasitas depo Pelindo dapat ditingkatkan dari 65 persen menjadi 75 hingga 80 persen, agar tidak terjadi lagi penumpukan peti kemas di depo," ujarnya.
Macet Terjadi Sejak Selasa

Diketahui, kemacetan panjang yang didominasi truk peti kemas terjadi di ruas Jalan Raya Bekasi hingga Jalan Raya Cakung-Cilincing sejak Selasa (21/7/2026) pagi.

Kemacetan tersebut sempat menghambat mobilitas masyarakat dan aktivitas distribusi barang di kawasan Jakarta Timur. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.