Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi penjambretan terhadap seorang anak taman kanak-kanak (TK) di Kampung Gudang Kapuk Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, viral di media sosial.
Dari rekaman tersebut, pelaku diduga telah mengintai korban sebelum akhirnya merampas kalung liontin emas yang dikenakan anak tersebut.
Dugaan itu diperkuat oleh keterangan ibu korban, Ninik Lestari (34), yang menilai pelaku sudah memantau pergerakan putrinya sebelum melancarkan aksi.
"Terus dijemputlah sama anak laki-laki yang pakai baju biru itu. Diajak keluar. Kemudian, di situlah orang itu sudah memantau. Anak saya mau pulang, dicegat, terus diambil kalungnya," jelas Ninik kepada TribunSolo.com, Kamis (23/7/2026).
Peristiwa penjambretan itu terjadi pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 17.23 WIB.
Dalam rekaman CCTV yang beredar, pelaku terlihat mengendarai sepeda motor dan melintas di sekitar lokasi kejadian.
Tak lama kemudian, pelaku mendekati korban yang saat itu sedang bermain bersama teman sebayanya di depan rumah.
Saat situasi dinilai aman, pelaku langsung merampas kalung liontin emas yang dikenakan korban sebelum melarikan diri.
Akibat kejadian tersebut, kalung emas seberat sekitar 3,5 gram raib dibawa pelaku. Keluarga korban mengalami kerugian sekitar Rp 4,5 juta.
Ninik mengungkapkan, sebelum kejadian dirinya baru saja mengantar anaknya mengikuti les. Setibanya di rumah, ia meminta putrinya tetap berada di dalam rumah.
"Iya, habis antar anak saya les. Saya bilang sama anak saya, 'De, kamu nanti di dalam rumah saja ya, jangan ke mana-mana.' 'Iya, Ma,' gitu," kata Ninik.
Namun, tidak lama berselang, korban dipanggil temannya untuk bermain di luar rumah. Saat itulah pelaku diduga memanfaatkan situasi untuk menjalankan aksinya.
Baca juga: Anak TK di Boyolali Jadi Korban Jambret Saat Bermain di Depan Rumah, Kalung Emas Rp 4,5 Juta Raib
Peristiwa tersebut meninggalkan trauma bagi korban. Menurut Ninik, putrinya sempat ketakutan setelah kalung yang dikenakannya dirampas orang tak dikenal.
Tak hanya korban, teman korban yang mengajaknya bermain juga merasa bersalah dan ikut mengalami trauma karena menyaksikan langsung aksi penjambretan itu.
"Kemarin sempat trauma. Sama temannya yang namanya Raya itu sempat trauma, takut. Karena mungkin Raya merasa bersalah mengajak main, terus malah ada kejadian seperti itu di depan matanya," ungkapnya.
Ninik menambahkan, putrinya sempat mengira pelaku akan menculiknya.
"Dikiranya kan diculik atau apa. Terus anak saya lebih ke merasa bersalah sama takut juga," imbuhnya.
(*)