Prada ABS Ditemukan Tak Bernyawa di Pinggir Jalan, Warga Awalnya Mengira Hanya Tertidur
taryono July 23, 2026 12:19 PM

Tribunlampung.co.id, Tangerang - Warga di sekitar Jalan Raya Pondok Hijau Golf, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, sempat mengira sosok yang tergeletak di pinggir jalan hanya seseorang yang sedang tertidur. 

Baca juga: Polisi Selidiki Penyebab 8 Siswa SMPN 1 Talang Padang Mual Muntah, Sampel Diuji di Lab

Namun, dugaan itu berubah setelah diketahui pria tersebut merupakan anggota TNI Angkatan Darat (AD), Prada ABS, yang ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (19/7/2026).

Kasus tewasnya prajurit Yon TP 804 Cenderawasih itu kemudian menyita perhatian publik. 

Polisi menduga Prada ABS menjadi korban tindak kekerasan berupa pengeroyokan yang disertai penusukan.

"Identitas korban diketahui setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan pihak TNI," ujar pihak kepolisian.

Prada ABS diketahui merupakan anggota TNI AD yang bertugas di Batalyon TP 804 Cenderawasih, Papua. 

Saat ditemukan, keberadaan korban di wilayah Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, masih menjadi bagian dari penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap peristiwa tersebut.

Polisi hingga kini masih mendalami kasus tersebut, termasuk mencari pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kematian prajurit TNI itu.

Korban Sempat Dikira Sedang Tidur

Jasad Prada ABS pertama kali ditemukan warga di pinggir Jalan Raya Pondok Hijau Golf.

Seorang warga bernama Ayu mengaku awalnya mengira korban hanya sedang beristirahat karena tubuhnya terlihat tergeletak di tepi jalan.

"Pas lagi jalan, saya lihat kayak ada orang tidur," ujarnya.

Namun, setelah mendekat, seorang petugas taman memberi tahu bahwa pria tersebut sudah meninggal dunia.

Diduga Berawal dari Cekcok di Tempat Makan

Hasil penyelidikan mengungkap peristiwa itu diduga bermula dari perselisihan di sebuah tempat makan pada Sabtu (18/7/2026).

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto mengatakan perselisihan tersebut berkembang menjadi aksi pengeroyokan yang disertai penusukan hingga korban meninggal dunia.

"Aksi pengeroyokan disertai penusukan dari suatu kelompok masyarakat terhadap Prada ABS," katanya.

Korban Mengalami 10 Luka Tusuk

Hasil pemeriksaan menunjukkan Prada ABS mengalami total 10 luka tusuk.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan mengatakan lima luka berada di bagian depan tubuh dan lima lainnya di bagian belakang.

Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa korban mengalami kekerasan sebelum meninggal dunia.

Tersangka Bertambah Menjadi Tujuh Orang

Polisi terus mengembangkan penyidikan hingga jumlah tersangka bertambah dari empat menjadi tujuh orang.

Menurut AKP Wira Graha Setiawan, penambahan tiga tersangka dilakukan setelah penyidik mendalami peran masing-masing pelaku dalam kasus tersebut dikutup dari kompas.com

Sebanyak 17 Orang Diperiksa

Dalam proses penyidikan, tim gabungan TNI dan Polri memeriksa 17 orang.

Dari jumlah tersebut, sembilan orang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Prada ABS, sedangkan delapan lainnya dipulangkan karena tidak ditemukan bukti keterlibatan.

Saat ini, para tersangka dijerat dengan pasal terkait pembunuhan, pengeroyokan, dan penganiayaan sesuai ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Sumber: Tribunbekasi.com 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.