Angin Kencang Hantam Sorong hingga Akhir Juli, BMKG Minta Warga dan Nelayan Siaga
Intan July 23, 2026 12:35 PM

TRIBUNSORONG.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Sorong dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang yang diprakirakan berlangsung hingga akhir Juli 2026. 

Fenomena ini tidak hanya berpotensi memicu kebakaran lahan, tetapi juga meningkatkan risiko gelombang sedang di perairan yang patut diwaspadai para nelayan.

Forecaster BMKG DEO Sorong, Sigit Cahya Nugraha, menjelaskan pada Rabu (22/7/2026) bahwa cuaca di Sorong untuk beberapa pekan mendatang diperkirakan didominasi kondisi cerah hingga berawan tebal, dengan potensi hujan yang masih tergolong ringan. 

Kombinasi minimnya curah hujan dan terpaan angin kencang ini menjadi hal penting yang perlu dicermati oleh warga.

"Dengan kondisi cuaca yang minim hujan, api dapat dengan cepat membesar dan menyebar akibat tiupan angin yang cukup kuat sehingga berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.

Baca juga: BMKG Ingatkan Potensi Kebakaran Hutan di Sorong Akibat Kemarau Ekstrem

Baca juga: BMKG : Tsunami Terjadi di Halmahera Barat dan Bitung Kamis Pagi Akhibat Gempa M 7,6, Cek Ketinggian

Sigit memaparkan bahwa kecepatan angin pada ketinggian sekitar 3.000 kaki saat ini berada di angka sekitar 29 knot, angka yang jauh lebih tinggi ketimbang kondisi normal di wilayah Sorong. 

BMKG memprediksi angin kencang ini bertahan hingga akhir bulan dan ada kemungkinan diperpanjang tergantung pada dinamika perkembangan cuaca.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, Sigit mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas membakar sampah ataupun membuka lahan dengan cara dibakar, khususnya pada area yang berdekatan dengan hutan atau lahan kering. 

KEBAKARAN HUTAN -- Petugas gabungan Polresta Sorong Kota, TNI, dan Pemadam Kebakaran (Damkar) berjibaku memadamkan api di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutlah) terjadi di Gunung Kali Ampat Malanu, Distrik Sorong, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Selasa (21/7/2026).(tribunsorong.com/safwan)
KEBAKARAN HUTAN -- Petugas gabungan Polresta Sorong Kota, TNI, dan Pemadam Kebakaran (Damkar) berjibaku memadamkan api di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutlah) terjadi di Gunung Kali Ampat Malanu, Distrik Sorong, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Selasa (21/7/2026).(tribunsorong.com/safwan) (TribunSorong.com/Safwan)

Mengingat minimnya hujan, kobaran api dapat menyebar dan membesar secara cepat akibat tiupan angin kencang, sehingga rentan memicu kebakaran hutan dan lahan.

Bagi para nelayan, Sigit turut mengimbau agar ekstra berhati-hati sewaktu melaut. Angin kencang ini berpotensi memicu timbulnya gelombang laut kategori sedang yang membahayakan keselamatan pelayaran, terutama kapal berukuran kecil. 

Baca juga: Perjuangan Petugas BMKG Sorong 3 Tahun Ikuti Rukyatul Hilal, Belum Saksikan Hilal Ramadan dan Syawal

Ia menegaskan tidak melarang nelayan melaut karena hal itu merupakan mata pencaharian mereka, namun keselamatan dan pemantauan kondisi cuaca harus dijadikan prioritas utama sebelum berlayar.

Terkait suhu udara, Sigit menyebutkan bahwa Sorong berada pada kisaran 30 hingga 32 derajat Celsius dalam beberapa hari terakhir. Suhu terasa lebih menyengat karena tutupan awan yang lebih sedikit dari biasanya. 

Perubahan pola musim ini dipengaruhi fenomena El Nino, yang mengakibatkan Sorong mengalami musim kemarau pada periode yang umumnya masih bercurah hujan tinggi.

BMKG menegaskan akan terus memantau dinamika cuaca dan menyampaikan pembaruan jika ada perubahan prakiraan. 

Masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi dari BMKG serta meningkatkan kewaspadaan atas potensi dampak angin kencang, baik di darat maupun perairan. (TribunSorong.com/*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.