TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PSIM Yogyakarta memilih memaksimalkan persiapan menuju kompetisi Super League 2026/2027 dengan menggelar seluruh laga uji coba di Yogyakarta sepanjang Agustus mendatang.
Laskar Mataram bahkan tengah menjajaki enam hingga tujuh pertandingan uji coba dengan kualitas lawan yang akan meningkat secara bertahap.
Keputusan tersebut diambil setelah manajemen mengevaluasi berbagai opsi, termasuk rencana menggelar laga tandang.
Manajer Tim PSIM Yogyakarta, Iksan Mahar, mengatakan sejumlah klub yang tengah menjalani training center di sekitar Jawa Tengah dan Jawa Timur bersedia datang ke Yogyakarta untuk menjalani pertandingan uji coba
“Maksimalkan tim-tim yang bermain di sini, gitu kan. Dan ada beberapa tim sebenarnya yang TC (Training Center) di sekitar ya sekitar Jawa Timur, Jawa Tengah, tetapi mereka bersedia untuk bermain di sini,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).
Menurut Iksan, saat ini manajemen sedang memfinalisasi agenda enam hingga tujuh pertandingan uji coba sebelum kompetisi resmi bergulir pada 4 September 2026.
“Jadi memang beberapa laga uji coba 6 sampai 7 itu yang sekarang sedang kita jajaki, itu memang semua rencananya akan bermain di sini,” katanya.
Ia mengungkapkan, opsi menjalani laga tandang sebenarnya sempat dibahas. Namun setelah mempertimbangkan berbagai faktor, PSIM memutuskan lebih fokus menggelar seluruh pertandingan di Yogyakarta.
“Meskipun sebelumnya kita sempat ada wacana untuk melakukan away, tapi setelah dihitung dan juga potensi segala lainnya, pada akhirnya kita sejauh ini fokus untuk menggelar laga-laga uji coba di Jogja,” imbuhnya.
Tak hanya jumlah pertandingan yang menjadi perhatian, kualitas lawan juga disusun secara bertahap agar proses pembentukan tim berjalan optimal.
PSIM akan memulai menghadapi tim dengan level lebih rendah sebelum menantang klub-klub kasta tertinggi.
“Jadi akan seperti anak tangga, kita kenaikan seperti anak tangga dalam proses exhibition game ini, laga uji coba. Mulai mungkin dari nanti tim Liga Nusantara, terus Championship, habis itu di Liga 1,” jelas Iksan.
Sementara itu, sepanjang Juli ini skuad asuhan Jean-Paul van Gastel masih difokuskan pada peningkatan kondisi fisik, mental, serta penyempurnaan aspek taktikal setelah para pemain menikmati masa libur kompetisi.
“Jadi di bulan Juli ini, baru mulai gym juga, gym session pagi, dan memang latihan di bulan Juli difokuskan untuk fokus pemulihan mereka secara fisik, secara mentally juga, dan juga tactical,” tegasnya.
Memasuki Agustus, PSIM menargetkan sedikitnya satu laga uji coba setiap pekan. Bahkan menjelang peluncuran tim, intensitas pertandingan akan ditingkatkan dengan memainkan dua laga dalam sepekan sebagai simulasi jadwal kompetisi.
“Terus nanti di bulan Agustus baru kita akan lakukan laga-laga uji coba. Mulai dari awal, pokoknya kita full di bulan Agustus tuh akan dalam setiap pekan tuh akan ada satu laga uji coba,” katanya.
”Dan di akhir menjelang nanti menjelang-menjelang launching, akan sepekan kita akan coba memainkan simulasi seperti kalau ada League Cup, main dua kali dalam sepekan,” akunya.
Meski begitu, mayoritas laga uji coba masih direncanakan berlangsung tertutup. Kendati demikian, PSIM tidak menutup kemungkinan membuka akses bagi suporter maupun media apabila mendapat persetujuan dari pelatih kepala.
“Mayoritas akan internal. Tapi nanti ke depannya kalau seandainya head coach membuka kesempatan untuk terbuka gitu kepada fans dan juga kepada media, seperti latihan kemarin seperti tradisi kita, akan ada kemungkinan untuk bisa terbuka,” tukasnya.